Evelyn POV
Semua bermula saat aku dengan dirinya bertemu di salah satu halte dekat sekolah ku dulu, pada saat itu sedang musim hujan. Dan kebetulan di hari itu juga sedang turun hujan.
"Hey!" Tegurnya. Aku masih tetap memperhatikan hujan.
"Hey!" Kini dirinya mulai mendekati diriku, yang sebelumnya ada di bangku pojok.
"Gue?" Kini aku menatapnya. Itu adalah tatapan pertama kami.
"Iya Lo, siapa lagi yang ada disini?"
"Ya kali Lo ngomong sama hujan.!" Aku mulai mengalihkan pandangan darinya.
"Pulangnya di jemput atau naik angkot?"
Aku masih mengalihkan pandangan.
"Bukan urusan Lo." Entah sejak kapan laki-laki itu sudah sangat dekat denganku. Duduk maksudnya.
"Yeh... gue serius. Gue mau minta tolong sama Lo!"
"Naik angkot. Kenapa?" Aku menatap matanya, yang saat ini sepasang matanya juga menatapku.
"Ah gue kira di jemput!"
"Kalo di jemput kenapa emang?"
"Gue mau numpang. Soalnya duit gue abis buat bayar uang kas." Nggak ada yang minta di jelasin. Nggak penting padahal.
Tak lama kemudian sebuah mobil sedan berhenti di hadapanku. Aku tau jelas mobil siapa itu, itu mobil kak Rayn.kakak kandungku.
Kaca mobil terbuka dan menampakkan wajah kak Rayn disana.
"Cepet Lyn naik!" Aku pun langsung masuk kedalam mobil. Aku duduk di kursi penumpang.
"Yok,jalan!" Ucapku ketika telah masuk kedalam mobil.
"Temen Lo Lyn?" Kak Rayn masih memperhatikan laki-laki yang masih menatapku.
"Ehh.. buukkk..." belum sempat aku berbicara kak Rayn telah memerintahkan laki-laki itu masuk kedalam mobil. Dengan senang hati laki-laki itu langsung masuk di samping kak Rayn, mobil pun jalan.
"Kak! Dia bukan temen gue, kenal juga enggak." Ucapku.
Laki-laki itu menoleh ke arahku "gue, Leo Axel Barawijaya, panggil aja axel, Dah kan? Sekarang Kita kenal. Oh iya bang ini adik Lo? Namanya siapa?"
"Evelyn Xander. Panggilannya? Sesuka yang manggil. Iya nggak Lyn ?"kak Rayn sempat melihatku dari kaca spion, lalu tertawa kecil karena aku sedang menatap Leo dan juga kak Rayn dengan tatapan dengki.
"Eh Lo! Ngapain numpang di mobil gue dah? Kan nggak gue ijinin." Aku menarik kerah bajunya.
"Eh? Kan abang Lo yang ijinin gue, oh iya bang, gang depan berhenti ya, yang Deket tukang bubur."
Kak Rayn pun meminggirkan mobilnya, sesuai kata Axel.
"Bang, makasih tumpangannya. Lain kali bilangin adik Abang, biar nggak galak. Thanks Lyn."
Axel langsung menghilang di tikungan itu. Aku pun hanya diam selama di perjalanan.
"Diem aja Lo. Ada apa? Gara-gara gue ngajak bareng Axel ? Atau gara-gara sariawan?"
"Garing Lo bang, gue emang lagi mau diem." Setelah itu kak Rayn diam sampai kami sampai di rumah.
Setelah memasuki rumah aku langsung menuju kamar ku. Aku langsung merebahkan diri di ranjang berukuran sedang. Aku rasa aku butuh istirahat sejenak akibat bertemu seorang laki-laki idiot semacam Axel. Sudah di sekolah banyak tugas, pulangnya bertemu sesosok mengerikan semacam Axel, aku tidak pernah suka ada orang yang sok dekat dengan ku, apalagi keluarga ku.
"Lyn! Ada yang manggil tuh!" Aku kenal jelas suara siapa itu. Iya kak Rayn suara bariton nya sangat khas.
Aku pun keluar kamar, dan mendapati seorang laki-laki yang tengah berdiri membelakangi aku.
Betapa terkejutnya aku saat laki-laki itu membalikan badannya "eh. Lo.?"
On mulmed : Evelyn Xander
Ahhhh segini dulu gengs. Ga tau ini cerita bermutu atau engga, yang penting imagination nya udah tersalurkan 😂😂😂
YOU ARE READING
We'll HAPPY (Complete)
Random"Xel, Tuhan lebih tau mana yang terbaik untuk kita dan aku yakin kita akan bahagia."- Evelyn "Aku ikut kamu aja." -Axel ----- Hanya kisah cinta anak SMA, Evelyn Xander dan Leo Axel Barawijaya. Hubungan yang begitu baik diantara keduanya terus berja...
