Aku memicingkan mataku saat melihat Austin menghampiri Marissa saat Marissa sedang menaruh sesuatu di loker nya.
The next thing I saw is they're smiling at one another dan pergi dari sana bersampingan. Tapi tidak bersentuhan. Mungkin benar, Austin nervous jika dekat dengan nya, seperti yang dia bilang padaku.
"Admiring Austin Mahone, huh?" Suara Brian mengejutkanku.
Aku memasang muka malas, "Apa sih. Udah yuk."
Aku memang sedang menunggu Brian mengambil buku catatan di lokernya, sebelum akhirnya melihat Austin dan Marissa jalan berdampingan.
-----
Aku melipat kedua tanganku di atas meja dan menenggelamkan wajahku disana, sampai akhirnya Diana bersuara.
"Gak semangat banget sih Ref," Aku mengangkat kepalaku saat mendengar Diana berkata itu.
Aku juga tidak tau mengapa, sejak 'hampir' (Karna sejujurnya aku masih tidak yakin, kalau dia adalah dia.) mengetahui tentang siapa TheAMteam itu sebenarnya, aku jadi.. Tidak tau harus bagaimana. Apa lagi tadi melihat Austin bersama dengan Marissa.
"Aku ngantuk." Alibiku.
"Guys! Aku punya gosip baru!" Pekik Ashley.
"Apa?" Tanyaku.
"Austin mendekati Marissa Logan! Tapi bukan itu yang membuat gosip ini keren, jadi katanya, Marissa tidak terlalu menanggapi si Mahone ini." Tanpa sadar aku mendengarkan cerita Ashley dengan serius.
"Aku tidak melihat sesuatu yang sangat menarik dari ceritamu itu Ash, C'mon, tidak usah membahas mereka." Diana berkata malas sembari mengaduk-aduk minuman nya dengan sedotan.
Aku ingin protes, tapi langsung aku urungkan niat itu karena aku tidak mau mereka berfikiran yang tidak-tidak terhadapku.
"Ah, kamu nih, bergosip itu termasuk lifestyle anak remaja tau." Kata Ashley.
"Menurut ku itu lifestyle ibu-ibu sosialita." Bantah Diana.
"Guyssss. Itu lifestyle semua kaum hawa. Oke? Sudah." Aku melerai. Mereka pun diam. Brian yang sejak tadi hanya menyimak pun tiba-tiba tertawa.
Aku menyernyit heran, "Speaking of the devil. Orang nya datang." Brian berkata seolah mengerti mengapa aku menyernyit.
Aku dan Ashley sama-sama mengedarkan pandangan kami, dan di sanalah, di pojok, aku melihat Austin dan Marissa Logan baru ingin mengambil posisi duduk di tempat kedua teman Austin duduk bersama satu perempuan yang tidak aku ketahui namanya. Austin dan Marissa duduk bersebrangan dengan Alex, Zach dan cewek itu, jadi Austin dan Marissa duduk bersebelahan. Mengerti?
"Ngeliatin nya biasa aja kali Ref," Diana dan Ashley senyam-senyum gak jelas.
Aku memutarkan mataku, "Ugh, please."
-----
"Kamu yakin gak mau ikut? Julie ngundang kamu Ref." Untuk ke sekian kali nya Riley ke kamarku untuk bertanya apa aku benar-benar tidak mau ikut dengan nya ke birthday party nya Julie. Oh ya, Julie itu kekasih Riley.
"Iya aku tau Riley, tapi aku tidak bisaa, sumpah tugasku masih banyak. Kalau kau punya salah satu mantra milik Harry yang bisa mengerjakan semua tugasku, aku akan dengan senang hati pergi denganmu. Just tell her I said Hi and happy birthday." Kataku sambil terus menyalin jawaban di buku tulis dari Google.
"At least, look at me, apa aku sudah tampan?" Sekarang dia membuka lebar pintu kamarku, tadinya dia hanya mengintip dengan kepala.
Aku mengetuk-ngetukkan pulpenku di dagu dan melihat nya dari atas sampai bawah, "Kurasa sudah. Sudah keren juga. Sudah gih sana pergi." Aku kembali berbalik menghadap kertas-kertas yang tergeletak tidak jelas di meja belajarku.
YOU ARE READING
Known Stranger (Austin Mahone)
FanfictionAku gadis 15 tahun yang sangat biasa. Aku bertemu dengan orang asing di dunia maya, yang tanpa di duga bisa membuatku tersenyum di depan layar ponselku. Kami setiap hari bertukar kabar,bertukar cerita, dan masih banyak lagi. Sampai akhirnya salah sa...
