"KAKAK...!!!!"
"KAKAK...!!!!"
"KAKAK...!!!! AKHHH....KAKAK!!!"
"KAKAK DIMANA!!! SILVI TAKUT KAK!!!"
Terdengar teriakan yang nyaring didalam sebuah kamar yang terletak tak jauh dari tempat seorang perempuan itu duduk
Perempuan yang tengah duduk itu pun panik,berjalan dengan meraba-raba benda yang ia lewati karena keadaan saat ini gelap. Ya...daerah pemukiman yang mereka tempati terjadi pemadaman listrik.
Dengan berjalan hati-hati perempuan itu akhirnya sampai dan langsung memeluk sang adik yang merasa ketakutan.
Ia memeluk sang adik sangat erat,ia tau bahwa adiknya itu ketakutan luar biasa ia bisa merasakannya tangan sang adik bergetar,didahinya terus mengeluarkan keringat dan jangan lupa mata yang mengeluarkan cairan bening yang keluar dengan derasnya dimata kecil sang adik.
"Tenang sayang,kakak disini"ucapnya menenangkan sang adik
"Kakak Vani...Silvi takut..."ucap sang adik dengan suara yang bergetar
Adiknya memiliki trauma terhadap gelap,ia slalu berteriak dan ketakutan ketika berada dalam ruangan gelap.
Karena itu Stevani atau yang sering silvi panggil Vani slalu ada disamping sang adik menenangkannya ketika trauma itu datang.
Hal buruk terjadi ketika Silvi berumur 8 tahun dan semuanya berkaitan dengan kegelapan,setelah itu ia memiliki trauma yang tak pernah hilang sampai sekarang.
"Shttt...jangan menangis,sekarang kakak ada disini"ucapnya sembari mengecup ujung kepala sang adik "kakak ga akan ninggalin kamu,kakak janji"lanjutnya
"Kakak janjiii??kak vani ga akan ninggalin silvi??" Tanya silvi
"Kakak janji...sekarang ayoo kita tidur...semuanya akan baik-baik saja,percayalah"
Silvi menjawabnya dengan anggukan yang mantap meskipun jiwanya masih terguncang,dengan perlahan silvi menutup matanya ia tertidur masih dengan keadaan memeluk sang kakak.
Stevani melihat silvi ketika tertidur wajah yang damai jauh berbeda dengan wajahnya yang tadi terlihat ketakutan.
Stevani yang melihat wajah ketakutan silvi tadi sangat merasa bersalah,ia berjanji tak akan pernah mengulanginya lagi dan tak akan pernah dilakukannya lagi,ia sangat menyayangi silvi jauh dari pada ia menyayangi dirinya sendiri.
Stevani menganggap bahwa adiknya adalah peri kecil dihidupnya yang selalu mewarnai hidupnya dan mewarnai hidup banyak orang disekitarnya.
Stevani tau bahwa silvi adalah gadis yang ceria dan ramah,ia tau betul baik dan buruknya silvi.
Ia bahkan rela hidup melajang demi adiknya,demi bisa slalu didekatnya dan tak pernah meninggalkan peri kecinya.
"Kakak janji sama kamu,kakak akan selalu menjaga kamu...seperti mawar yang melindungi dirinya dengan duri...kakak rela menjadi durinya untuk melindungi mawar yang indah seperti dirimu"
"Kakak ga akan biarin kamu pergi-lagi,cukup kejadian dulu yang ngebuat kamu pergi...sekarang kakak ga akan biarin kamu sedih lagi...kakak janji"stevani mengeluarkan cairan bening dari matanya kemudian jatuh tepat dimata sang adik yang tengah terlelap.
Dengan perlahan ia mencium kening sang adik lalu merebahkan dirinya disamping sang adik dan siap menyusul silvi kedalam mimpi.
satu yang stevani harapkan ia ingin silvia sembuh dari traumanya dan hidup seperti dulu...perlahan menutup mata dan berharap kembali ia bertemu kedua orang tuanya dimimpinya...walaupun hanya dalam mimpi...
.
.
.
.
.
.
.
Wah...wah...wah...guyss gimana prolognya sorry yaa pendek...maklum baru bikin cerita... jangan kapok terus baca yaa...vote juga makasihh lohhh.....
STAI LEGGENDO
Secret Admirer
CasualeDoni mahasiswa falkutas kedokteran yang mengambil S2 di jepang,ia terpaksa memutuskan kuliahnya di jepang dan pindah ke Indonesia karena permintaan terakhir dari sang nenek. Ia juga dijodohkan dengan teman Ibunya yang notabennya lebih tua darinya. S...
