Titik Nol

25 1 0
                                        

Fallen
Modiffied 07.07.2022

-Langit-

"Jangan sampai kamu sayang sama aku na. "

Atmosfer langsung berubah saat Aru bicara kepada ku. Bukan karena hujan yang tiba-tiba turun di luar atau karena alunan musik di cafe itu yang berubah, hanya saja suasana tiba-tiba menjadi canggung .

"Kenapa? " Tanyaku seolah tak peduli dengan apa pun yang sudah aru katakan.

"Karena aku brengsek na, aku bisa kapan aja ngejatuhin kamu. Tapi kamu juga tahu aku bakal lebih hancur dari pada kamu. " Matanya seakan menerawang jauh menembus hujan, Aku hanya bisa tersenyum menatap keluar jendela berusaha mengalihkan perhatian dari perkataannya barusan. Aku tahu jika aku hanya menjadi sosok pengganti yang dengan bodohnya malah larut dalam permainannya.

Aku menyeruput kopi dihadapanku, sambil berusaha menarik nafas untuk menenangkan emosi tak penting ini. Kembali ku tatap Aru yang sekarang sudah kembali mengalihkan perhatiannya ke mata ku.

Aku tersenyum kecil sebelum berusaha lepas dari tatapan matanya yang pekat. "Ga akan, kamu bisa santai. Make it flow aja, lagian kita sama sama orang yang bebas dan ga suka dikekang. Kamu dengan segala sandiwara kamu dan aku dengan segala permainan dan topeng aku."

"Karina Pranadja, kamu bohongin diri kamu lagi sekarang." Aru menyeringai kecil didepan ku. Aku hanya tertawa nakal dihadapannya. "Oh ya? Jadi bagaimana seharusnya? "
"Ga ada yang ga pernah sayang sama aku na. Orang ganteng gini. " Aku mengedikan bahu sambil memutar mata dihadapannya.

And now I had fallen.

-Laut-

Namanya Samudra, sama seperti sifatnya yang diam perhatian lalu menghanyutkan, dekat dengannya sama dengan mendekati kehancuran.

Aku Karina Pranadja terjebak diantara dua mata menghanyutkan dengan perhatian kecil dari nya.

"Kanaa, ayo kerjain tugasnya."
"Kana, ga apa apa? Kamu hebat."
"Kana, ayo makan bareng."
Dan panggilan kana lainnya yang membawa ku terus terombang ambing ombaknya.

"Untuk apa kamu menaruh perhatian berlebih saat kamu tidak bisa dimiliki karena hati mu sudah tertaut padanya? Jangan membuat dilema." Aku selalu merutuk hal yang sama tiap melihat kelakuannya namun tetap luluh dengan tiap tutur manisnya.

"Kana aku sayang kamu tapi aku tau aku ga bisa milikin kamu. Kamu panggil aku laut maka kamu ikan pausnya jadi kita terus bersama." Ya aku ikan paus diantara ikan paus lainnya.

And I had fallen again.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 07, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

FALLENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang