Part 1

1K 37 4
                                        

Apa kalian pernah mendengar pepatah mengatakan kalau seorang wanita terlahir dengan paras cantik maka dia telah lulus ujian terbesar dalam hidup. Tapi...bagi seorang Kim Seolhyun dia tak hanya lulus ujian namun dia lulus ujian dengan nilai yang sangat memuaskan. Istimewa.

Paras cantik, menawan dengan otak yang tak kalah bersaing. Bakat dia juga memilikinya, ommanya yang seorang mantan pianis terkenal (sebelum dinikahi oleh appanya) mengajarinya bermain piano saat dia masih kecil. Satu lagi, gadis itu terlahir dari keluarga kaya. Kehidupannya terjamin. 

Dan terpenting dia memiliki sahabat baik hati yang selalu setia untuknya.

"Hanbin~ah"

Perkenalkan dia Kim Hanbin sahabat Seolhyun semenjak mereka SMA hingga sekarang keduanya sudah menjadi mahasiswa tingkat akhir.

Seolhyun memeluk leher Hanbin manja seperti biasanya yang dia lakukan. Yang dipeluk tak merespon apapun. Masih berkutat dengan layar laptop di depannya. Namja itu sedang mengerjakan laporan bersama beberapa teman satu jurusan dengannya.

"Seolhyun~ah...kau terlihat semakin hari semakin cantik saja" goda salah satu teman Hanbin, Bobby. Hanbin yang mendengar gombalan teman satu tim itu melirik malas pada Bobby seakan berkata "sudahlah tak usah basa basi"

"terima kasih, kau juga semakin tampan"

Hanbin menghembuskan napas malas mendengar jawaban Seolhyun yang disertai dengan kerlingan menggodanya.

"apa kau ada acara malam ini Seolhyunie?"

"oh...mianhe Bobby~ah, aku sudah ada janji. Mungkin besuk, aku akan menyediakan waktu untukmu" sahut Seolhyun dengan ekspresi penuh penyesalan. Mengerucutkan bibirnya, sedikit beraegyo.

"oh...kau imut sekali hahaha"

Hanbin menatap Bobby tajam mendengar ucapan spontan dari namja itu. Gadis centil yang baru saja melepaskan cengkeraman di lehernya itu, akan semakin menjadi kalau ditanggapi.

"kau ada janji dengan siapa memangnya? Dengan Taehyung itu?"

"ani, aku sudah putus dengannya"

Seolhyun dan Kim Taehyung itu baru jadian 3 hari yang lalu, asal kalian tahu saja.

"lalu?"

Seolhyun tersenyum.

"Jeon Jungkook"

Hanbin menatap sahabatnya itu takjub. Asal kalian tahu kalau Taehyung dan Jungkook, si pacar barunya Seolhyun itu adalah teman dari Taehyung, si mantan.

"jangan memarahiku" Seolhyun mengerucutkan bibirnya kesal saat Hanbin hendak membuka mulut untuk menceramahinya lagi. Maklum saja gadis cantik itu memang selain terkenal dengan parasnya yang menawan, hobinya yang suka berganti pacar bukanlah rahasia lagi. Baik teman satu angkatan, kakak angkatan, atau bahkan namja yang lebih muda darinya.

"iya jangan memarahinya" bela Bobby yang segera mendapatkan tatapan tajam "jangan ikut campur" dari Hanbin sekaligus senyum manis dari Seolhyun.

"jangan salahkan aku. Siapa yang tahu kalau Taehyung dia kekanak-kanakan begitu. Lagipula Jungkook dia lebih manis"

Pembelaan diri yang bagi Hanbin tak masuk akal. Tapi...itulah Seolhyun. Semua orang tahu dia sempurna. Punya segalanya tapi...ada satu hal yang sangat dia inginkan. Perhatian. Seiring dengan berkembangnya bisnis ayahnya maka semakin minim sekali kesempatan Seolhyun untuk mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya itu. Hidup di rumah besar hanya dengan pembantu rumah tangga membuatnya kesepian dan semuanya berubah saat gadis itu beranjak dewasa. Parasnya yang semakin terlihat cantik membuatnya memiliki perhatian. Seperti yang dia inginkan.

"sudahlah, aku pergi dulu. Bye Bobby oppa"

"bye Seolhyunie hehehe" 

Hanbin menatap jijik pada Bobby yang sudah seperti puppy mengibaskan ekornya senang hanya dengan panggilan "oppa" dari Seolhyun.

"jangan pulang terlalu malam, kau mengerti?!"

"ck aku tahu, aku bukan anak kecil Mr. Guardian" Seolhyun mencibir pada Hanbin yang selalu saja mengatakan "jangan ini" "jangan itu" pada Seolhyun.

"cup"

Bobby menatap iri pada Hanbin yang baru saja di cium pipinya oleh Seolhyun.

"bye"

Kim Seolhyun segera beranjak meninggalkan Hanbin dan Bobby, dia ada janji yang harus ditepati.

"yak Kim Hanbin apa kau normal?"

Hanbin menatap Bobby bingung, satu alis matanya terangkat mendengar pertanyaan aneh dari Bobby. Normal? maksudnya?

"Seolhyun baru saja menciummu!" ucap Bobby terdengar seperti sebuah pekikkan.

"lalu?"

"Kim Seolhyun baru saja menciummu dan kau diam saja begitu? apa kau normal?"

"dia sudah biasa melakukannya"

"ndee?!"

"ck sudahlah, kembali kerjakan tugasmu dan berhenti mengoceh"

Hanbin kembali meleparkan pandangan matanya ke layar laptopnya.

"oh ya...lain kali jangan tanggapi dia. Anak itu bisa semakin menjadi kalau ditanggapi"

"tapi aku suka melihat ekspresi imutnya"

"yak!!"

"arraso...ck kau suka sekali melarang-larang orang lain"

Bobby mengalah.

"sepertinya dia memang tak normal bagaimana bisa dia bersikap biasa saja pada seorang yeoja seperti Kim Seolhyun" dumel Bobby lirih yang meski tetap dapat di dengar oleh Hanbin.

Siapa yang biasa saja? siapa yang tak normal? Andai saja temannya itu tahu bagaimana beratnya hidup Hanbin yang harus menahan semua luapan emosi saat bersama dengan Kim Seolhyun. Jantungnya yang berdetak kencang seakan memberi pertanda akhir hidupnya setiap kali yoeja itu memeluknya, mencium pipinya, atau bahkan hanya sekedar tersenyum padanya.

Betapa hatinya yang memanas menahan rasa cemburu dan tak suka setiap kali Seolhyun begonta-ganti pasangan. Digoda atau menggoda namja "mangsa" barunya. Atau bahkan ketika melihat Seolhyun yang menangis dalam diam saat merindukan kehadiran kedua orang tuanya. Hanbin merasa tak biasa. DIA TAK BIASA-BIASA SAJA!!

TBC

*hello...jadi maafkan saya karena bikin ff baru *plaaakkk...padahal banyak ff yang belum kelar *mianhe...

cuman entahlah lagi pengen bikin ff yang sedikit "sexy" *plaaakkk ...

dan untuk castnya, gue paham mungkin banyak yang gak setuju dengan castnya hehehe, but...its okay semua orang punya selera yang tak sama, semua orang punya bias yang berbeda hehehe *peace yoo

FoxyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang