Chapter 1 : The Accident

72 15 14
                                        

Seorang wanita berambut hitam kecoklatan itu dengan sekuat tenaga berlari melupakan nafasnya yang kini terengah-engah. Derasnya hujan di Madison Ave ternyata tidak juga membuatnya menyerah. Memang tidak masalah. Hujan tidak pernah menjadi masalah baginya. Faktanya ia sangat menyukai hujan. Ia menyukai bagaimana hujan selalu menjadi pelarian terbaik bagi kesedihannya atau semerbak aroma tanah basah yang khas setelah hujan turun. Gadis itu bahkan dapat duduk berjam-jam hanya untuk menikmati hujan yang turun dari balik jendela kamar dan menyesapi secangkir teh ditemani musik low-beat kesukaannya. Tapi tidak kali ini.

' Sedikit.. Sedikit lagi, ' pikirnya tak perduli dengan blouse biru yang sudah kuyup dan semakin basah.

Klakson mobil yang berada di kemacetan seakan bersatu dengan suara hujan yang semakin deras di jalan itu. Jalanan cukup padat mengingat bahwa sore hari adalah waktu dimana semua penduduk Manhattan menyelesaikan semua aktifitas dan kembali ke rumah. Beberapa mungkin memutuskan untuk pergi melepaskan penat bersama teman-teman atau rekan kerja menuju pusat perbelanjaan dan tempat hiburan. Dari kejauhan sebuah bus berkecepatan tinggi sepertinya tidak menyadari kepadatan jalan yang terjadi saat itu. Bahkan saat beberapa detik sebelum bus tersebut mendekati jalanan yang padat, bus tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda memperlambat kecepatan hingga ...

Brakk~
Brakk~
Brakk~

Sebuah tabrakan beruntun tidak dapat dihindarkan. Kecelakaan tersebut cukup dahsyat sehingga dapat mengakibatkan dua mobil pribadi rusak dan seluruh penumpang bus menjadi korban. Kebanyakan tewas karena berusaha untuk keluar dari bus sebelum kecelakaan terjadi. Belasan orang yang saat itu berusaha untuk keluar melalui dua pintu bus yang kecil dengan rasa kekhawatiran dirinya menjadi korban pada akhirnya tetap tidak terselamatkan. Beberapa terkena pecahan kaca, dan sisanya terhimpit badan bus.

Gadis berambut hitam dengan baju blouse biru itu meremas kedua tangannya menyaksikan apa yang baru saja terjadi. Di hadapannya seorang perempuan cantik dengan mata terbuka seakan meminta tolong padanya, bermandikan darah dan pecahan kaca.

' Tolong aku .. Clark.'

Bukan hal baru saat gadis itu mendengar apa yang dipikirkan oleh perempuan cantik korban kecelakaan yang baru saja terjadi dan saat ini ada di depannya. Ya, dia mendengarkan apa yang perempuan itu pikirkan. Bukan, gadis itu bukan Clark. Gadis itu bahkan tidak mengenal siapa perempuan yang tengah sekarat ini. Namun ia yakin, siapapun Clark, ia adalah orang terpenting yang bahkan sempat terpikirkan oleh perempuan yang hampir mati di hadapannya. Sangat penting, bahkan terpikirkan hingga perempuan itu menghembuskan nafas terakhirnya.

' Aku .. terlambat lagi. ' ujar gadis itu dengan sepenuh hati mengutuk dirinya sendiri

 ' ujar gadis itu dengan sepenuh hati mengutuk dirinya sendiri

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

" Halo? Nona? Apa kau mendengarku? " suara bass seorang petugas kepolisian sontak menyadarkan gadis itu dari lamunannya

LightworkerWhere stories live. Discover now