12:05:16// 23:45
Hallo, aku adalah seseorang yang menyukai sesuatu yang berbau dengan darah,....apa? Kau merasa jijik? Ahahaha....oh ayolah, itu bahkan tercium seperti aroma 'Vanila'. Saat ini usiaku 23 tahun, aku terlahir dari keluarga yang suram, ibuku bernama Kim Bo Kyung, ayahku bernama Park Bo Gum.
Saat itu, Selasa 05:05:02// 20:05
"Ibu, aku pulang!!!" lantang sang anak lelaki ketika memasuki rumahnya, ia melihat sekitar rumahnya sangat sepi, ia mencari keberadaan sang bunda, tetapi tak kunjung menemuinya, taman belakang? Sudah, dapur? Sudah, 'Kamar', sang anak lelaki tersebut lantas menuju kamar sang bunda untuk mencari keberadaannya. Ketika sang anak ingin mengetuk pintu kamar ibunya terdengar suara.
"Ib....."
"Uhmmm chagiii...mmmm fasterrrr ughh"
BRAKKK
"IBUUU!!!!!"
"Yoo....yoongi...a...ap...apa yang sedang kau la...lakukan"
Seketika sepasang kekasih yang tengah bercinta tadi kelabakan mencari selimut untuk menutupi tubuh mereka.
"Ibu, paman itu siapa? Mengapa dia ada di rumah kami? Mengapa paman dan ibu tidak memakai baju? Apa yang kalian lakukan?!" Ucap anak lelaki tadi secara bertubi-tubi
"Y..yo..yoongi, mmm...ibu..mmm..."
"KIM BO KYUNG!!!"
"Yeobo"
Seketika mata sang wanita tadi tertuju pada objek yang memanggil namanya dengan nada yang penuh amarah
"Dasar jalang sialan!!!! Beraninya kau membawa lelaki berengsek ini ke rumah ku!!! Pergi kau bajingan" ucap Bogum, sembari melangkah ke arah pasangan gelap tersebut dan...
Bughh
satu hantaman tepat mendarat mulus di pelipis lelaki selingkuhan itu, dan lantas lelaki itu pergi terbirit-birit takut terkena bogem mentah lagi.
Plakk
Satu tamparan lain untuk sang wanita tadi, yang tak lain adalah istrinya, dan sang istripun tak berdaya untuk melawan sang suami,
"Ye..yeoboo....ku mohon maafkan aku hiksss...ini tak seperti apa yang kau lihat hikss hikss" rintih Bokyung
"Yeobo? Cihhh!!!! Tak sudi ku mendengarnya dari mulut busukmu itu!!!!! Pergi kau jalang!!! Rumahku terlalu bersih untuk kau tempati!!! Dan ingat!!! Jangan membawa apapun dari dalam rumahku!!!!" Bentak sang suami sembari menyeret istrinya keluar kamar dengan paksa.
****
Yoongi Pov
3 bulan setelah kejadian itu, ibu dan ayahku resmi berpisah, dan hak asuh jatuh ke tangan ibuku, ku fikir setelah kejadian perselingkuhan itu, ibu sudah tak lagi berhubungan dengan lelaki berengsek itu, tetapi aku salah, justru ibu akan menikah dengannya.
1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 5 bulan. 5 bulan setelah pernikahan ibu dan ayah tiriku memang berjalan mulus, usaha ayah tiriku melejit, meskipun dengan cara yang busuk! Ku yakin kalian mengerti maksudku,
awalnya kehidupanku menyenangkan, ayah tiriku selalu bersikap baik padaku, membelikan apa yang aku inginkan, tetapi itu 'DULU' ketika usahanya belum bangkrut.
Saat itu Min's Project, perusahaan ayah tiriku mengalami kebangkrutan, lantaran tangan kanan ayah tiriku menghianati ayah tiriku, ia membocorkan kebusukan dari perusahaan Min's Project, hingga tak ada lagi perusahaan yang ingin menanamkan modal pada perusahaan ayah tiriku.
Mulai hari itu, ia terpuruk, ia sering berjudi, mabuk, dan pulang larut, tak jarang ia memukul ibuku, ibuku yang tak terima di pukul akhirnya melawan, hingga terjadilah hal yang membuat sekujur tubuhku rasanya melayang, 'lelaki itu' membunuh ibuku di depan mataku, ia menyayat tubuh ibuku, memisahkan lengan dan badannya, merobek mulutnya, memotong telinganya, mencongkel keluar bola mata ibuku, hingga darah membanjiri ruangan itu, tetapi ia tak sadar bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang menyaksikan kematian tragis sang bunda, sepasang mata itu adalah Min Yoongi. Diriku sendiri.
Setelah kematian tragis ibuku, aku selalu mendapat tindakan kekerasan dari ayah tiriku, ia sering kali memukuliku hingga tulang hidungku patah, di usiaku yang ke 12 tahun ia juga pernah melakukan tindakan kekerasan seksual padaku, aku takut, aku ingin berteriak dan mengadu, tetapi dengan siapa?,
Hingga saat usiaku beranjak 18 tahun, ia sudah tak lagi memukuliku separah dulu tetapi ia tetap berjudi dan mabuk, ia sering berkata kasar dan juga meludahiku. Aku ingat ketika ia menyayat tubuh ibuku, dan memisahkan bagian bagian tubuh lainnya, terlintas di benakku untuk melakukan hal yang sama padanya,
Hingga pada suatu malam 02:56 ketika ia sedang tidur, aku masuk ke kamarnya, suara dengkuran khas orang mabuk sangat terdengar jelas, bau alkohol pun sangat menyengat indra penciumanku, ku langkahkan kakiku perlahan untuk mendekatinya, ku usahakan agar tak mengeluarkan suara sedikitpun, dan ketika aku sudah berada tepat di hadapannya, ku ambil kain yang sudah ku tumpahkan obat bius dan ku tutup hidung dan mulutnya rapat-rapat,
"Mmmm...hhhh...mmmm"
Aku panik, peluh sudah membasahi sekujur tubuhku, aku takut ketahuan seseorang, hingga refleks aku menyikut tengorokannya dengan tangan kiriku, dan sudah tak terdengar lagi suara erangan, 'huftttt'.
Ketika keadaan sudah terlihat aman, ku seret tubuhnya menuju gudang belakang, tak lupa ku tutup mata dan mulutnya agar ketika ia bangun ia tak memberontak,
Ketika sudah sampai di gudang ku gantung tangannya,
"Eughh" lenguhan kecil terdengar dari lelaki paruh baya itu, dan Yoongi pun dengan perlahan melepas kain yang menutupi mata lelaki paruh baya itu
"Halo tuan" sapa Yoongi
"Mmmm...mmmm!!!" Lelaki itu melotot ke arah Yoongi sepertinya ia tengah mencaci maki Yoongi dalam gumamannya itu
"Shtttt....kau ingin bicara apa tuan?" Ucap Yoongi sembari mengayun-ayunkan tubuh lelaki paruh baya yang tengah tergantung itu
"Mmmm!!!! Mmmm!!"
"Aku tak dapat mendengarmu dengan jelas tuan Min Bung Joo yang terhormat" ucap Yoongi sembari mendekatkan wajahnya pada lelaki tua itu
"Kau ingat tuan? Saat kau memotong telinga ibuku? Hmm" tanya Yoongi dengan nada skartis
"Kau ingat saat kau merobek bibir indah ibuku?" Tanyanya lagi
"Bagaimana rasanya tuan? Apa menyenangkan?" Tanya Yoongi
"Mmmmmhhh!"
"JAWAB!!!!!!" Bentak Yoongi sembari menarik rambut lelaki tua itu hingga rontok
"Mmmhhh hikss mmmm"
"Ohh astaga kau menangis? Aku hanya menarik rambutmu tuan Min" ucap Yoongi lembut sembari mengelus pipi lelaki tua itu
"Kau tau? Aku sangat ingin melakukan hal yang sama ketika kau memutilasi tubuh ibuku, tetapi aku tak punya seseorang yang bersedia menjadi kelinci percobaanku, kau bersedia tuan Min?" Tanya Yoongi sangat lembut dengan nada merayu
"Mmmm....mmmmm" jawab lelaki tua itu dengan gelengan
"Ohh kau bersedia? Terima kasih banyak tuan Min" ucap Yoongi sembari memeluk tubuh lelaki itu
"Baiklah kita mulai dari mana?mmmm bagaimana jika kita mulai dari sini" ucap Yoongi sembari menyayat lengan lelaki itu
"Ini adalah ucapan terima kasih karna kau telah memukulku" ucapnya dengan eyes smile sembari menyat kulit lelaki itu hingga tulangnya terlihat
******
YOU ARE READING
My Doll [1001 Expression Of Pyschopath]
FanfictionTerdengar derap langkah kaki, ditambah sayatan pisau pada tembok yang mengeluarkan bunyi mencekam. Di tempat yang sunyi ini, membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarnya akan berdiri, "Mmmm....mmmmm" "Shttttt...jangan bersuara manis, nanti terdenga...
![My Doll [1001 Expression Of Pyschopath]](https://img.wattpad.com/cover/99280287-64-k928999.jpg)