Prologue

64 10 7
                                        

   Pagi yang indah, matahari terbit  dengan sinar hangatnya. Aku memulai aktivitas rutinku setiap harinya. Mandi, menata rambut, breakfast dan bersiap kesekolah.

  "Morning mom, dad".

   Aku menyapa kedua orangtuaku yang sangat memanjakanku dengan intonasi yang sangat ceria. Kemudian menghampiri mereka and give them morning kisses.

   "Morning sweetheart", mama ku menyapaku balik, disusul oleh ayahku "morning too my princess".

  "Yah hari ini aku pulang bareng Nadya sama Salma ya, jadi gausah dijemput"

  "Langsung pulang ya, jangan kelayapan dulu. Hati-hati dijalannya, ayah hari ini ke luar kota ada meeting mendadak, kira-kira semingguan disana. Kamu baik-baik ya sama mama"

  "Oke yah, yaampun baru aja pulang kemarin masa udah pergi lagi sih",ucapku dengan manja.

"Maaf sayang ini meetingnya penting banget soalnya, nanti long weekend kita hangout deh, janji"

  "Yaudah jangan lupa oleh-oleh, aku berangkat dulu ya yahh, mam, byee" ucapku sambil mencium punggung tangan mereka.
  
  Aku berangkat sekolah diantar oleh supir pribadi, aku tidak boleh dijemput dan diantar oleh sembarang orang. Ayahku memang overprotektif, beliau menjagaku dengan sangat baik, tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada putri satu-satunya ini.

...

  "WOY NAYYY CEPET DONG JALANNYA ADA HOTNEWS NIH"

  Teriak Salma, sahabatku yang sedari tadi duduk didepan kelas bersama Nadya menungguku datang untuk memberitahukan kabar penting, katanya.

  "SABAR DIKIT NAPA KAKI GUE CUMAN DUA PLIS DEH, LAGIAN HOTNEWS APAANSI PASTI GAPENTING ,YAKAN?",teriak ku membalas ucapan salma.

  "PENTING BEGO POKONYA BURUAN SINI". Akupun melangkahkan kakiku lebih cepat kearah mereka.

  "Apa hotnews nya, awas aja lo kalo ga penting" ucapku dengan nada mengancam pada Salma.

  "Nih ya dengerin dulu, disekolah kita ada murid baru, cowok pindahan dari luar kota katanya"

  "Terus?"

  "Kata si Enad sih ganteng, kan mayan penyegaran mata yekan?" ujar Salma sambil melirik Nadya.

  "Emang lo udah liat langsung Nad?"

  "Udah dong secara gue gitu urusan cogan mah nomer satu. Makanya lo berdua dateng rada pagian, tadi doi ada dilobby lagi kebingungan nyari ruang kepsek"

  "EH DIA NANYA KE GUA ANJIR GUE SPEECHLESS NGASITAU RUANG KEPSEK, MUKANYA ITULOH OH GOD GANTENG AS FUCK"

  "B aja kali gausah kenceng-kenceng gitu ngomongnya"

  "Lo gak liat sih, emang ya keliatannya dingin banget tu anak tapi kayanya anak baik deh, yang penting sih ganteng hahaha"

  "Tar deh istirahat kita cari tau dia masuk kelas mana" ujar Salma.

  "Semerdeka lo berdua aja deh" ucapku tak peduli.

Bel pun berbunyi, tanda dimulainya jam pelajaran pertama.

...

To be continue

Unbelieveable Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora