P r o l o g

5 2 1
                                        

"Disana, sama dengan di bumi"

"Rumput-rumput kering, kabut berupa-rupa."

"Bunga dan Hujan bersatu padu menciptakan suasana dingin. Keadaanya tidak jauh berbeda dari film Pixie Hollo Games, film yang rilis tahun 2011-an itu. Namun, Naverland kali ini pekat dengan warna kegelapan. Akan membuat langkahmu menjadi gemetar. Katanya, malaikat juga enggan turun" cakap Edgar dari tadi enggak berjeda.

Seorang perempuan yang dari tadi telungkup menyimak cerita hayalan seorang Edgar, kini mulai bangkit. "Apakah menurut mu, aku akan mempercayainya?" ucap nya dengan wajah dingin.

"Barangkali kamu mau kesana, biar aku antar" ucap Edgar yang juga bangkit dari duduknya yang bersila sambil memangku bantal sebagai tatakan sebuah buku tua yang sudah usang.

"Mengapa aku harus kesana?" tanya perempuan itu dengan mimik menaikan sebelah alisnya lalu berkacak pinggang dan menatap Edgar dengan sinis.

"Because you get away from all reality"

Hening sejenak,

"Terserah kamu, aku tidak apa-apa, aku biasa aja" cetus perempuan itu lalu membuang muka. Edgar hanya melihat tingkahnya tanpa ekspresi apa pun.

"Kamu jangan tersinggung, aku ada untuk kamu. Kamu mungkin bisa berlari dari semua kenyataan yang ada tapi ku yakin kamu akan berlari kepadaku untuk menumpahkan semua"

Tampak dari raut wajah perempun yang masih memalingkan mukanya dari tatapan datar Edgar, dia menarik nafas dalam-dalam dan masih belum memiliki keberanian untuk menatapnya.


Edgar : Aku ingin menghabiskan sepanjang hari dengan kamu. Berbicara, terus berbicara. Karna setelah semua, kamu masih seseorang yang aku akan peduli. Jadi ini pertanyaan ku, menjaga mu apa salah?

***

"Terimakasih untuk hari ini Edgar" ucap perempuan yang duduk di atas kursi sambil memakai sepatu.

Tangan tangguh Edgar menyentuh bahu perempuan yang duduk di depannya. Seketika perempuan itu menoleh dan menatapanya dalam-dalam masih dengan posisi kaki kanan di atas kaki kirinya. Muka muda saling bertatapan, agak lama. Jika karna bukan hujan yang sudah reda perempuan itu pasti belum pamit meninggalkan sebuah rumah yang berbahan kayu kokoh dengan hampir semuanya di cat berwarna putih dan warna-warna tua yang menyatu.Edgar hanya memberinya senyum nya terlihat manis dengan bibir bagaikan seutas pita kirmizi.

Edgar : Sungguh berbicara dengan mu, tentang segala hal yang bukan tentang kita

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.







Edgar : Sungguh berbicara dengan mu, tentang segala hal yang bukan tentang kita. Mungkin tentang ikan paus dilaut, atau mungkin tentang bunga padi di sawah. Sungguh bicara dengan mu, selalu bisa membuat semua lebih bersahaja

************


Hope you enjoy, guys. Salam dari cewek strong yang lagi kebingungan dengan part selanjutnya 😭
Jangan lupa yaa like dan follow ✌🏻️

Take Me To Neverland!Stories to obsess over. Discover now