Prolog

39 3 0
                                        

Mix Match!

"Kenapa situasinya seperti ini?!"

Aku menghela nafas. Sejenak semangatku pudar melihat hiruk pikuk itu. Saat ini aku sedang berada di pusat perbelanjaan kota.

Aku Carlin Snowlight. Seorang mahasiswi tingkat pertama dari perguruan tinggi 'New Kingdom University' yang berada di Inggris.

Aku sadar diriku ini tidak lebih seperti gadis pada umumnya. Aku mengikuti perkembangan gaya, cara berpakaian dan bagian-bagian lain dari seorang gadis.

Tapi dibalik hal tersebut, kehidupanku berbanding seratus delapan puluh derajat dari gadis lainnya. Aku dipaksa mempelajari segala hal, agar aku bisa menjadi istri yang baik di masa depan.

Seharusnya orang tuaku menaruh harapannya kepada kakak, si anak tertua. Namun mereka sudah tidak menghiraukan kakak dan menaruh harapan pada putri bungsunya ini.

Harapan mereka itu menghilang pada suatu hari dan menjadi tekanan mental yang berkelangsungan panjang.

Kakak melakukan pemberontakan. Dia mengurung dirinya di kamar dan menghentikan semua aktifitas, termasuk kuliah.

Tapi saat itu aku membuat perubahan. Aku yang berhati lembut ini menuntunnya secara perlahan. Meski lambat, akhirnya ia membuka pikirannya dan mau meneruskan roda yang sempat terhenti cukup lama.

Aku tahu tentang hal tersebut. Semua tentang masalah yang menyebabkan kakakku menjadi seperti itu. Di satu sisi orang lain tumbuh dengan melakukan apapun yang mereka suka. Sementara kami hanya dipaksa belajar seperti orang gila.

Oleh sebabnya ketika aku menjerumuskannya ke dalam permainan, dia langsung tertarik dan ketagihan. Setelahnya berbagai CD-ROM game bertumpuk menghiasi rak di kamar. Katalog berisi tentang taktik permainan berserakan dimana-mana. Yang aku prihatinkan, satu lagi gamer bertambah di dunia ini.

Yah, biar bagaimana pun dia adalah kakakku. Bagian baiknya setelah stresnya hilang, dia menjadi giat untuk melanjutkan kuliah. Selebihnya, sifat pemalasnya bertambah.

Meski kuakui perlakuan di antara kami berbeda. Ya, hanya 'Perlakuan' dan sama-sama tertekan. Kedua orang tuaku selalu memanjakanku, memberikan apapun yang kuinginkan. Tapi tidak untuk kebebasan.

Setiap hari di waktu yang sama, belajar untuk menjadi wanita yang baik. Bergaul pun dibatasi.

Ah, perasaanku selalu kacau ketika mengingat semua itu. Sebaiknya aku segera melanjutkan langkahku.

"Swicth On!"

Setelah kata ajaib itu terucap, perubahan virtual mulai terlihat. Di tengah pemandangan nan sesak tersebut, terlihat beberapa monster mengelilingi orang-orang di sekitar.

"Yeah!! I'm lucky!"

Selama waktu bebas dari kuliah, aku biasanya bermain game AR ( Argument Reality ) V-MMORPG ini. Sebuah game virtual yang disimulasikan oleh AxR, kacamata transparan seperti Goo*** Glass.

Prinsipnya sama dengan permainan Poke*** Go. Pemain bisa melihat secara nyata monster-monster tersebut berbaur dalam masyarakat.

Tapi memiliki perbedaan. Pemain itu sendiri bisa merasakan perubahan suasana di sekitar. Tentunya ada beberapa tambahan sound, background, pada saat mengaktifkannya.

Ya untuk menjaga kewarasanku, aku tidak punya pilihan lain selain bermain game. Sebenarnya pendapatku juga salah. Banyak cara lain menghabiskan waktu untuk sesuatu yang berguna.

MIX MATCH!Stories to obsess over. Discover now