Disiang hari yang cerah
sekaligus panas ini kerajaan kayangan diisi dengan hilir mudik para peri-peri cantik yang akan mempersiapkan acara ulang tahun Amie Rose, anak dari ratu kayangan.
Ditempat lain Rose sedang duduk ditaman bunga Narnia. Menikmati indahnya negri kayangan yang telah hampir 20 tahun dia tinggali bersama dengan keluarga dan peri-peri lainnya.
Emeli-ibu Rose menghampiri Rose yang sedang duduk dibangku taman ini. Duduk disamping Rose dan menatap anak gadisnya yang sedang berdiam diri seperti tidak ada harapan hidup.
"Ada apa Rose, kenapa kamu melamun seperti ini, beberapa hari lagi adalah hari ulang tahunmu,"Ucap Emeli sambil mengelus rambut panjang nan hitam milik Rose.
Rose menatap ibunya yang kini berada disampingnya.
"Tidak ibu, aku hanya sedang berfikir bagaimana rasanya tinggal dibumi."
Emeli mengernyitkan dahinya lalu tersenyum menatap Rose.
"Kita ini bangsa peri, Rose. Kita tidak akan bisa tinggal dibumi, tempatnya para manusia itu."
Rose tertunduk lesu padahal dia berharap ibunya bisa memberikan solusi bagaimana caranya dia bisa pergi dan tinggal dibumi. Rasanya dia ingin menikmati indahnya hidup dibumi.
[]
Hari ini adalah hari ulang tahun Rose. Pukul 1 waktu negri kayangan acaranya akan dimulai. Artinya empat jam dari sekarang, acara akan dimulai. Tetapi Rose sekarang hanya berbaring ditempat tidurnya sambil membaca majalah fashion kayangan yang isinya model-model cantik kayangan.
"Andai saja aku ini manusia bumi. Pasti sangat menyenangkan sekali bisa melakukan hal-hal menyenangkan seperti manusia bumi."
Rose tiba-tiba ingat jalan menuju bumi. Ayahnya dulu pernah memberitaunya tentang jalan itu. Jalan yang berada pada belakang lemari kayu milik Rose dikamarnya ini.
Rose segera bergegas memindahkan lemari kayunya itu dengan dia dorong kesamping. Setelah lemarinya tergeser, Rose menemukan pintu berhiaskan bunga-bunga yang Rose pikir bunga itu diambil dari taman bunga Narnia.
Rose ingat cara membuka pintu ini adalah dengan memasukan ujung kuas ajaib berlapis emas milik Ayahnya dulu kedalam lubang pintu. Rose segera mengambil kuas itu dinakas sebelah tempat tidurnya.
Rose membuka pintunya. Saat pintunya terbuka, didalamnya menampakkan kilauan cahaya yang Rose yakin jika dia masuk kecahaya itu dia bisa langsung berada dibumi.
Lalu Rose langsung masuk kedalam cahaya itu, rasanya saat ini Rose seperti dibolak-balik. Rose berharap ini tidak akan berakibat buruk padanya nanti.
Tiba-tiba Rose merasakan kakinya berpijak pada sesuatu yang rasanya seperti tanah diKayangan, saat Rose membuka matanya dia mendapati orang-orang yang sedang berhilik mudik seperti diKayangan. Apakah benar Rose sudah berada dibumi? Benar, sekarang Rose ada dibumi. Iya, benar. Bumi.
[]
Rose menatap keseluruh tempat dibumi sekarang. Segala sesuatu disini berbeda dengan diKayangan disini sangat panas, walaupun diKayangan juga panas tapi tidak sepanas dibumi sekarang ini, tempat kakinya berpijak.
Banyak bangunan tinggi menjulang sampai hampir menyentuh awan.Banyak benda yang bisa ditunggangi disini, Rose sempat merasa heran dengan semuanya.
"Hai Nona! kenapa anda dari tadi hanya berdiri disini?adakah yang bisa saya bantu?"Tanya seorang pria kemeja bergaris biru.
Rose hanya diam, kenapa manusia bumi berbicara seperti para peri Kayangan. Rose tersenyum sambil memegangi lengannya.
"Aku hanya Ingin mengetahui bagaimana indahnya bumi."
Pria itu terkejut melihat perempuan didepanya ini berbicara seperti itu. Dia seperti menemui manusia dari Kayangan saja.
"Memangnya Nona berasal dari mana?"Tanya pria berkemeja itu.
Rose bingung ingin memberi tahu pria didepanya ini atau tidak. Rose takut pria ini tidak percaya dengan ucapannya nanti.
"Aku berasal dari Kayangan. Aku adalah seorang peri anak dari ratu Emeli."
Pria itu mengeryitkan dahinya. Tidak percaya dengan ucapan perempuan didepanya ini. Tapi dia tidak ingin mempermasalahkannya jadi dia cukup tahu dari mana asal perempuan ini.
"Perkenalkan saya Felix Sunandar. Saya bekerja sebagai petani bunga disini."
"Bisakah kamu mengajakku mengetahui isi bumi ini, Sunan?"
"Baiklah, siapa namamu Nona?"
"Aku Amie Rose."
"Baiklah Rose mari kita jelajahi tempat ini."
Felix menarik tangan Rose untuk menjelajahi tempat ini.
[]
"Ini adalah kereta Rose, kendaraan untuk mengangkut manusia bumi dari satu tempat ketempat yang ingin dituju," jelas Felix yang sedang duduk dibangku kereta.
Rose takjub dengan dunia manusia dibumi. Benda besar seperti ini bisa memuat banyak manusia. Termasuk dirinya yang seorang peri.
Setelah beberapa hari Rose berada dibumi. Dia sudah mengetahui seluk beluk keadaan bumi dan berkenalan dengan manusia bumi yang menurutnya sangat asik.
Dan setelah beberapa hari itulah Felix dan Rose menjadi sangat dekat sekali. Kemana-mana selalu bersama. Dan setiap Rose dekat dengan Felix seperti ada rasa nyaman seperti dia berada didekat ibunya.
Rose tidak tahu rasa apa yang sedang dia rasakan sekarang ini. Seperti ada ribuan semut merah diperut Rose jika Felix membuat kata-kata indah untuknya.
Kata Felix jika seperti itu namanya sedang menyukai atau mencintai seseorang. Apakah benar Rose sudah menyukai Felix? Jika benar biarkan itu semua mengalir saja seperti air mancur yang ada diKayangan.
Sekarang ini Rose dan Felix sedang berada dipasar malam yang sedang digelar dibumi. Dan banyak sekali manusia yang ada dipasar malam ini. Rose sedang memakan permen kapas- berwarna merah yang jika ditaruh dimulut Rose akan menjadi air yang manis-bersama Felix didalam komedi putar yang sedang menggantung diudara.
Rose sempet perfikir komedi putar ini adalah bak besar penampung air di negri Kayangannya.
Rose menyenderkan kepalanya epundak Felix masih dengan memakan permen kapasnya.
"Ternyata bumi indah sekali jika dari atas sini ya, Sunan."
"Benar Rose," sahut Felix yang sekarang menegakkan kepala Rose dari bahunya dan menatap Rose.
Rose yang ditatap seperti itu heran. Dan secara perlahan Felix memajukan wajahnya ke wajah Rose sampai...
"Rose bangun anakku, pesta ulang tahunmu akan segera dimulai. Para peri tamu sudah hadir," panggil Emeli sambil mengelus lengan Rose.
Rose membuka matanya suara ibunya itu membangunkan mimpi indahnya.
Tunggu mimpi? tadi itu hanya mimpi?
Jadi ini semua hanya mimpi?
Yaampun.
Demi Dewa Kayangan.
[]
Makasih yang udah mau baca (:
Jangan lupa vote Dan comment ya, penduduk bumi. :*
