Chapter 00

2K 226 101
                                        

Dia berbeda, tapi juga tak istimewa. Dia Indah, tapi juga tak sempurna. Dia, jika aku hanya dapat mengucapkan satu kalimat untuknya. Aku akan mengatakan, bahwa aku mencintainya.-Jungkook

Dia, bocah bedebah tak tau tata krama, apakah dia tidak ada pekerjaan lain selain mengikutiku. Tapi, dia tak seburuk yang kukira. Sisi lainnya membuatku jatuh padanya. Tapi aku takut yang sudah ku kubur dalam-dalam terulang.-Namjoon












"Nde? Guru bimbingan? Tapi bukankah memberikan hal semacam pelajaran tambahan seperti itu kewajiban wali kelas?" Ujar Namjoon, tidak suka dengan keputusan sepihak yang dikeluarkan kepala sekolah.

"Tapi ini sudah keputusan pihak sekolah, dan orang tua siswa juga setuju jika kau yang memberikan pelajaran tambahan pada siswa Jeon Jungkook kelas 3-3" ucap kepala sekolah final.

"Ahh, tapi kepala sekolah saya tid-"

"Terimakasih atas ketersediaannya Kim Saem, anda akan memberikan pelajaran tambahan mulai besok sepulang sekolah, tentang tempatnya, anda bisa diskusikan lagi dengan siswa. Dimana tempat yang nyaman" potong kepala sekolah agar Namjoon tidak bisa menolak kehendaknya.

Namjoon melangkah lesu keluar dari ruang kepala sekolah, yang benar saja baru satu minggu ia di sahkan menjadi guru tetap di sekolah itu, sekarang sudah harus mengajar murid yang terkenal berandal dan suka membuat onar. Dia hanya ingin menikmati hidupnya dengan damai, bukannya malah berurusan dengan bocah bedebah yang berpikir bahwa semua dapat diselesaikan dengan uang. Benar-benar pagi yang sial.









"Apa! Lagi?! Eomma dan appa menyerah saja, aku tidak mau mengikuti kegiatan belajar tidak berguna seperti itu."ujar jungkook.

"Sudahlah eomma, itu percuma saja. Lebih baik eomma gunakan uangnya untuk bibi Kang yang terlilit hutang." Ujar Wonwoo sakartis yang kemudian dihadiahi tatapan sinis Jungkook.

"Jungkook-ah apakah kau tak mau seperti kakakmu?. Kakakmu begitu pandai, bahkan sekarang dia sedang mengajukan beasiswa ke Oxford dan banyak promotor besar yang menawarkan diri." Ujar Jeon Nami bangga pada Putra sulung nya ini.

"Ya...ya...Wonwoo Hyung kan memang anak tersayang, aku hanya sampah diantara para  porselen mahal." Jungkook menyampirkan tas nya dipunggung, kemudian berlalu begitu saja.

"Ya! Jeon Jungkook! Mau kemana kau? Eomma belum selesai bicara!" Teriak Eomma Jungkook saat melihat anak bungsunya itu melenggang begitu saja.

"Biarkan saja dia Eomma, dia tidak akan mau mendengar mu." Sahut Wonwoo kemudian melinggang pergi begitu saja, meninggalkan eommanya.

"Huft...." Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu memijit pelipisnya frustasi.

Continue or Delete?

Semoga ada yang suka sama cerita antimainstream ini,  yang jadiin Namjoon Uke😅
Bagi Namjoon stan yang gk suka kalo bias nya di jadiin Uke. Mending gk usah baca ff Antimainstream~

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 02, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Glowing Dark Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang