Chela sedang berjalan menyusuri lorong sekolah menuju tempat parkir, langkahnya terhenti ketika ada yang memanggilnya.
"Eh dek dek lo anak Osis kan? gue minta tolong kasihin ini ke Evan ya tungguin aja di ruang Osis maaf ya gue buru2 makasihh " Ucap Vania terburu-buru.
Ya, memang sekolah Chela memberikan kesempatan untuk semua murid yang ingin menjadi anggota osis maupun kelas 10,11, hingga 12 pun tetap dibolehkan menjadi anggota Osis dengan beberapa syarat, murid yang berpotensi tinggi akan terpilih.
"Yah kak maaf aku gak bis--"
"Maaf ya dek repotin tapi berkas ini harus di kasih hari ini juga ke Evan soalnya besok harus selesai " Ucap Vania.
"Ta–tapi " Vania telah berlalu meninggalkan Chela yang ucapan nya belum terselesaikan.
'Yah elah gue kan udah ditunggu sama temen-temen gue, hmm yaudahlah daripada gue dimarahin kak Vania, tungguin aja kak Evan lagian kenapa harus Kak Evan? ketua osis sialan yang gapunya hati itu' Batin Chela.
Chela segera mengambil Handphone nya dan mengetik pesan di sebuah grup line.
Chelausya : eh guys tungguin gue ya, bentar doang
Breanlae : buruan udh pada dimobil Chel
Nathaniel : gapake lama
Dylan : lama tinggal.
Chelausya : yaelah dyl temen bukan si lu
Dylan : wkwk makanya cpt udah ditunggu bebeb gue ni
Nathaniel : bebeb lu kan Chela dyl
Dylan : Chela simpenan
Chelausyaa : heh enak aja lo mana mau gue sama cowok musiman, parfum aja wangi cewek warnanya pink lagi duh Dyl i'm not sure about your gender
Breanlae : HAHAHAH
Nathaniel : HAHAHAH (2)
Dylan : yeh ni orang satu, gue gak peduli mau itu parfum cewek ato cowok kalo gue suka wanginya kenapa engga kan? sama kayak gue suka cewe kalo suka, ya suka. Gak peduli dia kayak apa.
Nathaniel : Iya yaa Dyl? gak peduli kayak apa. Trus gak jadi nembak Nadine karna dia bego pelajaran itu gimana tuh ceritanya Dyl? cihhh makan tuh 'gak peduli dia kayak apa'
Dylan : Ssshhhh! than setan lu! buka aib lu awas aja, eh gaisss kemaren kan pas otw villa nya Sabine yang di Bandung, si Nathan pipis di plastik alfamart gitu loh, kasian banget ya plastiknya?
Nathaniel : eh sialan DYLAN TAI itu gue kebelet ples macet
Breanasl : demi apapun mereka berdua sekarang lagi rebut2 an hp Chel cepet kesini pusing gue sama cowok2 jomblo kurang belaian.
Chela terkekeh membaca pesan tersebut 'gue juga bisa cepet kali kalo gadisuruh nungguin Kak Evan alias Ketos es batu itu' batinnya.
Chela menuju depan ruang osis dan segera duduk di kursi yang disediakan didepan ruangan tersebut, ruang osis megarah tepat ke lapangan. Chela dengan bosan menunggu dan memperhatikan yang sedang latihan basket.
20 menit telah berlalu, sudah lama Chela menunggu Evan, sekolah sudah sangat sepi anak-anak yang latihan basket pun telah pulang tetapi Evan belum juga menunjukkan batang hidungnya, Chela jengkel menunggu hingga terdapat panggilan dari handphone nya.
YOU ARE READING
Unexpected
Teen FictionSeorang gadis yang trauma dengan masa lalu suramnya, berencana untuk mengubah dirinya. Namun tak lama seseorang datang membuatnya tersadar dan kembali menjadi dirinya yang dulu, memang seharusnya ia menjadi diri sendiri, tak perlu menghiraukan apa k...
