Prologue

32 6 0
                                        

Mungkin beberapa ribu tahun ke depan, bumi akan dipenuhi oleh mesin yang menyala secara otomatis. Para mahluk hidup akan tergantikan oleh benda mati yang bergerak.

Di zaman yang serba canggih ini, orang-orang semakin malas untuk bergerak, kini motto hidup mereka hanyalah cepat dan praktis.

Dengan kecerdasan para ilmuan, dan didukung dengan penemuan teknologi yang semakin canggih dari waktu kewaktu, mereka akhirnya berhasil merancang sebuah mesin berteknologi super canggih yang fungsinya bukan hanya sekedar sebagai alat bantu.

Awalnya para ilmuan hanya membuat mesin-mesin kecil untuk membantu manusia dalam beraktivitas ataupun bekerja. Orang-orang tidak perlu lagi bersusah payah atau membuang-buang tenaga, mereka hanya cukup menekan tombol saja.

Suatu hari, para ilmuan berkumpul menggembangkan sebuah robot yang bisa berguna bagi negara maupun rakyatnya. Maka lahirlah robot-robot luar biasa yang dirancang sedemikian rupa agar terlihat seperti orang-orang pada umumnya.

Hingga pada suatu waktu, robot-robot yang mereka ciptakan berubah menjadi sensitif tanpa sebab. Mereka menghancurkan apa saja yang ada di depannya, melukai, dan membunuh para manusia. Senjata makan tuan, sebut saja seperti itu. Kabarnya, ilmuan-ilmuan juga ikut terbunuh oleh mesinnya sendiri.

Sejak kejadian mematikan itu, rakyat diperintahkan agar menjauhi para mesin-mesin itu dan menghancurkannya bila benar-benar dalam keadaan terdesak. Manusia tidak bisa hidup tentram setelah kejadian itu.

Robot itu sesekali berubah menjadi baik dalam waktu-waktu tertentu, dan akan kembali menjadi jahat setelahnya. Kami warga Tokyo telah diperingatkan, bila sirine bahaya berbunyi, maka pertanda bahwa robot-robot telah kembali menjadi monster dan warga harus kembali ke tempat persembunyian.

Kami membuat kehidupan baru di bawah tanah, karena hanya di situlah tempat teraman bagi manusia. Robot mesin itu dapat mendeteksi ke seluruh ujung kota, tapi kami jamin mereka tidak dapat menemukan kami disini.

Robot memang bukan mahluk hidup, tapi bukan berarti juga benda mati. Mereka hidup tapi tidak bernyawa. Yang membedakan manusia dan robot sekarang hanyalah pada perasaan. Kadang kala, otak robot lebih cerdas dari manusia.

Dan setelah sebagian bumi dipenuhi oleh benda mati, setelah robot-robot itu mengambil alih bumi. Siapa yang akan disalahkan?

MachineStories to obsess over. Discover now