Orang-orang sering menyebutnya cantik. Tapi Jujur saja Sungmin sangat tidak menyukainya. Meski terkadang dia menyetujui fakta tersebut.
Ini bukan salahnya 'kan? Jika bisa sebelum dia lahir ke dunia dia akan meminta pada Tuhan untuk diciptakan makhluk tampan. Tidak setengah-setengah. Cantik katanya, tapi dengan jelas dia laki-laki. Dadanya datar –sedikit berisi saat berat badannya bertambah, dan dia memiliki alat kelamin layaknya laki-laki tulen meski ukurannya minim.
Lagi-lagi Sungmin mengehela napas entah keberapa kali semenjak kelas terakhir usai. Eunhyuk sedang sakit jadi dengan terpaksa Sungmin pulang sendirian menaiki bus. Sedangkan kekasihnya mengikuti perlombaan balet tingkat nasional di salah satu sekolah negri di Seoul.
Ketukan sepatunya menambah hiruk-pikuk halte area sekolahnya. Tiba-tiba tangannya menepuk perut. Suara cacing dalam perut membuatnya malu setengah mati; dia lapar. Terdengar suara tawa di sebelahnya, terlihat seseorang yang mengenakan seragam sama dengannya; Sungmin tidak tahu dia siapa dan tidak peduli. Dia hanya ingin cepat pulang dan makan sup rumput laut buatan ibunya. Makanan di kantin membuatnya tidak berselera ditambah tidak ada Eunhyuk dan Eunjung yang menemani.
Bus datang setelahnya. Sungmin mengantri ketika memasuki bus yang mengantarnya pulang, mengambil duduk dengan cepat. Sosok yang mengejeknya –tertawa- duduk di sebelahnya, rahang tidak terlalu nampak, matanya sedikit tajam saat melihatnya –atau mungkin hanya perasaan Sungmin, dan aroma tubuh sosok itu menenangkan. Sungmin memalingkan wajah menghadap kaca bus, dia hampir terlena. Sial!
❅❅❅
'Sial! Kau dimana?'
"Main."
'Main?'
"Hm."
'Sekarang gadis mana lagi incaranmu Cho?'
"Lain kali aku ceritakan. Kau menggangguku bodoh!"
Setelahnya Kyuhyun mematikan sambungan. Yesung sialan mengganggu aktifitasnya.
Sisi bibir Kyuhyun tertarik setelah menggumamkan maaf karena sambungan telepon dari Yesung tadi. Tangan kanannya masih setia menumpu tubuh di sisi wajah gadis di hadapannya.
"Kau tahu Eunjung ssi? Sudah sejak lama aku menyukaimu, tapi kau tidak pernah melihatku dan justru menerima cinta dari pria lain."
"A-ah, benarkah?" bola mata gadis itu melebar kemudian berkedip cepat merubah ekspresi terkejutnya. "Kupikir, aku tidak pantas," ujar Eunjung sambil menundukkan kepala menyembunyikan rona merah di pipinya.
Jika dilihat dengan seksama senyuman pria berwajah stoik salah satu pangeran di Woori High School itu tersirat seringaian jahat. Isi dalam otak dan senyuman yang tercetak ada niat tidak baik yang tersirat.
"Tidak pantas?"
Eunjung mengangguk membenarkan.
Kyuhyun terkekeh sebelum berkata, "Kau akan merasa pantas jika sudah berada di sisiku." Ia menarik pinggang gadis berambut bergelombang itu hingga tubuh keduanya merapat tanpa jarak. "Jadi, bagaimana? Kau mau menjadi kekasihku, Eunjungie?"
Eunjung terdiam cukup lama. Matanya menatap acak kesegala arah tak berani membalas tatapan Kyuhyun yang hanya berjarak beberapa senti. Kedua jemarinya nampak bergetar dan berkeringat di dada Kyuhyun.
Kyuhyun memang pangeran sekolah dan memang sejak lama –sebelum dirinya resmi menjadi kekasih Sungmin, pria di hadapannya ini menunjukkan rasa suka terhadapnya.
Eunjung memutuskan menerima Sungmin karena pria tersebut kalem, baik dan manis; terkadang merasa minder karena kekasihnya itu terlihat lebih cantik dan manis dibanding dengan dirinya. Dan dengar-dengar dari beberapa siswi bahwa pria di hadapannya ini –Kyuhyun seorang playboy sekelas ikan teri. Jadilah dia menerima Sungmin sebagai kekasihnya. Mengingat Sungmin beberapa kali menyatakan cinta padanya.
Satu helaan napas terdengar mengenai permukaan leher Kyuhyun. Eunjung terlihat masih menima-nimang keputusannya. "Aku sangat berharap kau mau menerimaku, Eunjungie," pancing Kyuhyun dengan wajah dibuat semenyedihkan mungkin.
"Ba-baiklah, aku menerimamu. Tapi dengan syarat," putus Eunjung pada akhirnya membuat iblis pada diri Kyuhyun menari-nari bahagia.
"Apa itu? Katakan saja. Anggap sebagai pembuktian cintaku padamu."
Jika Donghae, Yesung dan Eunhyuk di sini dan mendengar kalimat Kyuhyun barusan, dapat dipastikan ketiganya akan tertawa terbahak dan mengejeknya habis-habisan. Huh! Ada bagusnya juga tidak mengajak mereka merangkap mangsanya kali ini.
"Aku harus memutuskan hubunganku terlebih dulu dengan Sungmin oppa. Aku juga tidak ingin orang-orang curiga sebelum kami resmi putus. Kyuhyun oppa mengertikan maksudku?"
"Ah~" Kyuhyun menganggukkan kepala dua kali. "Backstreet?"
Eunjung bergumam membenarkan. Gadis itu ikut tersenyum ketika melihat Kyuhyun melempar senyum ke arahnya. Jika boleh membandingkan, Kyuhyun lebih tampan, lebih cool, lebih maco dan lebih pantas dengannya. Dalam hati bergumam meminta maaf untuk Sungmin yang sudah hampir seminggu belum ditemui maupun dihubunginya. Dan keputusan terakhirnya adalah mengakhiri hubungannya dengan pemuda bermata binar itu.
.
.
Oke, prolog mah gak usah banyak-banyak xD. Paling 2-3 Chapter kelar.
Komen Jusseyo~
YOU ARE READING
Affair (KyuMin)
Fanfiction"Sebenarnya, siapa yang selingkuh di sini?" KyuMin Fanfiction. Homophobic minggir! Yaoi, adult, bahasa gak baik buat anak-anak! Hujat, hina, siders? Minggir. Kritik dan saran yang membangun sangat dibutuhkan ^^ Penulis amatir yang masih belajar bany...
