part 1

81 9 0
                                        

Tugas numpuk!

Satu masalah yang selalu dialami oleh pelajar, dimana para guru memutuskan untuk memberi siswanya tugas dengan jumlah yang tidak sedikit.

Cowok ini berusaha focus mengerjakan tugas Fisika dihadapannya, ia mulai mengerjakannya dari nomor yang paling mudah. Ia mencoba menelitinya satu per satu. Dan seharusnya Arga sadar bahwa soal termudah hanya berasal dari contoh yang diberikan oleh gurunya saja, bukan soal yang berasal dari buku sperti yang tengah ia kerjakan saat ini.

“Kalau gini mah gak bakal kelar.” Dengusnya kesal.

Hingga tiba-tiba sebuah ide menghapirinya, tanya Arka aja!

Dengan semangat ’45 cowok ini langsung merapikan buku fisikanya kemudian membawa buku tersebut ke dalam kamar Arka yang tidak jauh dari kamarnya. Ia yakin, kakaknya yang nomor 2 itu pasti bisa mengerjakan soal Fisika seperti ini. Apalagi cowok itu sudah kuliah, pasti gampang!

“Aduh, gue udah 3 tahun gak ngerjain soal ginian Ga. Mana gue tau lah.”. Sebuah jawaban yang seketika menghancurkan harapan Arga untuk bermain x-box secepat mungkin.

“Coba tanya si bungsu.” Ujar Arka semangat.

Cowok ini mendengus malas, “Dia kan anak IPS Ka, mana tau dia soal ginian” ujarnya sambil menunjuk kearah buku yang digenggamnya.

Ntah karena ucapan Arga mengandung unsur merendahkan, cewek itu tiba-tiba saja muncul di dalam kamar Alfa. Membuat Arga reflek terhuyung mundur.

“Apa kakak bilang? Anak IPS gak bisa ngerjain Fisika?” tanyanya sengit.

“Ya. Karena gak bisa, makanya kamu milih IPS kan?”

Mata Kayra seketika membola, berani sekali kakaknya ini mengolok-olok kemampuan siswa di jurusannya. “Sini aku kerjain! Tapi ingat, aku minta VR. Deal?”

Kesepakatan ini langsung membuat Arga menelan ludahnya. Virtual Reality untuk sebuah PR Fisika?.

“Udah terima aja, Ga. Dia gak bakal bisa ngerjainnya dalam waktu 1 jam” bisik Arka menyakinkan.

“Deal gak nih? Kalau gak ju-“ desak Kayra yang melihat kakaknya ini masih menimbang-nimbang tawarannya.

“Oke, deal. Ingat, durasinya cuman 1 jam.”

*****

“Nih.” Mata Arga serta Arka seketika membola.

Bagaimana bisa?

Sementara Kayra sengaja berdiri di hadapan kedua kakaknya itu dengan gaya paling ‘sok’. Tangan kanannya memutar-mutar pena sebagai tanda bahwa ia telah berhasil mengerjakan ‘misi’ tersebut. Kini, ia menagih imbalannya.

“Ingat Kak Arga, VR besok!” senyum devil langsung tercetak disana.

*****

“Oi, ntar razia!” ujar cewek ini pada sahabatnya yang baru saja tiba di parkiran sekolah. Kebetulan ia juga baru nyampe, dan langsung menegur sahabatnya itu.

Kebiasaan Kayra, selalu menggunakan gelang dengan jumlah yang nyaris membuat tangannya tertutup hingga sikunya. Sudah dipastikan guru-guru akan mengincarnya sebagai target razia.

“Thanks.” Ujarnya manis, ia kemudian melepaskan beberapa gelang hingga tersisa 1 buah gelang serta 1 buah jam tangan.

“Oh iya, si ‘king’ mana?” tanya Moza sambil melirik motor yang Kayra bawa tadi.

‘King’ adalah panggilan untuk motor ninja miliki Kayra, cewek ini beberap kali membawanya ke sekolah hanya ketika matchicnya dibawa sang Mama ke pasar.

Kayra DKK (Dan Kakak Kakaknya)Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora