One Sided Love

14 1 2
                                        


... Saat orang yang kau cintai
Memintamu mencintai orang lain ...
.
.
.

“Rara...” panggil seorang pemuda tampan dengan kemeja birunya. Gadis yang merasa dipanggil menoleh.
“Kenapa kak?” tanyanya.
“Ayo!" Pemuda dengan kemeja biru
–Dikta – menarik tangan Rara.
“Kemana kak?”
“Ada yang ingin kakak ceritakan padamu”.

Jujur saat ini Rara sedikit kesal dengan sikap Dikta yang menariknya secara paksa. Namun jauh di dalam lubuk hatinya dia merasa sangat senang, karena -   
       

~Rara sudah lama menyimpan perasaan yang berbeda kepada Dikta~

Disinilah mereka sekarang,
Taman Belakang Kampus

Duduk berdua dibawah sebuah pohon oak menikmati semilir angin yang menggoda wajah mereka.

Rara POV
‘Ada apa kak Dikta mengajakku kemari?
Apakah dia ingin menyampaikan perasaannya padaku?’

Pertanyaan itu terbayang-bayang di dalam otak Rara.
Membayangkannya saja membuat rona merah muda di pipi gadis manis itu.

“Rara…”
Suara Dikta menghancurkan khayalan indah Rara.
"Kenapa kak?” tanyanya antusias.
“Kau tahu ada seseorang yang menyukai –lebih tepatnya mencintaimu sejak lama…….

DEG

‘Apakah kak Dikta benar-benar ingin menyampaikan perasaannya padaku?’

...dia selalu memperhatikanmu, mengagumimu dan tanpa kau sadari dia selalu berada didekatmu...

Deg.. Deg.. Deg..

‘Oh Tuhan kalau aku sedang bermimpi , tolong jangan bangunkan aku’

… ya Fatih, sahabat yang paling kakak sayangi. Dia sudah lama menyukaimu, Ra..”

DEG… DEG..

Kali ini hati itu bukan berdetak karena bahagia melainkan benar-benar sakit. Seperti ada ribuan jarum yang menusukmu sampai ke hulu hati.
‘Kali ini dia benar-benar ingin Tuhan membangunkannya agar tidak merasakan sakit ini’

“Yak Rara! Daritadi kau tak mendengarkan kakak?”
“Eh t-tidak… Aku mendengarnya kak”
Tanpa gadis itu sadari setetes airmata turun membasahi pipi putihnya.

Tak tahukah kau –Dikta-  telah menyakiti
hati seseorang yang mencintaimu

“Eh? Kenapa kau menangis adik kecilku?” Dikta cukup terkejut melihat Rara menangis dan menangkup wajahnya.
“Tidak kak...” Mencoba tersenyum di hadapan Dikta
“Jadi bagaimana? Kakak sangat menyayangi Fatih seperti saudara sendiri. Dia sudah lama menyimpan perasaan ini padamu.. Kakak harap kau memikirkannya, Ra…”

‘Aku tak mencintainya kak, Aku hanya mencintaimu...’

"Kakak sangat senang bila melihat kalian bersama. Karena kalian adik kecil yang paling kakak sayangi.
Hmm?” Dikta memeluk Rara.

‘Ini sangat sakit kak

Rara mengangguk kecil dalam pelukan Dikta. Tanpa Dikta ketahui, Rara menangis dalam diam.

Terkadang ada saatnya kau mencoba mencintai orang lain
Disaat orang yang kau cintai tak pernah mengetahui perasaanmu
Dan disaat orang yang kau cintai bahagia melihatmu
bersama orang yang dia sayangi

“Terimakasih Rara…
Kau memang adik kecil yang paling kakak sayangi "

  ‘Aku akan mencoba untuk menyayanginya kak, Untukmu..
Hanya Untukmu, orang yang paling kucintai..
Tak apa cintaku bertepuk sebelah tangan, Jika itu membuatmu bahagia.

.
.
.
.
.

FIN

N/B : Cerita ini terinspirasi dari kisah pribadi teman saya, hehe

- AnDwiRa 🌸

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 08, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

One Sided LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang