Chapter 1 : Merlin

51 1 0
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Sang surya tengah menyorot garang dipuncak langit saat seorang gadis berjalan tergopoh mengejar sebuah angkot.Setelah sukses menjangkau angkot biru itu,si gadis duduk dengan napas terburu dibangku dekat kernet.

Kenalin,namanya Merlin.Gadis manis berlesung pipit disebelah kiri ini lagi terburu-buru mau sampe kampus,pasalnya ia sudah terlambat untuk ikut tes tertulis buat mata pelajaran kuliahnya,psikologi.

Doi berdarah batak itupun terus ngomel pada sang sopir sepanjang perjalanan karena bus berhenti terus memuat penumpang,akibatnya dia tiba dikampus saat jam ujian telah rampung.Nah lo..

"Mer,kemana aja kamu?kok baru dateng,ujian udah kelar nih."sergah Pungki,teman gaulnya Merlin yang baru aja keluar ruang tes.

Merlin pun tak ayal makin kalang kabut,"Aduh..beneran dah selesai?!mati aku!"keluh Merlin dengan logat bataknya.

"Iya,tadi aja Pak Anhar baru aja keluar ruangan.Lagian kamu ini kemana aja sih?Udah tau ada jadwal ujian,masih berani telat lagi."omel Pungki,gadis legam nan macho berwajah Ambon itupun jadi ikut heran pada kawannya yang satu ini.

"Bukan begitu,ki.Aku sebenarnya sudah berangkat dari tadi pagi tapi ternyata motorku dipake abangku.Tak balik-balik dia,aku menunggunya dirumah sampe berlumut dia tak juga balik.Akhirnya terpaksa aku naik angkot saja,eh..angkotnya tidak datang juga sampe siang."jelasnya resah bercampur kesal.

"Lah kamu bisa sampe kesini gimana?"

"Ya aku dapat angkot juga tadi.Aku harus gimana ini?"tanya Merlin putus asa.

"Begini saja,kamu minta bantuan Mas Haris.Dia kan asisten dosen,mungkin dia bisa bantu kamu minta ujian susulan."kata Pungki.

"Beneran bisa apa?tapi kan aku nggak kenal deket sama Mas Haris."Merlin meragukan saran kawannya itu.Pahamlah dia,sulit sekali memelas memohon jadwal ujian susulan pada dosen.Mereka kan sibuk,mana sempat melayani jadwal ujian susulan buat sebiji mahasiswa.

"Nanti deh aku kenalin,dia kenal kakakku jadi lumayan deket.Sekarang kita keperpus saja,aku mau cari referensi tugas nih.Ayolah..jangan ditekuk kayak telur gulung gitu dong mukanya.Senyum cantiknya mana?take it easy man.."kata Pungki alih-alih menghibur kegalauan Merlin.

Alih-alih menenangkan diri,Merlin pun ikut berjalan gontai keruang perpustakaan.

Chapter 2 : Bang Haris

Siangnya mereka menemui Mas Haris didepan kantin,kebetulan dia juga mau kesana jadi sekalian bareng saja.

"Gini loh mas,Merlin ini mau minta tolong mas untuk mengajukan ujian tertulis susulan psikologi pada Pak Anhar."ucap Pungki tanpa basa-basi.Dia ini memang blak-blakan orangnya,kalo ada yang bikin gara-gara sama dia langsung saja disemburnya.Alhasil orang itu akan kalah debat sebelum "perang".

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 13, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

TabirTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang