a

128 23 14
                                        

"Stell, lo dipanggil Mingyu di rooftop."

Cewek bernama Stella itu menatap cowok berambut blonde yang kini duduk rapih dibangkunya.

"Oh, oke, makasih. By the way, sebentar lagi lo yang bakal dipanggil," balas Stella.

Cowok itu menunjuk dirinya sendiri. "Gue? Sama siapa? Kok lo tau?"

Stella hanya mengangkat bahunya lalu tersenyum, kemudian pergi menuju rooftop.

"Taehyung, lo dipanggil," ucap Namjoon selaku ketua kelas.

"Anjir, bisa baca masa depan si Stella," gumam Taehyung—cowok berambut blonde. "Sama siapa?" Tanyanya kemudian.

"BK."

Dan selanjutnya, hanya umpatan Taehyung yang terdengar.

Sedangkan di rooftop, Stella memandang cowok yang berstatus kekasihnya dengan pandangan kesal.

Cowok itu tersenyum, menampilkan gigi taring yang membuatnya sangat manis.

"Hei, maaf, ya?"

Okay, hari ini, cowok itu bersikap cuek pada Stella. Maka dari itu, Stella kesal padanya dan berujung dirinya yang meminta maaf.

"Gak capek minta maaf mulu, Gyu?"

Mingyu mengacak rambutnya sambil tersenyum kikuk. Ia mengikis jaraknya dengan Stella.

"Stop," ujar Stella saat tubuhnya hampir menempel dengan tubuh Mingyu. Detik itu juga, Mingyu menuruti perkataan Stella.

"Stell, tadi yang ngajar guru killer semua. Jadi, aku gak sempet baca chat kamu," jelas Mingyu.

"Kalau itu aku juga tau, Gyu. Gak maksain kamu bales di jam-jam pelajaran. Tapi, waktu aku dateng ke sekolah, kamu lewat samping aku sama temen-temen kamu tanpa nyapa aku. Terus tadi istirahat, kamu suruh aku nungguin kamu di kantin tapi kamunya gak dateng-dateng." Stella  mengalihkan pandangannya dari wajah Mingyu.

"Maaf, Stell."

Stella memukul dada Mingyu membuat pemiliknya sedikit memundurkan tubuhnya.

"Maaf mulu, bosen," kata Stella, kemudian cewek itu melangkahkan kakinya untuk meninggalkan rooftop.

Dengan cepat Mingyu menahan tangan Stella. "Jangan pergi. Lagian guru-guru sebagian ada yang rapat," ucap Mingyu.

"Sebagian, kan? Berarti belum tentu guru mapel aku sekarang rapat juga," tandas Stella dingin.

"Dih, ngeyel. Kamu pikir aku gak tau mapel kamu hari ini apa aja?"

Stella lupa. Mingyu tau segalanya tentang dia. Sampai mata pelajaran pun Mingyu tau.

"Tapi aku emang pengen ke kelas."

"Stell." Mingyu menatap lekat-lekat manik Stella. Ia kembali mengikis jarak keduanyam

"Gyu, ah! Udah, deh. Aku tuh sebel sama kamu. Gak usah bikin aku gagal marah," ucap Stella kesal.

Mingyu terkekeh lalu menangkup wajah Stella dengan kedua tangannya.

"Aku pastiin kamu gak akan pernah bisa marah lama-lama sama pacar kamu yang ganteng ini."

"Gantengan juga Sehun."

CHUP

Mata Stella membulat saat Mingyu mengecup bibirnya cepat. "Mingyu!"

"Apa? Minta lagi?"

Stella melepas kedua tangan Mingyu dari wajahnya lalu merenggut kesal.

"Stell, diem aku cium."

"Shit, shit, shit--"

CHUP

Benda kenyal itu kembali menempel pada milik Stella.

"Ngomong kasar aku cium," ucap Mingyu setelah melepas tautan singkatnya.

"Mingyu, kok lo nyebelin banget, sih!"

Dan bersamaan dengan ucapan Stella, Mingyu mengapit pinggang cewek itu lalu menarik cewek itu agar menempel dengan tubuhnya.

"Lo-gue, lagi, aku serang kamu di sini."

"Bodo, gak takut," sahut Stella acuh.

Mingyu mendekatkan bibirnya ke telinga Stella, "Aku gak main-main, loh, Sayang.."

Stella memilih acuh, sampai sesaat kemudian ia merasa geli pada pinggangnya.

"Gyu, ih! Geli!"

"Kamu yang nantangin."

Dan cowok itu pun menggelitik Stella tanpa ampun, membuat Stella menggeliat sambil berusaha menjauhkan dirinya dari Mingyu.

"Please, stop!"

"Mingyu!"

"Geli, Gyu!"

"Stop, dong!"

Ceklek

Sepasang mata itu membulat kecil saat melihat Mingyu juga Stella di sana. 

"Sorry, sorry. Lanjutin aja!"

Tbc

Gue lagi sayang banget sama Mingyu soalnya. So, gue bikin short story dengan starring Kim Mingyu.

Vomment ya 💕💕💕

relationshipStories to obsess over. Discover now