Aku menyukainya setulus hati, bahkan lebih dari sekedar rasa suka. Aku tahu ini salah, karena Allah takkan meridhoi rasa cinta di luar ikatan halal.
Aku bersalah karena memikirkan dia yang belum sah menjadi milikku, menginginkan dia yang belum tentu jodohku, mengharapkan dia membalas perasaanku. Angan anganku tentang nya terlalu jauh, aku takut melampaui batas.
Tapi aku masih tau diri, aku takkan bertindak ceroboh terhadapnya, bahkan dia pun tak pernah tau ada seseorang yang diam diam menyimpan rasa terhadapnya, ada seseorang yang selalu menyebut namanya di setiap do'a do'a nya di sepertiga malam.
Jika bisa, aku ingin melenyapkan perasaan ini terhadapnya agar aku tak perlu terus terusan berdosa kepada-Nya, mencintai makhluk-Nya yang belum menjadi mahramku.
Aku takkan berharap lebih, sebisa mungkin akan ku lenyapkan rasa harap itu, aku tak mau membuatnya berdosa juga. Biarlah begini, biarlah rasa ini aku simpan sendiri. Karena bahagiaku cukup sederhana, dengan melihat senyumannya aku sudah bahagia.
-Hana-
KAMU SEDANG MEMBACA
Ana Syuftak Albi Saliim
Spiritual"Aku menyukainya seperti mengaguminya. Hanya dengan melihat senyumannya, hatiku sudah merasa senang. Senyumannya begitu menyejukkan," ungkap Hana pada dirinya sendiri. Tentu tak ada yang tahu, dan tak ada pula yang mendengar, karena ia mengungkapkan...
