Pagi ini, seperti biasanya dua manusia yang bernama Himeragi Avrora dan Komaeda Nagito tengah berjalan bersama menuju sekolah SD Saite High School. Mereka adalah anak SD kelas 6. Mereka akan SMP tahun ini.
"Avrora! Bahaya!" Dengan cepat Nagito langsung menarik Avrora kedalam pelukan nya. Ternyata, ada sebuah mobil mendekati trotoar dan hampir membunuh Avrora.
Avrora terkejut. "Nagito?" Gadis kecil itu menangis Di pelukan sang kakak. Gadis itu menangis tak henti, seolah tangisan nya ini tiada henti dan akhir.
"Kau jangan menangis. Kakak ada untuk mu. Sedih, senang, mau pun dalan kondisi tragis ini pun kakak ada untuk mu."
Kenapa Avrora menangis sih? Oh itu karena, tubuh kakak nya dan dirinya terkena darah yang mengalir di kaki Nagito dan kaki Avrora.
"Anak-anak, kalian tidak apa apa? Maaf kan sopir saya yang keterlaluan. Biarkan saya antar kamu ke rumah sakit." Seorang lelaki berparuh baya menggendong tubuh 2 anak itu bergiliran.
"Paman? T, terima kasih... Hiks... sudah m, membawa kami ke Rumah sakit... Hiks... P, paman, nama paman siapa?" Tanya Avrora.
"Namaku Ging Freecss. Itu anak ku dan anak teman ku yang duduk disamping sopir." Jawab Ging.
"Ayah! Kami harus sekolah! Kok kami diantar ke rumah sakit!? Siapa 2 anak ini?! Kenapa kaki orang itu patah ayah?" Tanya anak lelaki bermata kuning.
"Terjadi kecelakaan lalu lintas, Gon. Namaku Silva Zaoldyeck. Putra ku yang berambut putih bernama Killua Zaoldyeck dan putra Ging adalah Gon Freecss. Kalian berdua akan ke sekolah SD Saite High School yah? Kami akan mengantar anak kami dan meminta izin untuk kalian. Siapa kalian?" Tanya Silva.
"Namaku Komaeda Nagito. Ini adik sepupu ku yang bernama Himeragi Avrora." Jawab Nagito relax.
"Killua! Lihat mereka berdua! Kasihan kan? Kami akan menolong yang terbaik untuk kalian berdua! Kalian kelas berapa?" Tanya Gon.
"Benar, kalian kelas berapa? Kami akan mengambil izin. Ayah dan paman jaga saja Avrora dan Nagito." Ujar Killua.
"Kelas kami VI A." Jawab Nagito relax.
"Anak yang satu ini berbeda dengan anak anak yang lain. Aku pasti akan menangis seperti adik nya. Namun, ia malah relax. Benar benar bukan sembarang anak." Batin Killua.
Di rumah sakit...
"Dokter! Suster! Tolong selamatkan anak anak ini!" Semua orang melihat darah yang mengalir Di kaki kedua anak itu.
"Tolong, bawa Killua dan Gon ke sekolah! Tolong minta izin pada guru kalian untuk segera datang ke mari. Kalian berdua harus segera datang bersama guru mereka." Ujar Ging.
Di sekolah...
"Kenapa kalian berdua telat ke sekolah?" Tanya penjaga sekolah kepada gadis itu.
"Maafkan kami, tadi kami kerumah sakit. Izin kan kami bertemu kepala sekolah dan wali guru kelas VI A. Kami tahu kami kelas VI C. Tapi, kami mohon. Teman kami tengah kondisi kritis!" Jawab Gon jujur.
Kepala sekolah dan wali kelas VI A datang bersama Wali kelas VI C dan VI B.
"Ada apa ini? Kenapa ribut sekali? Kenapa kalian tidak masuk kelas? Kalian akan menganggu Rapat." Ujar kepala sekolah.
"Bu guru! Apa benar bu guru adalah wali kelas Komaeda Nagito dan Himeragi Avrora? Mereka tertimpa kecelakaan lalu lintas. Kaki mereka patah dan kami ingin membawa anda bertiga ke Rumah Sakit." Ujar Killua.
Di rumah sakit...
Mereka telah sampai. Disana terlihat ayah Gon, Ayah Killua, saudara Killua, ibu Killua, Bibi Gon, dan Orang tua kedua anak yang berada dalam Ruangan.
"Ada apa ini? Ny. Himeragi? Ny. Komaeda? Tn. Himeragi? Tn. Komaeda?" Tanya kepala sekolah.
Kemudian pintu ruangan terbuka. Terlihat seorang gadis dan seorang lelaki berdiri.
"Ayah! Ibu!" Mereka memeluk orang tua mereka. Dan dibalas oleh mereka. Tanpa mereka sadari, mata dari anak anak itu berbeda.
"Ayah, apa hubungan kami dengan gadis itu? Kenapa kami dipanggil?" Tanya Milluki sang kakak kedua Killua.
"Danganronpa. Mereka telah meninggal. Dan di bangkit kan karena Danganronpa. Mereka benar benar anak anak yang kuat." Jawab Silva melihat Avrora dan Nagito.
Bersambung...
Apa sih itu Danganronpa? Disini Danganronpa adalah sebuah Kebangkitan yang tak terduga bagi keluarga Zaoldyeck dan Freecss. Hal itu kadang baik kadang buruk. Danganronpa sisi hitam nya dan sisi putih nya bisa dilihat dari sifat mereka. Di pagi hari, mereka akan baik hati dan senang. Namun malam hari, mereka akan kehausan darah dan membunuh dengan cara tersendiri.
YOU ARE READING
Kakak Selalu Ada Untuk Ku
Mystery / ThrillerKakak yang selalu ada disaat aku sedih, bahagia, dan tragis.
