Prolog

128 16 10
                                        

"Gue suka sama lo Ryl," kata Ado pada Shyeryl.
"Maaf Do, tapi gue gaboleh pacaran," balas Shyeryl.

"Gue suka sama dia Ki. Tapi sayang, gue ngga terlalu deket sama dia," bisik Bimo pada Dzaki--sahabat Bimo yang dekat dengan Shyeryl--sambil menunjuk kearah Shyeryl.

"Lo aneh," kata Ditya pada Shyeryl sambil tertawa meledek.
"Iiihh Dityaa!!! Nyebelin banget sih lo," kata Shyeryl sambil memelototi Ditya yang sedang tertawa terbahak-bahak.

Begitulah suasana sekitar Shyeryl. Karena tingkahnya yang pede dan periang, itu yang membuat sebagian cowok-cowok di kelasnya tertarik padanya. Ia tidak sombong. Sangat ramah. Murah senyum. Murah tertawa(Ngeheq). Sangking ia murah tertawa, bahkan jika ada temannya yang sedang melucu namun garing pun tetap ia tertawakan. Karena menurutnya, menghargai seseorang sangatlah penting. Bagaimana kita akan dihargai kalau kita tak menghargai seseorang duluan? Pikirnya.




----●----

Ingin tahu kelanjutannya? Kuy ikuti terus ceritaku yang absurd ini. Jangan lupa vomment dan tambahkan di perpustakaan kalian ya. Terimakasih. Peluk cium-Rani

LatentMga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon