Author's POV
Terkadang pekerjaan selalu lebih mudah daripada percintaan. Bagi seorang rapper terkenal di Korea Selatan, cinta adalah hal yang sangat aneh. Ya, dia adalah G-Dragon, yang saat ini sedang berada di rumahnya menyendiri. Dia yang biasanya tidak seperti dia yang sekarang. Jika biasanya dia selalu bersemangat dan bekerja, maka kali ini tidak. Hatinya sangat kesepian dan tersakiti. Bagaimana tidak, dirinya sedang dilanda masalah cinta, yaitu putus dalam status hubungan berpacaran. Tak sedikit para penggemarnya tau bahwa G-Dragon telah berkencan dengan salah satu aktris kebangsaan Jepang, Kiko Mizuhara.
Namun sekarang, kebahagiaan itu telah membekas. Kenangan bersama pujaan hatinya masih terlintas di pikiran dan hatinya. Wajahnya yang tampan dan bersih kini pucat dan dibanjiri air mata penuh kesedihan. Dia tidak tahu harus bagaimana dan kehilangan segala arah. Mengingat Kiko adalah pacar pertama G-Dragon, tentu saja itu akan sulit untuk merelakan ini semua. Terlebih lagi, Kiko sudah mempunyai tunangan sehingga membuat G-Dragon melakukan hal-hal yang tak seharusnya.
Dua hari setelah kandasnya hubungan mereka, G-Dragon mulai nakal dan selalu pergi larut ke club. Dia bersenang-senang sambil merokok dan minum walaupun kesedihan masih menyelimutinya. Bahkan sang manajer pun sampai menggeleng-geleng kepala dan merasa iba pada leader boyband BIGBANG itu. Ingin sekali manajer membawanya pulang dan melaporkan hal itu pada YG, namun G-Dragon mengancamnya dan menyuruhnya agar segera pulang lalu berlibur saja.
Saat ini adalah 5 hari setelah tragedi cinta mereka. Di rumahnya G-Dragon masih merokok dan selalu minum. Dia merebahkan tubuhnya ke ranjang sambil menyentil rokok agar arangnya terbuang ke lantai yang putih bersih. Di tangan satu lagi, dia memegang botol yang tak lain adalah minuman beralkohol yang selamaa ini membuatnya semakin sulit. Wajahnya seakan menyerah dengan hidupnya dan tampak gila. Rambut hitam yang biasanya ia rawat kini berantakan.
"Eii, bagaimana bisa aku putus dengannya?" ucapnya menyeringai pada dirinya sendiri. "Ya, Kiko-ya. Kau wanita sangat bodoh dan jalang. Sungguh, aku membencimu."
Air matanya mulai mengalir dan membasahi wajahnya. Dia tak tahan dengan situasi ini dan terus menangis. Rokoknya dibuang begitu saja dan untuk mematikannya dia menjatuhkan lemari kayu kecil yang berada tepat di sebalah kasurnya. Ia minum. Lagi, dan lagi sehingga kepalanya terasa sangat berat. Matanya mulai memerah dan terasa buram. Dia pingsan.
Taeyeon's POV
Ini adalah hari yang cerah dan aku selalu menyukainya. Diawali dengan lagu Taylor Swift yang berjudul 'We Are Never Ever Getting Back Together', aku bernyanyi dan menari di rumahku. Aku sangat bersemangat untuk pergi ke Singapur dengan member Girls Generation lainnya. Tak mau terlambat, aku langsung mandi dan bersiap. Manajerku sudah menunggu dari tadi di luar dan siap mengantarku ke kantor perusahaan dimana aku bekerja, SM Entertainment.
Disana sudah ada member GG lainnya. Tapi, aku menyadari sesuatu. Dimana Jessica?
"Taeyeon-ah, apakah kamu tidak apa-apa?" kata Yuri sambil menepuk pundakku. Aku yang daritadi hanya melamun pun sadar.
"Ah, aniya. Aku baik-baik saja." Kataku tersenyum. "Oh-hm, dimana Jessica?"
"Sica eonnie tidak bisa ikut dengan kita. Dia sedang sakit di rumahnya," kata Hyoyeon tiba-tiba.
Tentu saja. Itu membuatku kecewa sekaligus sedih. Aku juga lemes sekali. Bagaimana jika Sone di Singapore yang menunggu kedatangan kami menjadi kecewa? Tapi aku juga tidak memaksa memberku karena aku sangat peduli dengan mereka. Hanya saja, kau tahu? Bukankah akan terasa tidak lengkap? Aku menjadi tidak bersemangat. Tapi aku harus berusaha menghibur diri dan Sone.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Songs and Love
Fanfiction"Aku hanya ingin merasa bahwa semuanya sangatlah berharga. Menjadi seperti ini bukan keinginanku dan aku patut menjalaninya. Aku ingin tidak merasa kesepian bahkan saat semua orang itu ada di dekatku. Tapi tetap saja, rasa menyendiri selalu bersamak...
