me and my fucking family

265 5 0
                                        

"Kenapa?"

Perempuan berambut pendek bertanya pada sahabatny dengan tatapan khawatir.

"Aku..aku hanya tidak percaya"

Sahabat si rambut pendek meneteskan air matanya. Sungguh, itu membuat si rambut pendek makin khawatir.

"Kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi?"

"Ayah tiriku"

Saat sahabat sirambut pendek menyebutkan kata itu, si rambut pendek itu seperti sudah mengetahuinya.

"Yasudah, sekarang kamu ikut kerumahku saja. Seperti biasa, orang tua ku tidak ada di rumah"

Sahabat si rambut pendek itupun mengangguk.

---

"Apa yang dilakukan si b**ngse* itu padamu?"

Si rambut pendek memecahkan keheningan.

Sahabatnya tertunduk lesu dan mulai membuka mulut.

"...ayah tiriku sudah berani berbuat lebih saat ibu meninggal. Bahkan, dia mengajarkan adik tiri ku untuk meremas buah dadaku. Aku di perlakukan seperti pelacur disana. Setiap hari saat aku memasak di dapur, ayah tiri ku datang dan memegang yang seharusnya tidak boleh di pegang.

..dulu, ku adukan perlakuan ini pada ibu. Tapi dia tidak percaya. Dan saat ibu melihatnya langsung, ibu terkena serangan jantung.

Si bre**sek itu sama saja tlah membunuh ibu ku. Aku sangat benci laki laki tak tahu terimakasih itu"

Si rambut pendek memeluk sahabatnya. Seakan hanya itu yang akan membuat sahabatnya tenang.

--

TOK

TOK

"Iya sebentar.."

Sahabat si rambut pendek berlari kearah pintu untuk membukanya.

Terlihatlah laki laki tampan yang berdiri dihadapannya.

Ia berfikir sebentar tentang omongan sahabatnya tadi malam,

"Besok pagi, akan ada  anak dari sahabat mommy yang datang untuk menginap"

'Apa ini orangnya?'

Ia pun membatin. 

"Hey, kok bengong!"

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Hey, kok bengong!"

Ucap lelaki itu seraya masuk kedalam rumah. Ia membaringkan tubuhnya di sofa panjang ruang keluarga.

"Kamu sahabatnya Beryl? Ghia kan?"

Ghia mengangguk.

"Saya Greyed, bisa ambilkan saya minum?"

Ghia mengangguk lagi dan pergi kedapur.

Saat sedang mengaduk campuran syrup dan air, seperti ada lengan yang memeluk pinggangnya dari belakan. Serta nafas yang lembut, dirasakannya dibelakang telinga. Ghia menutup matanya takut, Ia tahu itu Greyed. Sebab, tak ada orang lain dirumah ini selain dia.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 14, 2019 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

taleWhere stories live. Discover now