Part 1

18 2 1
                                        

Shakespeare.....
Kamu adalah...
Orang yang sangat berarti bagiku.....
.
.
.
.
Abad 16, Inggris

"Hah.... Aku tidak ada ide...." umpat seorang pemuda di dalam ruangan.

Tok.... Tok...
Tok.... Tok...

"SHAKESPEARE!!" Teriak seseorang dari luar ruangan.

Deg....

"APA KARYA BARUMU, ROMEO DAN JULIET.... SUDAH SELESAI?!" lanjut seseorang yang masih berteriak dari luar ruangan.

Tok.... Tok...
Tok... Tok...

"AH, BERISIK!! PULANG SANA!!" balas pria yang di dalam ruangan.

"Sial...." umpatnya sambil berjalan dengan terhuyung-huyung.

Bruk...

"Uh..."

"Ugh... Tidak ada tenaga.... Aku harus meracik obat untuk membangkitkan semangatku..." Keluh pemuda yang kita ketahui bernama Shakespeare.

Cuur.... Cuur...
(A/N anggap aja bunyi air :v)

gluk... gluk...
(A/N anggap bunyi orang minum air)

"Aku tidak bisa menulis.... Tidak bisa menulis apapun...." ucapnya setelah selesai minum obat racikan tangannya.

"Siapa saja, ajari aku cinta yang tidak menyakitkan...." ujarnya lagi sambil berjalan dengan terhuyung-huyung dengan sebuah cermin di tangannya.
.
.
.
.

Tahun 2011, Jepang

Terdengar keributan di salah satu sekolah elite. Dan benar saja, di koridor sekolah yang tidak jauh dari tangga untuk para pelajar, terdapat pertengkaran antara 2 pemuda yang tampak tak bersahabat.

"T-Tunggu... Jangan memakai kekerasan..." ucap salah satu pemuda yang terlihat lebih lemah dari pemuda yang satunya.

"....."

"Jangan mengerjai Shiro!!" Teriak seorang gadis yang tidak sengaja melihat kejadian tersebut, bersamaan dengan tendangan telak miliknya kepada pemuda yang lebih kuat.

Buakkk...

"Rie..." panggil Shiro terhadap gadis tersebut.

Kyaa... kyaa....[sound effect(?)]

"Rie...."

"Rie kuat sekali..... Sangat bisa diandalkan..." ujar para pelajar yang dari tadi menonton kejadian tersebut.

Gritt... *tatapan tajam Rie terhadap Shiro*

"Shiro!! Kamu jangan diam doang dong!!" Murka Rie.

Hiiy..... *aura seram seketika mengelilingi mereka*

"Kamu salah Rie!! Shiro menolongku yang dikerjai mereka...." sanggah seorang gadis yang tak jauh dari tkp.

"Yuuki..."

"Padahal lemah, tapi Shiro tetap membelaku..." lanjut gadis yang bernama Yukki.

"Aku juga pria, jadi ingin melindungi Yuuki dari para pengganggu... Maaf... Hahaha..."

'Dia lemah, tapi sangat baik... Aku menyukai sifatnya' batin Rie.

Bisa dikatakan Rie menyukai Shiro karena ia selalu berusaha melindungi orang yang berada di sekitarnya tanpa memikirkan kondisinya yang terlihat lemah. Hal itu yang menarik darinya.

"Tapi Rie bisa diandalkan ya... Tidak perlu dilindungi sama sekali" ucap Shiro dengan senyuman di wajahnya.

Deg....

'Kenapa hatiku terasa sakit.... Aku juga seorang wanita... Jadi aku tidak ingin dia berpikir seperti itu tentangku....' batin Rie

Rie memutar balikkan badannya dan berjalan tanpa menjawab apapun tentang hal itu.

"Ah, tunggu Rie... Aku mau minta tolong!!" Cegah Shiro.

"Rie, mau tidak menemaniku?" Lanjutnya.

'Eh!? APAA?!' teriak batin Rie.

"Apa sih..." balas Rie.

"Tidak mau ya?" Lanjut Shiro dengan suara yang lesu.

Melihat Shiro yang tampak lesu, mau tidak mau Rie menerima ajakkan Shiro. (A/N Rie malu-malu nih... padahal mau juga :v)

"Ya, yah... T-Tidak masalah sih" balas Rie sambil berusaha menyembunyikan suara jantungnya yang tidak stabil.

"Horee!!" teriak Shiro.

Yah, tanpa dibujuk Shiro.. Rie tetap akan menuruti perkataan Shiro, apalagi jika mereka pergi hanya berduaan saja..
.
.
.
.
.
.

Yosh.... perkenalkan saya penulis cerita yang terinspirasi dari manga-manga oneshoot.... Jadi jika kalian melihat beberapa persamaan harap dimaklumi... Oh, iya kalian bisa memanggilku Chiyo... Chi... atau Ri.. terserah kalian ingin memanggilku bagaimana ^^. Sekian intro dari saya... akhir kata saya ucapkan terimakasih yang sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita abal saya dan Mohon bantuannya reader-san ^^

To Be Pleased By ShakespeareGeschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt