Menulis Fiksi

221 6 1
                                        

Apa itu fiksi?

Fiksi adalah tulisan berdasarkan imajinasi. Jika cerita tersebut berdasarkan peristiwa sejarah atau fakta, maka disebut non-fiksi. Jika berupa karangan, maka disebut fiksi.

Secara etimologis, fiksi berasal dari bahasa Latin fictio yang maknanya: tindakan membuat, membentuk, atau mencetak.

Novel adalah fiksi. Dongeng juga fiksi.

Bersama puisi, fiksi merupakan cabang sastra yang berbeda dengan nonfiksi.

Liputan berita di surat kabar nonfiksi (bahkan jika berupa opini, tetap dimaksudkan untuk dibaca sebagai faktual). Ensiklopedia, biografi dan memoar juga nonfiksi.

Meski hanya karangan semata, fiksi yang baik sering tampak lebih nyata dari liputan surat kabar. Apakah Anda pernah membaca kisah fiksi di mana Anda terhanyut dengan karaker tokoh, merasa seolah-olah mereka adalah teman atau musuh Anda?

Bukan sekali dua aku menemukan pembaca buku yang melalui tahapan model Five Stages of Grief menurut Kübler-Ross: penolakan, kemarahan, tawar menawar, depresi, pasrah--setelah membaca kematian tokoh dalam sebuah novel. Atau, pernahkah Anda ingin berkunjung ke tempat khayalan—Sekolah Sihir Hogwart, misalnya?

Fiksi berisi fitur simbolis dan tematik tertentu yang dikenal sebagai manfaat sastra. Dengan kata lain, fiksi menceritakan sebuah cerita, yang bertujuan untuk sesuatu yang lebih besar dari sekadar cerita, berupa tanggapan signifkan terhadap isu-isu sosial, politik atau kemanusiaan

Meski karakter dalam cerita dan novel tokoh imajiner, namun mungkin saja terdapat kesamaan atau kemiripan dengan tokoh dari dunia nyata. Penulis yang trampil mengubah karakter tokoh-tokoh tersebut ketika 'mengadaptasi' mereka dari kehidupan yang sebenarnya.

Apa fungsi fiksi?

Fungsi fiksi adalah untuk menghibur, mendidik dan menginspirasi pembaca (dan penonton). Sastra secara umum dan fiksi khususnya mampu mengharubirukan emosi. Oleh karena itu, fiksi menyajikan 'pengalaman' di luar kehidupan sehari-hari para pembacanya, memberikan wawasan ke dalam kehidupan, perilaku, perubahan-perubahan dan peristiwa yang berhubungan dengan tokoh. Hal ini juga digunakan untuk menunjukkan kelemahan dan kekurangan dari masyarakat atau ideologi tanpa menyampaikan kritik secara langsung.

Sebaliknya, fiksi menunjukkan kelemahan dan mungkin menyarankan solusi secara halus. Singkatnya, fiksi dapat menjadi penyaluran emosi yang terpendam seperti kebencian, kemarahan dan ketidaksukaan namun dengan cara tak kentara tanpa menyinggung individu atau kelompok tertentu.

Dari mana datangnya fiksi?

Semua orang punya impian. Setiap manusia mampu menciptakan khayalan, terkecuali jika ada kerusakan fungsi otak. Mimpi tidak harus saat tertidur atau mata terpejam. Siang hari bolong Anda dapat 'bermimpi' senyata kehidupan yang Anda hadapi, versi alternatif yang berbeda dari realitas hidup yang Anda jalani.

Ketika Anda melihat seorang gadis duduk sendiri di kafe, mungkin Anda membayangkannya sedang menanti kekasih atau selingkuhannya, atau ia seorang mata-mata yang sedang menanti pembeli informasi rahasia yang baru dicurinya, atau ia seorang pembunuh bayaran yang ditugaskan membunuh sesorang: Anda.

Ia mendekat ke meja Anda dan duduk di kursi di depan Anda, menyelipkan sebatang rokok mentol di bibirnya yang semerah darah, menanti Anda menyalakan pemantik rokok sementara Anda mencium bahwa maut sudah begitu dekat...

Penulis terus mendaur ulang rincian kenyataan dengan berbagai cara dan menggunakan bermacam-macam perangkat bahasa. Segala hal yang terjadi dalam hidup dapat muncul dalam karya fiksi: sahabat yang hilang, sepotong percakapan, perempatan lampu merah, tajuk berita koran, cinta yang terpendam...

Catatan Tentang Fiksi (Menulis Mewujudkan Mimpi)Where stories live. Discover now