CHAPTER I : WORLD WAR II

72 4 1
                                        

Flashback

Ashley

Tahun 2060.
Perang Dunia II baru saja dimulai. Hampir semua negara dari semua benua terlibat dalam perang ini, dari negara berkembang hingga negara maju. Para pejabat, senat, dan presiden turut turun tangan mempertahankan negara mereka masing - masing. Tentu saja beberapa negara berkembang seperti di benua Asia ataupun Afrika tak mampu lagi bertahan. Kalah senjata, Kekurangan bahan pangan, ketertinggalan teknologi, itu adalah beberapa faktor yang banyak menyebabkan negara berkembang mulai kalah perlahan. Hingga pada akhirnya tak ada lagi satu pun negara - negara berkembang yang masih mengikuti perang ini, para pemimpin negara berkembang sudah kewalahan dan memilih menyerah, dalam kesepakatannya, negara yang kalah harus patuh terhadap keputusan dari negara yang akan menang nantinya, dan para pemimpin negara berkembang sudah menerima konsekuensi itu.

Hanya tersisa beberapa negara maju yang masih mengikuti perang ini, seperti Amerika Serikat, Rusia, Jepang, Korea Utara, dan beberapa negara maju lainnya. Negara besar seperti Kanada, Perancis, dan Jerman sudah tidak lagi mengikuti perang ini, negara - negara tersebut sudah lelah dan lebih memilih perdamaian.

Perang sudah berlangsung bertahun - tahun lamanya, semua negara - negara maju yang masih terlibat perang saling mempertahankan kedudukannya. Rakyat dari masing - masing negara mulai berkurang jumlahnya, ini karena para pemimpin sudah tidak lagi memperhatikan rakyatnya. Pemerintah sudah sangat disibukkan dengan obsesi kemenangan untuk diakui semua negara. Beberapa pemimpin negara yang mulai sadar akan kepentingan rakyatnya memilih untuk mundur perlahan, mereka telah sadar terhadap apa yang telah mereka lakukan, para pemimpin bijaksana tersebut lebih memilih mempertahankan keamanan serta kedamaian untuk rakyatnya. Dan sebagian negara - negara yang tidak mau kalah terus memperjuangkan keinginan untuk menang itu.

Semakin hari dunia semakin kacau, para scientist dari negara yang kalah perang maupun yang sedang dalam perang berusaha membantu pemerintah dengan menciptakan berbagai peralatan serta teknologi yang semakin canggih, hingga akhirnya zaman semakin modern, tetapi perang tak kunjung usai.

Di tahun - tahun berikutnya perang masih berlangsung, tak sedikit manusia yang menginginkan kedamaian. Para leader, tokoh masyarakat, orang - orang pemberani serta orang - orang dengan hati nurani yang tinggi mulai berbicara kepada dunia untuk menegakkan perdamaian. Namun sama sekali tak membuahkan hasil. Mereka pun tak mau kalah begitu saja, orang - orang yang menginginkan kedamaian mulai berkumpul, mengadakan rapat besar, membentuk organisasi, dan hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk membentuk negara sendiri dengan dasar kekeluargaan dan kedamaian.

Persyaratan mendirikan negara sendiri sangat rumit, apalagi jika dalam masa seperti ini. Peluang untuk menjadi negara yang diakui hanya sedikit karena semua negara yang sedang berperang takut untuk kedatangan lawan baru. Salah satu syarat untuk berdirinya negara adalah adanya wilayah, saat ini wilayah menjadi masalah yang paling utama. Orang - orang  yang menginginkan perdamaian di seluruh dunia tentu saja harus berkumpul di suatu wilayah kekuasaan, tidak mungkin negara ini nantinya hanyalah komunitas semata. Namun, perlahan jalan keluar untuk masalah wilayah mulai dapat teratasi. Negara Kanada memiliki antusias yang cukup tinggi terhadap kedamaian, Kanada bersedia membagi setengah wilayahnya untuk mendirikan negara baru. Berkat kerjasama serta rasa kekeluargaan untuk menegakkan kedamaian, setelah membuat keputusan yang dirasa cukup baik, terbentuklah negara baru, Serenia.

Serenia sendiri memiliki arti kedamaian, tujuan terbentuknya negara ini hanya untuk menegakkan kedamaian di seluruh dunia dengan prinsip kekeluargaan. Namun, tak banyak orang yang mengetahui keberadaan negara ini karena negara ini belum diakui secara hukum oleh dunia, secara fisik negara ini perdampingan dengan Kanada. Rakyat dari negara ini berasal dari orang - orang yang menginginkan kedamaian dari seluruh dunia.

Di masa terbentuknya Serenia inilah aku dilahirkan, tahun 2082. Ayah, Ibu, Kakek dan Nenek ku adalah pencinta kedamaian. Dan di negara Serenia inilah aku tumbuh di besarkan, di lingkungan yang penuh dengan rasa kasih sayang.

Satu tahun, dua tahun. Perang dunia II tidak lagi memanas seperti sebelumnya, sungguh mengejutkan, semua negara yang berperang sebelumnya telah berhenti mengirimkan pasukan - pasukan tentaranya ke negara yang dituju, suara bom meriam hingga kerusuhan sudah tidak lagi terdengar.

Ternyata mereka semua, negara yang terlibat dalam perang memutuskan untuk menghentikan semua ini. Usaha yang mereka lakukan selama ini sia - sia, tak membuahkan hasil, tidak ada yang menang, sungguh mengecewakan sebenarnya. Mereka sepakat untuk membuat perjanjian tentang berakhirnya perang ini, Perang Dunia II. Tepat satu tahun sesudah perjanjian dibuat, tahun 2085, dunia sudah bersih dari perang, negara maju dan berkembang sudah mulai membangun negaranya kembali. Teknologi semakin canggih, rakyat mulai diperhatikan, pembangunan mulai dilakukan. Tapi sangat disayangkan, perjanjian hanyalah perjanjian, sudah tidak ada lagi persahabatan antar negara, kebutuhan impor dan ekspor hanya dilakukan atas dasar kepentingan bisnis dan pemenuhan kebutuhan, bukan untuk saling tolong menolong ataupun persahabatan.

————

Haii!
Ini baru pertama kali buat cerita, jadi mohon di maklumin hehe 😄
Jangan lupa shalat, makan, dan belajar 😊

After World WarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang