#1 Missunderstanding

66 2 0
                                        

PROLOG

"Aku akan janji sama tuhan, apa pun keadaanya, bagaimana pun cara hadapin nya, dan seberapa banyak pun yang harus aku korbankan, itu gak akan mengurangi rasa ini. Karena aku cinta kamu" Tatapan teduh dari pria itu membuat dua kelopak mata dihadapan nya itu seketika memerah dan membendung air suci--air mata. Dia tersenyum penuh kehangatan, pancaran raut wajahnya seakan meyakinkan keadaan. Tentu saja dua kelopak mata yang sudah tak bisa menahan bendungan air suci itu percaya padanya. "Dan akan selalu begitu... Selamanya" ia memang tidak terlalu pintar merangkai kata yang indah, ia hanya bisa mengungkapkan apa yang ia ingin ungkapkan, bukan kata yang terlalu berlebih atau sejenisnya.

Panggilan kedua dari SoundSystem yang berada tak jauh dari keberadaan mereka. Panggilan untuk para penumpang pesawat yang akan segera melepas landas menuju ke London. Wanita itu menoleh ke arah antrian menuju London yang berangsur sepi, ia kini tak bisa menahan atau pun mencegah Pria yang ada di hadapan nya-- yaitu, Haqqi. Ya, Nathaniel Haqqi Tararain. Orang lain maupun teman sekolahnya biasa memanggilnya Nathan, namun Beda dengan Beby yang lebih suka memanggilnya dengan Nama 'Haqqi'. Pria yang kini tak akan lama lagi menjadi seorang mahasiswa di Oxford University, London - Inggris itu terlihat begitu tenang. Sedangkan wanita yang di hadapannya-- Beby Khasyandira Gates, wanita berketurunan dari keluarga ternama yaitu 'Gates' itu adalah kekasih hati nya justru malah tak bisa terlihat tenang.

"Tuh udah dipanggil sama cewe kedua kamu, cepet gih.. tar ketinggalan pesawat aja" yang dimaksud Beby adalah Karyawati yang baru saja mengingatkan penumpang yang menuju London untuk segera berada di pesawat.

Haqqi hanya mampu tersenyum lega mendengar Beby sudah bisa kembali bergurau dan membuat nya tersenyum lagi. Karena beberapa hari sebelum hari ini Beby selalu sedih dan sedikit manja pada Haqqi tanpa candaan sedikit pun.

"Emang aku punya cewe dua," Mata Beby membulat sempurna mendengar penuturan Haqqi itu, ia menatap Haqqi seolah-olah Beby akan segera menerkam tubuh Haqqi jika yang di bicarakannya itu benar. "Kamu.. sama---" ia menggangtungkan ucapannya, agar Wanita nya itu semakin penasaran . "Sama bunda", Beby mulai menunduk sembari mengulum senyumnya, ternyata wanita yang dimaksud Haqqi itu adalah bundanya, dan Beby malah berprasangka buruk duluan pada Haqqi. Bunda Haqqi. "Jangan lupa dimakan ya, jangan dijadiin pajangan doang. Dan kalo kangen aku, kamu doa aja dan minta tuhan yang nyampein ke aku"

"Naik pesawatnya sekarang Sayaaang tar kamu ketinggalan,"

*****

Missunderstanding

Sudah hampir 30 menit berlangsung nya upacara bendera di sekolah Beby, namun sang guru yang sedang menyampaikan amanat belum juga mengakhiri ucapannya. Dan tentu nya itu membuat beberapa siswa mendengus kesal, ada pula yang jatuh sakit karena mungkin terlalu lama berdiri. Begitu juga dengan gadis yang kini sedang berusaha sekuat tenaga untuk tidak tumbang, rambut hitam pekatnya ia ikat kuda, Wajahnya yang putih kini mulai nampak memerah akibat paparan sinar matahari yang sudah mulai bertemankan dengannya di lapangan itu.

Beby siswi kelas XII IPS, yang satu semester lagi akan lulus. Perawakannya yang bisa dibilang lumayan tinggi itu menambah kesan dirinya masih seperti wanita yang terlihat dewasa, meski wajahnya yang Baby face dengan pipi yang Chubby memang terkadang membuat orang mengira nya masih SMP. Banyak yang mengira seperti itu.

Beby kini mulai tak tahan sepertinya dengan sinar matahari pagi ini, atau mungkin juga karena tadi pagi ia hanya menyantap selembar roti tawar pandan dengan selai coklat, biasanya Beby mampu menghabiskan 3-4 lembar Coklat setiap pagi di hari senin. Bagi nya, memakan banyak di pagi hari pada hari senin itu untuk perbekalan agar kuat menjalani upacara bendera seperti ini. Hanya karena tadi pagi ia sudah kesiangan, jadi ia hanya dapat menyantap selembar roti, itu pun ia makan di dalam mobil saat berangkat menuju sekolah.

Problem DistanceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang