1. Dia

51 2 3
                                        

-lintang pov-

Entah sejak kapan aku menyukainya,entah sejak kapan tawanya menjadi sesuatu yang sangat ku suka,entah sejak kapan tawanya menjadi hal yang ku cari-cari setiap saat,entah sejak kapan kupuja dirinya

"lintang....." suara itu membuyarkan lamunanku,suara yang ku tunggu-tunggu setiap waktu
"haha..sejak kapan sahabat gua suka ngelamun?"tanyanya sambil tertawa,aku tertegun sejenak
"apa sih lu lev,gua ga bengong ko" aku mengelak.
"lu ga bisa ngelak lintang sayang..." jleebbb..kata-kata itu mampu membuatku diam mematung,bahagia,itu yang kurasakan saat ini,ingin rasanya meneriakan hal itu kepada dunia

"lintang heiii... Lintangg" aku tersadar "ee.. h, apa lev? " aku gugup, sangat gugup
"gua udh manggil lu berkali-kali, tapi lu malah bengong, lu knapa si tang" nada khawatir terdengar jelas di suaranya

-levin Pov-

Aku melihat lintang terbengong di kursinya, dia terlihat sangat menggemaskan saat sedang seperti itu, aku terkehkeh pelan sambil menghampirinya
"lintang....." panggilku, kulihat dia sedikit kaget, tapi terlihat tambah menggemaskan
"haha..sejak kapan sahabat gua suka ngelamun?" aku menegurnya saat kulihat dia mulai rileks, aku tertawa.
"apa sih lu lev,gua ga bengong ko" aku tau lintang mengelak

"lu ga bisa ngelak lintang sayang..." ucapku spontan, detik berikutnya lintang mematung, diam tanpa kata untuk beberapa saat, aku takut, aku khawatir, entah udah berapa kali aku memanggilnya
"lintang heiii... Lintangg" aku semakin khawatir
"ee.. h, apa lev? " dia terlihat gugup
"gua udh manggil lu berkali-kali, tapi lu malah bengong, lu knapa si tang" nadaku masih terdengar khawatir.
"emmm sorry soalnya gua banyak pikiran, jadi bengong mulu" ucapnya sambil tersenyum, senyumnya sangat manis, sangat-sangat manis, entas sejak kapan aku mulai menyukai senyuman itu, senyuman yang membuatku tidak bisa tidur saat malam tiba, aku harus apa?, aku mencintainya, tapi dia sahabatku, aku bingung.
"lah sekarang lu yang bengong, gmana sh" nada sinisnya membuyarkan lamunanku "gua bukan bengong tang, tapi lagi bingung" ucapku asal
"bingung? " sekarang dia yang berubah bingung "lu bingung knapa lev?" lanjutnya dengan nada yang masih bingung
"lagi bingung aja, ko bisa cwe se santai lu banyak pikiran " aku terkehkeh.
"ya kali gua ga punya pikiran" dia tertawa

Ting... Ting... Ting...
-Author pov-

Bel masuk berbunyi, berhubung kelas lintang dan levin berjauhan, akhirnya levin pamit pada lintang karna sudah masuk
"gua ke kelas dlu ya nyuk" 'kunyuk' adalah panggilan sayang levin pada lintang (orang sunda pasti tau artinya apa, haha)
"yaudah sono, ntar lu di marahin guru, nyalahin gua lagi" jawab lintang tanpa menoleh ke arah levin, kekecewaan menerpa levin 'apa mungkin lintang cuma nganggep gua sebatas temen aja' ucap levin dalam hati
Levin menuju kelasnya dengan muka masam, dia khawatir jika rasanya pada lintang itu salah

-------***------

-Lintang pov-
Ini udah jam pulang tapi knapa levin gak datang juga menjemputku apa mungkin dia marah padaku, tapi apa salah ku?
Beribu pertanyaan dalam benakku saat sudah hampir 1jam aku menunggunya, biasanya dia yang menungguku, apa mungkin terjadi sesuatu padanya? Pertanyaan bodoh itu membuatku khawatir, tiba-tiba ada notifikasi di handphoneku
Pesan singkat ternyata, aku membukanya

From:levin
Sorry tang, gua ga bisa bareng lu, gua mau nganterin tmen gua dlu, lu pulang sendiri aja gpp kan?

From:me
Lu knapa baru bilang sekarang sh, gua udah nunggu lu sejam tau ga, sejam!

Aku marah padanya dan memutuskan untuk pulang sendiri, karna memang harus begitu, 'levin tak memikirkan aku sekarang, mungkin dia sudah punya pacar dan melupakanku'

Sempat ku tepis pemikiran itu sesaat sebelum motor levin lewat
Dah yang tak ku sangka adalah dia membonceng seorang wanita, dia sangat cantik, sangat-sangat cantik, tak terasa air mataku menetes di pipiku
Sakit hati? Pasti, dan sangat sakit,saat ku lihat wanita itu memeluk levin sambil tertawa.

Aku sudah sampai di rumah, tapi aku tak bisa membendung tangisanku, aku berlari kekamarku aku menangis tak henti-hentinya

Forever YoursTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang