"Oh, begitu! Jadi, kamu tidak mau kita hidup bersama?" Tanya wanita itu sambil meminum segelas wine perlahan-lahan.
"Tentu, Aku mau," Pria itu mengambil napas dalam-dalam, "hanya saja, tidak perlu berbuat sejauh ini." lanjutnya sambil menggapai lingkar pinggang si wanita.
"Baiklah, aku mengerti. Kalian semua sama saja! Selalu saja membela wanita gila itu!" jawabnya sedikit berteriak seraya melepaskan tangan si pria yang mengelilingi lingkar pinggangnya. Wanita itu masih meminum wine dengan emosinya yang semakin memuncak.
"Ambisimu itu terlalu membahayakan, mari cari jalan keluarnya? Atau kau bisa berhenti!" Si Pria mencoba menenangkan wanitanya dan mengambil wine dari tangan wanitanya.
"Baiklah, di sini aku yang naif. Terlalu mempercayakan semuanya kepadamu. Padahal, kau tidak akan pernah melakukan yang kuminta." Wanita itu menepuk pundak prianya sesekali dia menunjukan senyum getirnya.
ESTÁS LEYENDO
Face The Reality
AcciónKebaikan yang kalian tunjukan hanya sebuah formalitas yang ujungnya menyakitkan.
