1. He's hadsome, absolutely!

519 45 11
                                        

****

Seorang namja manis bersurai hitam tampak sedang membolak - balikkan sebuah majalah di tangannya dengan santai. Bibir tebalnya sesekali menggumam saat menemukan hal yang menarik dari majalah fashion itu.

Ia adalah Kim Seokjin, namja cantik berusia 24 tahun yang berkerja sebagai seorang fotografer. Namun meski begitu ia hanya akan memotret hal-hal yang menarik perhatiannya. Dan, cukup sulit menarik perhatian seorang Kim Seokjin,  sungguh.

" honey, apa kau melihat dasiku yang berwarna hitam ?  Aku tidak bisa menemukannya "

Atensi Seokjin pada majalah itu hilang begitu saja ketika suara bass lembut menyapa indera pendengarannya. Segera ia turunkan kedua kakinya yang semula terlipat di atas sofa, berjalan mendekati sumber suara setelah sebelumnya meletakkan majalah itu  sembarangan.

Apa aku berkata sulit untuk menarik perhatian Seokjin?  kalau begitu aku ralat, ada satu hal yang akan selalu bisa menarik perhatiannya.

" Aku sudah mencarinya di lemari, tapi dasi itu tidak ada " suara itu kembali terdengar, kali ini bersamaan dengan sang pemilik suara yang sudah berdiri di ujung tangga dari lantai dua.

Seokjin tersenyum lembut , dialah hal yang bisa menarik semua perhatian Seokjin. Kim Namjoon, sang kekasih yang sudah menemaninya hampir selama 7 tahun terakhir. Namja berusia 25 tahun itu telah menjadi pusat dari seluruh perhatian Seokjin.

" yakin sudah mencarinya baik-baik? " ujar Seokjin sambil merapikan lipatan kerah sang kekasih.

" ummm.......mungkin......?" kali ini Namjoon memamerkan cengirannya,  membuat dimple di kedua pipinya semakin terlihat.

" tsk.....kau ini " Seokjin memukul dada bidang Namjoon main - main.

" jadi.......bisa bantu aku mencarinya? "

" aniyo,kau sudah tampan seperti ini saja " Seokjin melingkarkan tangannya di leher Namjoon. Menghirup aroma maskulin khas yang sangat ia sukai dari jarak yang lebih dekat.

Dan tentu saja ia tak bohong saat mengatakan bahwa Namjoon itu tampan. Karena memang begitulah kenyataannya.

" benarkah? Apa aku setampan   itu?" Namjoon balas memeluk pinggang ramping sang kekasih dan mendekatkan wajah mereka. Bahkan dahinya sudah bersentuhan dengan milik namja cantiknya itu.

Seokjin itu suka digoda, dan Namjoon tahu itu. Menjalin hubungan semenjak Senior high school dan hidup bersama hampir 4 tahun lamanya membuat mereka memahami sifat dan kebiasaan satu sama lain.

" jangan coba-coba joonie~ "

" mencoba apa heumm?"

" sudahlah, segera sarapan dan berangkat ke kantor.  Hoseok pasti akan marah - marah jika tidak menemukanmu di ruang rapat 1 jam lagi" ujar Seokjin sambil melepas pelukannya.Ia berjalan terlebih dulu ke ruang makan diikuti Namjoon di belakangnya.

Menyiapkan seporsi panekuk madu dan segelas susu untuk Namjoon yang sudah menempatkan dirinya di meja makan.

" gomawo " Namjoon menerima makanan itu dengan senyum tulusnya.

Kemudian hanya terdengar suara garpu dan piring yang berbenturan ketika Namjoon menikmati sarapannya. Di hadapannya ada Seokjin yang mengamati dalam diam. Dan entah apa penyebabnya hinga senyum di bibir Seokjin terus saja terkembang.

Wajah tampan di hadapannya ini benar-benar membuatnya jatuh cinta berulang kali. Garis rahang yang tegas, mata tajamnya dengan lensa sepekat malam, hidung mancung, dan bibir tebal yang selalu bisa ia bayangkan rasa manisnya. Bahkan jika ia disuruh untuk memandangi pahatan sempurna itu seharian penuh pun rasanya ia tak akan bosan.

7Donde viven las historias. Descúbrelo ahora