01

348 25 3
                                        

-jika ini bukan takdir,coba lihat mana ada pelangi yang bersedia menyaingimu?-

...

Part pertama saat aku ingat tubuhku berkali kali dijamah banyak orang di klub malam,setiap malam pula aku pulang dengan muntahan di tepi jalan,sehelai kain selalu sama setiap hari,tanpa perbedaan hanya saja ada banyak bekas kecupan yang mati matian kututupi saat pulang pergi dengan taksi.

Mereka-kadang yang seringkali melihat juga seringkali bertanya apakah aku sedang merasa tak enak badan,aku hanya bisa menjawab seadanya dan sembunyi sembunyi,jika kupikir dunia ini begitu indah saat pertama kali aku menangis,aku telah salah.

Dunia telah benar benar jahat.

Jeonsan,kamu masih terperangkap dalam cerita lama,kisah lama yang belum berhenti.

                                   +

"Sshh,coba cari tempat lain,jangan di leher"

"Aku tak pernah membayar untuk mendengarkanmu memerintahku,siapa kamu sayang?"

"Ah! Mingyu!"

"Kamu bahkan selalu tunduk,ini cerita lama,sebuah cerita yang belum pernah selesai"

Masih menyesap lehernya begitu dalam,bekas keunguan itu terbentuk karena bibir lihai mingyu yang memainkannya.

"Kamu selalu siap kan? Ayo mulai"

"Ahk! Ah ah"

"Sialan,nonu!"

Itu panggilanku tuan,aku bersamamu.

...

"Bayaranmu nu,besok aku kembali lagi"

Mingyu selalu melempar,menampar bahkan memukul semua yang ia benci,aku juga termasuk.
Haha ini hal basi yang selalu menghampiri pria pria dengan tubuh yang berakhir pada satu club dengan lampu yang tidak terang sinarnya,kamar mewah yang benar benar nyaman namun berbau dosa dan hal hal keji.

Aku sendiri tidak tau bagaimana caranya mati tapi selalu mencoba untuk mati,pertama tama yang jadi impianku adalah menjauhi mingyu dan kedua adalah meraih neraka.

Itu sebuah kata kata lama yang kupuja,aku lebih berpikir bagaimana aku dirampok di taksi atau bahkan mingyu tidak merasa puas saat bersamaku lalu kami sama sekali tidak pernah kenal lagi.

Tapi rasanya mustahil,sialnya ia terlalu kuat dan terlalu kukuh,aku miliknya-katanya.

Nonu,itu sebuah nama lucu yang selalu ku berikan pada mingyu,katamu nonu adalah sebutan sebuah laki laki pada pacar prianya saat ia merasa begitu jatuh cinta,tapi apakah mingyu jatuh cinta?

Tubuh nonu adalah kecintaannya.

Sakit sekali saat tau ia selalu pergi dan bermain dengan soju,kamu bahkan tidak pernah tau betapa bahayanya whiskey dan champagne yang tiap hari kau teguk,mingyu.

Coba dengar aku,aku rasanya muak,saat kau bicara,menciumku atau bahkan saat kau memasukkan lidahmu untuk berperang bersama aku benci mencium bau itu,tak pernah usai rasanya.

Mingyu,apakah yang kau pahami dari dunia?

Tidakkah itu sama seperti neraka? Dengan versi berbeda?

Neraka lebih hangat,dunia masih punya dinginnya yang juga membunuh.

Mingyu,ayahku bilang laki laki itu selalu brengsek,meninggalkan beban pada wanita terlalu banyak sampai sampai ayahku menangis saat ia tau ibuku terlalu lelah bangun pukul dua pagi hanya karena tangisan anak anaknya.

Tapi apakah kamu pernah terlalu brengsek selama hidupmu?

Apa itu? Coba ceritakan sedikit padaku..

                                   +

"Nonu,ayo pulang,kamu perlu istirahat"

"Tidak han,aku tak apa"

"Nonu ini aku jangan takut"

"Jeonghan..tidak."

"Jangan menangis,nu"

Ia mengusap luka itu,jeonghan selalu berada saat titik itu terjatuh,selalu saja ia berhasil membalut lukanya.

Ia terlalu baik,seungcheol pasti begitu brengsek.
Jeonghan begitu kuat.

"Ku bantu berdiri sebelum kau jatuh"

Ia menggapai tanganku tapi tak sampai,aku belum mau berdiri.
Enggan rasanya bangkit Lagi.

"Seungcheol itu, apa ia begitu brengsek?"

Ia terkejut tapi senyumannya kembali muncul,dengan hangat kemudian menyapa lembut wajah nonu.

"Ah sudahlah,yang lalu lalu hanya jadi angin pergi yang berhembus,ayo"

"Tapi lain kali ceritakan padaku seperti apa dia"

"Jika aku sanggup ya,soalnya ia begitu mengesankan"

Tapi aku tau jeonghan, mengesankan dalam artimu itu adalah sebuah kata kata menyakitkan yang kau balut sendiri,kau tak bisa membiarkanku masuk? Setidaknya sekali saja.

Membenarkan perbanmu,sekalipun aku tak bisa membalutnya seperti kau membalutku.

Seungcheol,mingyu..

Ah,yang dibawah pasti yang disiksa.

Nonu dan hannie.

Sebuah nama yang sama sama cantik tapi disia-siakan.

Perih rasanya.

...

Hei,ini nonu..
Sebuah cerita lama mu,apa kau masih bersedia untuk mengingatnya?
Tidak lebih buruk dari membuka luka yang belum kering,tapi ini lebih baik daripada pergi dengan mudah.
Kau waktu itu berpesan padaku agar aku cepat kembali tapi nyatanya kau yang pergi tanpa kabar.
Mingyu,ingat aku kan?
Katanya desahanku paling bagus,iyakan?
Aku pasti begitu bagus menebak,aku paling handal.
Yah air mataku menetes,hei aku harap kau membacanya meskipun aku tidak akan menemukanmu lagi.
Soal janji dimasa lalu,itu hanya bualanmu kan?
Aku tau..
Selamat datang lagi,mingoo.

...

If u don't mind please support this fict hehe,thanks:*
.for the next chapter please give any comments and if u like this please click vote \(>o<)/

SerenityWhere stories live. Discover now