Chapter 1 : Kau Tidak Sendiri

207 54 72
                                        

Sendiri pun bagiku tak masalah asalkan kau selalu mengingat bahwa ada yang menunggu kedatanganmu disini...

*******


Alfina tengah asyik menyiapkan sarapan untuk kakaknya yang akan berangkat ke tempat pelatihan. Kakak Alfina tergabung dalam sebuah organisasi pelatihan untuk menjadi seorang ksatria di kota Revesre ini. Oganisasi itu bernama the Death army. Nama yang cukup aneh untuk pelatihan seperti ini. Setiap para pemuda yang sudah mencapai batas umur yang cukup, diwajibkan untuk ikut serta dalam pasukan ini.

Sebenarnnya Alfina merasa takut ketika tau bahwa kakaknya tergabung dalam organisasi ini.

Karena nantinya, ketika sudah menjadi ksatria sungguhan, ksatria tersebut diwajibkan untuk melindungi kota dari berbagai bahaya dan juga ikut terlibat dalam menghentikan perang.

Kenapa?
5 tahun yang lalu, tepatnya di kota Ney Ney yang berjarak 160 km dari kota Reverse, pernah dilanda peperangan yang terjadi akibat perebutan kekuasaan dan pemenuhan ego sendiri.

Untungnya kota Reverse saat itu tak tergabung dalam perang itu, karena kota Reverse cukup jauh dari kota Ney Ney.

Inilah yang alfina takutkan, jika perang kembali muncul dan menyerang kota Reverse ini, maka aduan pedang dan taruhan nyawa akan muncul kembali. Apalagi sekarang, kakak Alfina sudah tergabung dalam organisasi itu.

Tapi Alfina tak bisa melakukan apa-apa, karena ini adalah keinginan kakaknya sendiri dan Alfina tidak memiliki hak untuk melarangnya. Jika Alfina bicara, ia berpikir bahwa dirinya hanya akan menjadi beban untuknya.

Alfina menyiapkan sarapan kakaknya sambil sesekali bernyanyi. Ia tampak bahagia, karena hari ini ia memasak menu kesukaan kakaknya yaitu nasi goreng. Sesekali Alfina melantunkan lagu dari bibirnya. Ia tampak bahagia.

Namun karena terlalu bahagia, Alfina tak sadar ketika seseorang dari atas tangga memanggilnya dari kejauhan.

"Alfina!!..,"

Alfina terkejut saat mendengar panggilan tersebut langsung mengalihkan pandangan pada asal suara dan menemukan kakaknya berjalan menuruni tangga sambil tersenyum melirik Alfina.

"Rey..." ucap Alfina ketika melihat kakaknya perlahan berjalan mendekatinya.

Rey agak tertawa melihat pakaian Alfina yang kotor.

"Hahaha...Seperti biasa kau selalu bersemangat yah," puji Rey.

"Ah...Tentu saja, aku sangat senang kalau harus membuatkan makanan untukmu," ucap Alfina malu-malu.

"Bukankah kau selalu membuatkan makanan untukku ya? Hahaha aku suka, " ujar Rey yang mulai bahagia dengan ucapan Alfina.

"I...Iya, tapi aku sangat senang kalau kau suka tapi Akhir-akhir ini kau jarang menghabiskan waktumu bersamaku dan berdiam didalam rumah inu, karena kau sudah tergabung dalam pelatihan itu kan? " tanya Alfina yang mulai sedih.

Rey terdiam mendengar ucapan Alfina. Tapi ia mencoba untuk tetap tenang dan tersenyum.

"Aku tau, aku tidak bisa menghabiskan waktuku lagi untuk berlama-lama bersamamu, aku harus ikut pelatihan itu kan Fina, lagipula kau sudah dewasa, apa harus terus dikawal," jelas Rey. Alfina hanya tersenyum kecil.

"Hmmm....iya, aku tak tahu," ujarnya pelan sekali namun Rey dapat mendengarnya dengan jelas. Rey mengelus pelan rambut pink Alfina.

"Hahahaha come on, kenapa kau menganggap serius ucapanku, aku hanya bercanda," jelas Rey sambil tertawa, namun Alfina hanya diam.

Magic HeartsDonde viven las historias. Descúbrelo ahora