reflection

28 0 0
                                        

Mengertilah saat dirimu mengerti, tapi jangan paksakan mengerti jika akhirnya kamu takkan mengerti itu yang setiap harinya ada dalam pikiran gadis ini, merenung seperti sudah menjadi sarapan pagi nya entah apa yang menjadi renungan gadis ini kadang kala juga butiran hangat yang selalu tiba-tiba jatuh dan mengagetkan. Ya memang gadis cantik berperawakan model ini memiliki nama yang cukup unik sekaligus bisa menggambarkan dirinya saat ini, Meidi. Saat ini ia berusia 20 tahun usia yang cukup muda untuk menghabiskan waktunya diluar rumah tapi tidak bagi gadis ini karena bagaimanapun usia muda baginya hanyalah neraka yang bisa menjerumuskan

"meidi ayo nak makan jangan kamu siksa diri kamu sendiri bunda gak mau kamu sakit nak, karena cuma kamu yang ibu punya" wanita paruh baya ini sedang berusaha membujuk anaknya

"gak mau bun, biar aja meidi mati biar semua orang tau"gadis ini tak henti-hentinya menangis terisak, mungkin karena luka kemarin malam yang membuat dirinya tak henti-hentinya menangis

"Meidi kamu gak boleh gitu bunda gak mau kamu kenapa-napa nak" ucap wanita ini tak kalah menangis meratapi nasib nya yang selalu dilanda cobaan sembari mengelus-ngelus rambut anak gadis satu-satunya ini

"Bun aku gak mau aku cuma pengen bahagia, tapi kenapa tuhan gak pernah ngijinin itu bun, meidi capek bun"ucap meidi yang hanya bisa melampiaskan seluruh isi hatinya pada bunda nya tersebut.

"iya bunda tau bunda yakin tuhan gak pernah diam mungkin kita harus banyak bersabar nak"itulah yang mereka berdua lakukan setiap harinya. lahir dari keluarga yang cukup sederhana membuat meidi dan ibunya harus berjuang mati-matian untuk hidupnya karena terlebih ayah meidi yang sudah meninggal cukup lama , membuat sang ibu harus bisa berjuang untuk anak semata wayangnya ini.

*****

"Karel, kamu ada dimana? aku cuma butuh kamu disini"ucap Meidi sembari berteriak sekencang-kencangnya ditempat ini. Yap, tempat dimana terakhir kali Karel mengucapkan kata-kata indah yang diidamkan seorang wanita

"aku benci kamu Karel, mana janji kamu selama 15 tahun ini mana apa kamu lupa?"

Flashback on

"aku janji mei aku bakal balik lagi kesini nanti kita main di taman lagi sambil ngejar kupu-kupu yang itu" ucap pria ini sembari menunjuk kupu-kupu yang selama ini tak bisa ditangkap olehnya

"tapi kamu harus janji sama aku ya balik lagi kesini" ucap Meidi sembari memberi jari kelingkingnya untuk dikaitkan oleh tangan karel

"iya aku pasti dateng lagi kesini nanti seandainya kita udah besar aku bakal jadiin kamu pacar aku, eh jangan ah aku jadiin kamu istri aku aja sekalian "ucap Karel sembari mengaitkan tangannya pada jari Meidi, Meidi pun hanya tersenyum mendengar ucapan Karel

Flashback off

"kareellll!!!!!" Meidi, gadis ini hanya bisa menangis karena dan berteriak, bodohnya dia saat itu membiarkan Karel pergi begitu saja dan memberinya janji yang selama ini tidak pernah ditepatinya

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 06, 2014 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

reflectionWhere stories live. Discover now