Alana Clay

154 17 8
                                        

Bruk. Alana terjatuh. 5 detik kemudian dia langsung kembali bangkit berdiri. Dia sedang buru buru, dikejar waktu, 10 menit lagi bel masuk berbunyi dan dia masih berada didepan cermin, mengikat rambutnya yg panjang bergelombang dibagian bawah

Alana terlambat bangun, bukan karena dia lupa menyetel alarm tadi malam, alarmnya hidup tadi pagi untuk mengerjakan tugasnya membangunkan Alana, tapi perempuan itu tidak juga bangun dikarenakan dia masih mengantuk. Dia baru bisa tertidur jam 1.30, bukan karena banyak tugas tapi entah kenapa dia tidak bisa tidur tadi malam.

Molly, kucing kesayangan Alana yang membangunkan perempuan itu. Molly menggesekkan bulunya yg lembut ke telapak kaki Alana segingga Alana terbangun dari mimpi indahnya

Setelah mengikat rambutnya Alana langsung berlari turun kebawah, meneguk susu diatas meja makan dan mengambil sepotong roti lalu lanjut berlari menuju mobilnya. "Alanaaaa sarapan dulu ih, mamah udah cape cape masak". Sarah mengomeli anak semata wayangnya. "Udah ga keburu lagi mahh, ntar siang aku makan yang banyak deh mamah masak yg enak yaa". Jerit Alana sambil membuka pintu mobil. Meletakkan tasnya di jok sebelah kiri, lalu memutar ke pintu sebelah kanan dan langsung menghidupkan mesin mobilnya. 10 detik setelahnya mobil Alana sudah tidak terlihat lagi

***

Alana tiba disekolah 7 menit setelah bel berbunyi. Alana bingung, dia pasti akan berjumpa dengan guru bk kalau dia masuk dari pintu gerbang utama. Tangan Alana gemetar dia tidak bisa berfikir sampai dia ingat pesan dari seorang temannya yang bisa dibilang sedikit berandal , Toni namanya, dan Toni bersabda "wahai kalian murid murid yang telat, janganlah coba coba masuk dari pintu depan. Jika kamu masuk dari pintu depan maka tamatlah hidupmu dan kamu hanya akan menjadi kenangan satu sekolah, dikarenakan terdapat beberapa malaikat maut yang akan menunggumu dipintu gerbang, maka putarlah kendaraanmu ke pintu belakang, niscaya kamu akan selamat jika masuk dari sana"

Alana langsung memutar stir mobilnya, sedikit cepat mengendarai mobilnya sampai dia sampai dipintu belakang. Dia segera memarkirkan mobilnya di warung mbok jum. "Mbok titip ya". "Iya non monggo".

Tanpa pikir panjang Alana langsung berlari menuju kelasnya. Keberuntungan berpihak padanya, dalam perjalanan menuju kelas dia tidak menjumpai seorang guru pun dan kelas belum dimulai

"Dari mana aja lo Al? Kok tumben telat, kesingan? Atau macet?". Tania sahabatnya langsung menyerbunya. "Buk sukma belum masuk kan Tan?". Alana tidak menjawab pertanyaan Tania dan langsung menanyakan buk sukma. "Belum kok Al, masih aman dah lo haha". Sahut Tania. "Bagus dah, udah khawatir banget gue haha. Eh ada Indah, apa kabar ndah hehe". Alana langsung melihat ke arah Indah, dia sudah tau daritadi kalau Indah ada disebelah Tania tapi dia ingin sedikit berbasa basi dengan sahabatnya itu. "Tai banget deh Al, ga temen ih". Indah memasang wajah sedih sedemikian rupa. "Ah Indahhh, temen donggg, uuuu gemayy peluk ah". Alana langsung menyerbu Indah dan mereka bertiga berpelukan layaknya teletubies. "Alay banget ga si kita Al". Tania membuka mulut. "Hahaha". Alana tertawa

***

Alana sedang berada diruangan berwarna soft blue. Ruangan ini kamarnya. Dia sedang mendengarkan lagu kepunyaan the chainsmokers dari earphonenya. Alana selalu suka barang yang berdasarkan warna biru muda. Dia menyukai warna itu sejak kelas 2 SD, waktu itu dia sedang tiduran diatas rumput hijau yang indah bersama sahabat masa kecilnya Tiara, mereka melihat langit yang terbentang indah, dengan sedikit awan yang menghiasinya. Alana memandanginya terus hingga 30 menit mereka mengamati langit dan disaat itulan Alana jatuh cinta pada warna biru

Dia merindukannya. Merindukan sahabatnya. Sahabat masa kecilnya. Mereka telah bersama dari TK sampai kelas 8. Pada semester 2 kelas 8 Tiara pindah. Dia menjauh. Sangat jauh. Tiara pindah ke London, ikut dengan orang tuanya yang dipindahkan pekerjaan. Alana sangat menyayangi sahabatnya. Sejak Tiara pindah tidak ada komunikasi lagi diantara mereka, Alana sudah berulang kali mencoba menguhubungi sahabatnya ketika kecil itu, tapi Tiara seakan menjauh, entah apa yang membuat Tiara langsung berubah sedemikian rupa, entah apa yang membuat Tiara menjauhi Alana, selama semester kedua kelas 8 sampai tiba kelas 9 Alana selalu sendiri, selalu merasa sepi. Bukan karena tidak ada yang mau berteman dengannya, hanya saja hanya Tiaralah yang bisa membuatnya tertawa lepas. Sampai ketika SMA dia bertemu dengan Indah dan Tania, dan saat itulah akhir dari kesedihan Alana. Dia mendapatkan sahabat baru nya. Sampai sekarang tidak ada kabar dari Tiara. Tiara mengganti semua akun sosial medianya tanpa Alana tau.

*******************************************

AlanathDes histoires addictives. Découvrez maintenant