Jika ternyata cinta ialah kepasrahan
Aku akan mengabdi dalam diam
-Andi gunawan , Puisi Milik semua.
Tuhan memberiku petunjuk melalui laki-laki ini,vera mulai menata hidupnya demi untuk menarik hatinya. Dia adalah kenikmatan yang patut di syukuri. Aku rasa dia adalah peta harta karun , namun tiada kepastian ada atau tidaknya peti harta tersebut. Pasalnya Digda cuma sebatas teman,tidak ada yang istimewa di hubungan kami. Apakah wanita hanya dapat berpatok pada harapan yang di beri pria?
"Wihh,vera sudah datang" Digda tersenyum padaku. ya digda aku selalu datang padamu,setiap saat.
Kalau di fikir-fikir digda dan aku adalah sebuah pohon yang terus tumbuh tapi tidak dapat memiliki buah. Digda bisa terus bersamaku tapi tidak bisa memberi tujuan bersama selain hanya berteman.
"Wah brayy,tinggal dikit lagi tuh! ,sayangnya out" Digda memang begitu dia ramah dan perhatian tapi pada semua orang. Aku beruntung mengenalnya karena sekelas. seperti di timpa buah keberuntungan. Mungkin setahun sekelas dengan dia tidak akan membantu hubungan lebih dari teman antara aku dan digda. Mustahil. Seorang Digda yhandra bisa bersama Veranica Karindia. Digda adalah batu akik yang aku sukai ,tapi tidak akan aku jual jika sudah ku punyai. Dia penuh semangat. Keringatnya masih menetes tapi kock itu masih saja ia pukul melewati net. Benda kecil berbulu kecil itu seperti bekerja sama dengan digda untuk memenangkan permainan ini. Digda masih di angka 20 dan lawannya 18 . Aku tersentum melihat skors digda ,ya setiap minggu dia selalu berhasil mengalahkan lawan mainnya di setiap permainan dan setiap minggu juga aku puas untuk melihat peta hidupku.
"Gua sholat dulu ,guys!" Mataku kalut ,melihat digda keluar dari gedung olahraga bersama temannya untuk menunaikan sholat ashar.
"Dian,lo gak sholat? Gue temenin" aku punya cara tersendiri untuk mencoba mendekatkan diriku dengan digda. Sebenarnya aku tidak bisa menunaikan ibadah wajib dulu,dan ya alhasil aku harus duduk di motor dan menunggu Dian menyelesaikan sholatnya. Aku benar,ini memang kesempatanku.
"Ver?" digda berdiri di hadapanku "Lo ngapain disini?" Bagi ku digda bertanya seperti ini adalah hal yang hampir tidak pernah di lakukan oleh digda padaku "gue nungguin dian sholat" dan aku menunggumu memberi perasaan lebih dari teman. "Lo nunggu dian atau nunggu gue ver?" untuk kedua kalinya hal ini hampir tidak pernah di lakukan oleh digda padaku,dia seperti mendengar hati ku. Bagai di sambar petir di tengah senja aku gemetar saat memegang kunci motor. "Haha gue bercanda ver" gemetarku berakhir di saat teman digda datang.
Digda kamu tampan dan pandai, aku menyukaimu sejak bolpoin yang jatuh dan kamu mengambilkannya untukku dengan mengeja namaku yang tertera di bolpoinku. Lewat bolpoin itu aku tidak perlu mengenalkan diriku padamu. Digda,Senja itu memang indah walau setiap hari selalu di ulang masih saja tetap indah, Digda juga begitu kamu memang menarik walau setiap hari selalu di ulang masih tetap menarik. Digda,karena sekelas aku jadi suka melakukan hal hal yang mengenai maju ke depan kelas karena dengan begitu kamu dapat melihatku tanpa ku suruh.
Sama di saat aku memainkan bulu tangkis, Digda dapat melihatku seutuhnya. Walau sampai hari menjelang gelap vera tetaplah vera yang ingin di lihat oleh digda. Adzan maghrib memulangkan semua yang ada di dalam gor ini. Termasuk vera dan digda. Namun,tampak bahwa digda ingin segera mengunjungi tempat ibadah nya. Seorang wanita,Dina. Entahla ada angin dari mana dia akan menunaikan ibadah, tanpa di sangka digda menawarinya untuk berangkat bersama menuju Tempat ibadah. Aku meremas dadaku dan di balik helm gelapku aku terisak, pecah sektika saat dina kerap menyabukan tangannya ke pinggang digda. Aku terus menerus mengeluarkan air mata itu. Saat ini aku sedang di zona yang buruk. Aku ingin berhenti menangis tapi air mataku ingin melakukannya secara berulang dengan cara mengalir di pipiku. "Aku salah mengenai cinta dalam diam, aku fikir akan berakhir dengan indah,Ternyata aku juga harus sakit dalam diam"
YOU ARE READING
Harapan tak Stabil (ONE SHOOT-COMPLETED✔)
Romance[LENGKAP] Beberapa hal yang mesti kau catat lalu kau baca saat merasa sendiri Ada yang diam diam yang ingin di sapa olehmu.Percayalah. Ada yang mengharap pertemuan kedua,setelah matamu mendarat ke matanya tanpa aba-aba. Ada yang setiap pagi t...
