1

1.5K 99 13
                                        

"Eonni, pagi-pagi gini mau kemana?" tanya Dahyun yang baru saja membuka mata. Sebenarnya, terpaksa membuka mata karna tidurnya terganggu akibat hidungnya menangkap aroma yang menyegarkan. Percampuran dari wangi sabun, shampoo, bodylotion, dan terakhir parfum, itu sangat menyengat.

"Aku pikir, kau tidak akan bangun. Padahal aku sangat berhati-hati membuat pergerakan." jawab gadis yang dipanggil eonni sambil menyisir rambut panjangnya.

"Aku ikut eonniiii" rengek Dahyun sambil bersiap turun dari kasur empuknya.

"Kau tidak sekolah?" gadis itu menghentikan aktifitasnya sejenak hanya untuk melihat Dahyun.

"Apa sekarang libur, eonni? " Dahyun bertanya sambil menunjukan wajah bahagianya.

"Aishh aku bertanya Dahyuniiee, apa sekarang kau libur sekolah sampai-sampai kau mau ikut denganku? " sepertinya, gadis ini sudah jengkel karena Dahyun yang begitu telat dalam berpikir.

"Tunggu aku mandi dan setelah itu, kita berangkat bersama. Eonni jangan ninggalin aku. Arra!"

Dahyun yang sadar kalau dia harus sekolah kemudian langsung pergi ke kamar mandi. Seulgi, gadis itu hanya berdecak sebal karna rencananya untuk pergi ke apartement kekasihnya gagal karena sahabatnya.

Seulgi sekarang hanya duduk sambil menonton televisi sambil sesekali memakan kue buatanya kemarin. Padahal dia bisa saja sekarang meninggalkan Dahyun, toh dia tidak akan sadar kalo dia pergi saat Dahyun sedang mandi. Tapi, Seulgi tidak mau ambil resiko setelahnya. Dia masih menyayangi telinganya. Ya, begitulah.

SWITCH LOVE

Terlihat dua orang gadis sedang berjalan mengendap-endap. Satu diantaranya dibekap oleh tangan gadis disampingnya. Ya, untuk sekedar berjaga-jaga jika tiba-tiba gadis itu mengacaukan rencananya dengan suara melengkingnya.

Cekrek

Mata kedua gadis itu tiba-tiba membulat. Seorang lelaki berkulit putih dan bermata sipit telah membuka pintu kamarnya. Kemudian berjalan menunduk ke arah mereka berdua karena sedang membenarkan celananya.

"Oppa! Selamat ulang tahun!" teriak Dahyun yang entah bagaimana sudah menurunkan tangan Seulgi. Seulgi? Pastinya dia melotot kepada Dahyun tapi, seolah tak melihatnya, Dahyun malah berlari mendekat ke arah laki-laki itu kemudian memeluknya.

"Eh?" laki-laki itu nampak bingung. Terlihat dari garis yang muncul dikeningnya dan juga pertanyaan yang keluar dari mulutnya.

"Oppa, selamat ulang tahun. Kau pasti tak mengingatnya. Ahh sudah ku duga." Seulgi kemudian ikut menghampiri laki-laki itu. Dahyunpun melepaskan pelukannya.

"Suga-oppa harus mentraktir aku nanti setelah pulang sekolah. Iyakan eonni?" Dahyun setelahnya menyenggol lengan Seulgi. Kemudian Seulgi hanya tersenyum kikuk.

"Memang oppa sekarang ulang tahun ya? Oppa sama sekali tidak ingat." Lelaki sipit itu hanya terkekeh "Oppa bakal traktir kalian kok. Tenang saja" Lanjutnya kemudian.

"Yeaaay!" Sorak kedua gadis itu berbarengan. Nampak bahagia. Namun tidak bagi Seulgi.

Mereka bertigapun turun dan kemudian duduk di sofa.

"Tidak ada yang memberi oppa hadiah?" tanya Yoongi saat mereka mendudukan bokongnya.

"Ada!" Dahyun dengan cepat menjawab. Itu membuat Seulgi dan Yoongi dengan cepat melihat Dahyun.

[M] SWITCH LOVE (BANGTWICE-BANGVELVET)Stories to obsess over. Discover now