Choice 1

220 26 5
                                        

Hallo!! Fasya kembalii... aku baru pertama kali buat short story, semoga kalian suka ya dengan cerpen aku ini,

Let's go

●●●

"Udah dari tadi Al?" tanya seorang perempuan ketika sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah,

"Hm. Lama banget sih lo, ngapain aja di rumah?"

"Yee, si Alva ngambek. Gue beliin es krim deh," tangannya mencubit pipi Alva,

Alva berdecak. "Gak usah pake cubit-cubitan juga kali, Vita. Dan kalo lo inget, gue gak suka sama yang namanya es krim,"

Vita menepuk jidatnya, "oh iya, gue baru inget lo punya phobia sama es krim,"

"Yap, itu lebih tepatnya,"

Vita memberhentikan jalannya ketika sudah sampai di lorong kelas 12, yang otomatis Alva pun ikut memberhentikan langkahnya, "kayaknya gue gak akan masuk kelas lagi deh, Al,"

Alva mengangkat sebelah alisnya, "kenapa? Guru Matematika, lagi?"

Vita nyengir. "Tuh lo tau,"

"Sampai kapan lo mau bolos terus di kelas Matematika, Vit?"

Vita mengangkat bahunya. "Sampai gue bisa semua rumusnya, mungkin,"

Alva menarik lengan Vita secara paksa tanpa permisi, "lepas, Al, elu main tarik-tarik aja, emangnya gue kebo apa?" protes Vita seraya berusaha melepas tarikan Alva, tapi tenaga Vita terlalu kecil dibanding tenaga Alva,

Alva melepaskan tarikannya dari tangan Vita seraya berkata, "sorry, masuk sana, kalo mau bisa itu, ya, harus belajar bukannya bolos, Vita,"

Belum sempat Vita berbicara, Alva sudah melanjutkan perkataannya, "lo masuk sendiri atau gue temenin di dalem?"

"Gak usah, lo ke kelas aja sana, lagian kita juga beda kelas kali,"

Alva tersenyum kecil. "Gitu dong dari tadi, udah kelas 12, jangan males-malesan bentar lagi 'kan UN,"

"Iya, iya Alvano Daniel Pranata, otak lo 'kan encer kayak bubur cair, lah gue?" ucap Vita yang hampir mirip seperti pernyataan,

Alva lagi-lagi tersenyum melihat Vita yang mengoceh seperti kaleng rombeng, "dah, Vita, belajar yang rajin,"

"Dah, Alva, belajar yang rajin," balas Vita dengan meniru suara Alva tadi, lalu masuk kedalam kelasnya.

● C H O I C E ●

Vita berjalan keluar kelas berniat untuk ke kantin, tapi langkahnya terhenti karena panggilan dari Bu Fio, "Vita, boleh kemari sebentar?"

"Ada apa ya Bu?" tanya Vita,

"Boleh tolong bawakan buku itu keruang guru?"

"Baik, Bu," tangannya langsung mengambil setumpuk buku yang ada dihadapannya, "saya duluan ya, Bu," pamit Vita seraya memeluk buku tersebut,

Bruk

Dia ditabrak seseorang kala sudah sampai diluar kelas sehingga buku yang berada dalam pelukan Vita pun jatuh, "eh, sorry sorry, gue tadi gak liat," ucap Vita seraya membereskan buku yang berserakan di lantai,

Setelah buku tersebut sudah rapi kembali, Vita pun bangkit untuk melihat siapa yang tadi menabraknya, dan ternyata orang itu adalah Alva.

"Ah, taunya elu Al yang nabrak gue, kirain siapa," Vita kembali melanjutkan jalannya menuju ruang guru, tapi Alva mengikutinya dari belakang, "ngapain ngikutin gue?" tanya Vita yang menyadari langkahnya diikuti oleh Alva,

"Mau nganter elu lah, 'kan sekalian ke kantin,"

"Oh, ajak Gladis gak?" tanya Vita seraya menaruh buku yang tadi dia bawa diatas meja Bu Fio,

Alva mengangkat bahunya. "Terserah lo,"

"Oke, lo tunggu kantin aja ya, gue mau ke kelasnya Adis dulu," kata Vita yang diangguki oleh Alva,

Mereka pun berpisah di belokan antara belokan menuju kantin dan belokan menuju lorong kelas 12,

"Adis masuk sekolah gak, Na?" tanya Vita kepada salah satu teman sekelas Gladis,

"Tadi dia masuk, tapi pulang pas jam ke 3, gara-gara dia sakit, entahlah gue juga gak tau pasti, Vit," jelas teman Gladis yang bernama Raina,

"Oh, makasih, Na,"

● C H O I C E ●

"Vit," panggil Alva, tapi Vita masih dalam lamunannya,

Mereka sedang berada dikantin, mereka duduk di meja pojok yang ada dikantin. Tadi, Vita menjelaskan tentang Gladis yang pulang waktu jam pelajaran ke 3 pada Alva,

"Vitamin C," panggil Alva lagi,

"Ya?" sahut Vita, "nama gue Vita Ardhira, bukan Vitamin C,"

"Hampir mirip," Alva memberi jeda, "lo masih mikirin Adis?"

"Iya lah, Al. Ya, gimana gak kepikiran coba? dia gak ngabarin gue kalo dia itu tadi pulang waktu jam pelajaran ke 3 dan kenapa dia gak minta anter pulang aja sama lo?"

"Ya, udah sih suka-suka Adis. Kenapa lo gak coba telpon dia?" Alva memberi saran yang dari tadi tidak terpikir oleh Vita,

Vita tersenyum. "Iya, ya tumben lo pinter," katanya seraya mencubit pipi Alva,

"Mulai lo mah, cubit pipi mulu, gak ke gua, gak ke Adis, pasti lo cubit kalo lagi seneng, dan gue selalu pinter kali, gak kayak..." Alva mengantung ucapannya,

Vita melototkan matanya kearah Alva, "gak kayak siapa?" tanya Vita dengan ketus,

"Ampun, bro,"

Tangannya men-dial nomor Gladis pada ponselnya, tapi tidak ada jawaban dari Gladis di ujung sana, "gak diangkat, Al,"

Alva memasukan makanan kedalam mulutnya, "ya udah, lo ke rumah Adis aja,"

"Lo yang anter ya? Masa gak mau ngejenguk sahabat sendiri, sih," Vita menaik-turunkan alisnya,

"Nanti gue beliin es krim," lanjut Vita,

"Kalo es krim terus, nanti gue tambah gak mau anter elo,"

"Eh, iya, iya maap, tapi lo mau 'kan, Al?"

Alva memasang muka seperti tampak berpikir keras,

"Al, mau ya?" rengek Vita seraya melengkungkan sudut bibirnya,

"Hm,"

ChoiceWhere stories live. Discover now