Prolog

19 4 0
                                        

Aku kaget saat terima sms dari Kang Ikbal. Ia hendak menjadikanku pemimpin di sebuah divisi di lembaga dakwah kampus. Aku merasa belum pantas, aku tak terbiasa ngobrol didepan orang banyak, bahkan mungkin ini akan menjadi pertama kalinya aku memimpin sebuah kelompok.

Kalau dilihat selama aktif di divisi mentoring, memang aku yang paling aktif untuk ikut-ikut kegiatan dibanding yang lain. Tapi apakah bisa kalau aku memimpin divisi ini? Aku tidak tahu apa-apa dan tidak ada pengalaman sama sekali.

Setelah berbincang-bincang banyak dengan Kang Wahid. Ia meyakinkanku pasti bisa memimpin divisi ini dengan baik dan aku orang yang tepat untuk memimpin divisi ini. Aku tak bisa lagi menolak pun mengelak. Dengan mengucap Bismillah aku terima amanah ini, semoga Allah memampukan.

Lelaki BiasaStories to obsess over. Discover now