Malaikat tampan itu bernama Jung Yeon
Dong Hae’s POV
Biasanya akhir pekan selalu menjadi waktu yang kutunggu-tunggu untuk bersantai sambil menikmati secangkir kopi di pinggir beranda sembari membaca buku atau bermalas-malasan di tempat tidur. Tapi pagi ini aku bangun lebih awal untuk bersiap-siap. Setelah mandi aku segera memakai kemeja biru yang dipadu dengan celana hitam dan merapikan rambutku di depan cermin untuk memastikan bahwa penampilanku sudah sempurna.
Jalanan kota yang kulalui cukup padat mengingat bulan ini merupakan akhir dari musim semi. Para pengguna jalan itu mungkin berniat untuk menyaksikan hari terakhir dari festival musim semi. Sementara aku mengendarai mobilku menuju ke sebuah apartemen yang terletak di kawasan Gangnam. Setelah memarkirkan mobil, aku segera turun dan menuju ke sebuah kamar yang terletak di lantai 8 apartemen itu.
Aku menekan bel yang terletak di dinding agar orang yang berada di dalam sana menyadari kedatanganku. Tanpa perlu menunggu lama, pemilik apartemen itu membuka pintu dengan senyum manis yang terukir di bibirnya.
“Annyeonghaseyo, Oppa. Kau sudah datang?” Tanya gadis itu padaku.
“Ne. Apa aku datang terlalu pagi?” Tanyaku padanya yang masih berdiri di hadapanku. Dia mengedarkan pandangannya ke arah belakangku.
“Aniyo. Tapi mana Soo Young? Apa kau hanya datang sendiri?” Tanyanya lagi.
“Aku memang tidak menjemputnya. Kita hanya akan pergi berdua hari ini. Tidak apa-apa kan?”
Gadis itu tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya tersenyum. “Tentu. Aku akan mengambil tasku dulu. Apa Oppa mau masuk?”
“Kalau kau tidak keberatan aku ingin menunggumu di dalam saja.”
“Tentu. Silahkan masuk, Oppa.” Katanya sambil memiringkan tubuhnya untuk memberiku jalan.
Setelah aku duduk, dia langsung menuju dapur kecil yang terletak di sudut kanan apartemennya dan memberikan secangkir kopi untukku sebagai teman selagi menunggunya mempersiapkan diri.
Aku mengedarkan pandang menjelajahi ruangan di sekelilingku. Ruangan ini cukup luas untuk ditempati oleh 1 orang. Furniture-furniture minimalis yang memberikan kesan sederhana namun hangat mengisi ruangan ini. Sangat sesuai untuknya. Kemudian aku berdiri dan menatap satu persatu bingkai foto yang diletakkan di sebuah rak buku. Sebagian besar berisi foto yang sepertinya diambil saat dia pergi berlibur. Aku mengerutkan kening saat menatap salah satu foto dalam bingkai kayu berwarna cokelat. Foto itu bukanlah fotonya dengan keluarganya, fotonya bersama Mi Young atau foto bersama kami saat pernikahan Siwon. Tapi foto itu adalah gambar seorang gadis kecil dengan dua pasangan muda. Sepertinya gadis kecil itu adalah Soo Yeon karena wajah mereka benar-benar mirip. Tapi siapa pria dan wanita yang duduk mengapitnya? Apakah mereka ayah dan ibu Soo Yeon?
“Oppa.. Mianheyo membuatmu menunggu lama.”
Suara Soo Yeon yang baru keluar dari kamarnya membuatku mengalihkan pandanganku dari foto-foto itu dan memerhatikannya. Tanpa sadar aku tersenyum saat melihat penampilannya. Dia mengenakan celana jeans dipadu dengan kaus putih dan blazer berwarna biru. Dia memoles wajah cantiknya dengan riasan tipis dan rambut yang dibiarkan terurai. Dia juga mengenakan sepatu berhak tinggi yang semakin menyempurnakan penampilannya. Sungguh jantungku berdetak kencang saat ini.
“Eoh.. Ghwencana. Kau sudah selesai?” Tanyaku sembari berusaha mengendalikan kerja jantungku.
“Ne, aku sudah selesai. Kajja.”
End of Dong Hae’s POV
Soo Yeon’s POV
Secara tidak langsung pertemuan yang sering kami lakukan untuk membahas masalah yang dihadapi Siwon dan Mi Young membuat hubungan kami semakin dekat. Terlebih lagi setelah Choi Imo memergoki kebersamaan kami saat sedang makan siang bersama. Dia sering menyuruhku berkunjung ke rumahnya dan membuatku semakin sering bertemu dengan Dong Hae Oppa.
YOU ARE READING
Baby.. Baby.. Baby..
FanfictionChoi Siwon.. Menikah denganmu adalah hal terindah dalam hidupku. Mengabdikan seluruh hidup untukmu adalah impianku. Membuatmu bahagia sepanjang waktu adalah harapanku. Tapi... akankah aku mampu melakukan semua itu? Sepertinya takdir tidak berpihak p...
