Chap 1

1.7K 129 5
                                        


Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto
Genre : Family, Hurt/Comfort
Pair : ??
Warning : Typo(s), gak sesuai EYD, genderswitch, OC, OOC, Jika tidak suka, tolong jangan di baca. FemNaru.
Rated : T / M ??


Happy Reading !!

Disebuah ruangan yang cukup terang terlihat seorang wanita yang sedang melahirkan dibantu oleh beberapa orang. "Hah.. hah.. ngghh.. hah.. ha.. AARRGH" terdengar suara wanita itu kesakitan dan "oek.. oek.." suara tangisan bayi terdengar bersamaan dengan suara petir yang bersahutan dari badai yang sedang terjadi diluar sana..

"Akhirnya. Selamat Permaisuri, kau melahirkan seorang putri yang sangat cantik.. kau akan memberikannya nama siapa hmm..?" Kata seorang tabib yang sudah cukup tua yang tadi ikut membantu persalinan Sang Permaisuri. "Aku ingin -hah..hh memberinya nama -hh Naruto, bagaimana, apa -hh menurutmu itu nama yang sesuai untuk putriku..?" Jawab Permaisuri yang sedang mengatur napasnya yang cukup berat setelah melahirkan. "Bagus..tapi kenapa harus naruto..? Bukannya itu nama kue ikan yang di gunakan untuk menjadi pelengkap ramen..?" Tanya tabib tua itu lagi.

"Hehehe.. karena saat aku mengandungnya aku sangat suka memakan ramen dengan 'naruto' diatasnya, dan sebenarnya aku juga ingin putri cantikku ini kelak akan menjadi kuat dan tak mudah putus asa seperti simbol lingkaran yang ada pada 'naruto' jadi, aku ingin memberi nama putri cantikku ini Naruto apa itu terlihat aneh..?" Jawab dan tanya Permaisuri yang saat ini sedang menggendong putrinya yang baru saja lahir. "Tidak juga, itu sangat bagus Permaisuri.." jawab tabib tua itu dengan senyum yang ada di wajah keriputnya.

"Kalau begitu saya permisi keluar, untuk memberitahukan kepada Baginda Raja dan Pangeran untuk menemui Permaisuri dan Tuan Putri Naruto" izin sang tabib tua. "Silahkan.." jawab Permaisuri dengan senyuman manis yang terlihat diawajahnya dan terus menatap sang tabib tua berjalan perlahan menuju pintu berwarna coklat dan menghilang dari balik pintu ruangan yang di gunakan untuk persalinan Sang Permaisuri.

Diluar ruangan itu Sang Pangeran yang bersama dengan Baginda Raja sedang menunggu dengan cemas. "Tou-sama.. apa mereka akan baik-baik saja..?" tanya Sang Pangeran -yang tengah dalam keadaan cemas- kepada Baginda Raja yang juga sedang cemas kepada sang istri meskipun raut wajahnya hanya terlihat sedikit cemas, padahal hatinya sudah berteriak memohon kepada dewa agar persalinannya cepat selesai karena dirinya tidak ingin merusak citra kerajaan lebih dari ini.

"Tenanglah.. mereka pasti akan baik-baik saja.." jawab Baginda Raja -yang mengerti kecemasan dan kepanikan putranya untuk ibu dan adiknya yang akan segera lahir- dengan tenang. Dan tak lama kemudian keluarlah seorang tabib tua yang tadi juga ikut membantu persalinan Sang Permaisuri.

"Yang mulia. Selamat. Permaisuri telah melahirkan seorang putri yang sangat cantik.. silahkan yang mulia menemui Permaisuri dan Tuan Putri saya permisi untuk kembali..!" kata tabib tua itu kepada Baginda Raja. "Baiklah tabib.. kau istirahatlah.. dan jangan lupa besok pagi, kau harus kembali lagi untuk memeriksa keadaan Permaisuri dan juga Putriku..!" perintah Baginda Raja kepada tabibnya yang paling setia itu. "Baik yang mulia !" Jawab tabib tua itu cepat, lalu tabib itu masuk kembali ke ruangan dan segera meminta tabib yang lain untuk membersihkan peralatan yang tadi di gunakan untuk melakukan persalinan, lalu segera keluar dari ruangan itu dan mempersilahkan Baginda Raja dan Pangeran untuk menemui Sang Permaisuri dan Putri kecilnya.

"Ayo Tou-sama aku sudah tidak sabar untuk melihat adikku.." pinta Sang Pangeran karena merasa ayahnya itu lama sekali berdiri di luar dan bukannya langsung masuk untuk menemui Kaa-sama dan adiknya yang baru saja lahir di dalam ruangan. "Baiklah ayo" jawab Baginda Raja tegas. Baginda Raja dan Sang Pangeran memasuki kamar tempat persalinan dan melihat seorang wanita cantik duduk diatas tempat tidur bersama dengan seorang bayi mungil yang terbalut selimut berwarna biru dan hanya memperlihatkan wajahnya yang mungil dan lucu.

"Kaa-sama, adikku lucu sekali... hehe.. dan rambutnya juga pirang seperti Tou-sama.. lalu bagaimana dengan warna matanya ? Apa biru juga seperti Tou-sama atau violet seperti Kaa-sama atau ruby sepertiku atau hazel seperti Baa-chan atau..."Sang Pangeran terus saja bertanya pada Kaa-samanya sampai.."Cukup !! Kurama ! Bagaimana keadaanmu Kushina ? Dan bagaimana dengan putri kecil kita ?" Akhirnya Baginda Raja memotong ucapan Sang Pangeran.

"Ckck... kalian ini.. aku baik-baik saja dan hanya butuh sedikit istirahat pasca melahirkan." sambung Permaisuri yang menanggapi perdebatan ayah dan anak didepannya sambil mengelengkan kepalanya kecil. "Dan untuk putri kecil kita, ia juga dalam keadaan baik. Dan matanya berwarna biru. Terlihat seperti batu saphire yang sangat cantik ! dan kalau kalian penasaran, kalian harus melihatnya sendiri." Jawab Permaisuri yang dipanggil Kushina oleh Baginda Raja.

"Benarkah ? Aku ingin melihatnya Kaa-sama !" Seru Pangeran yang ternyata bernama Kurama itu dengan antusias. "Tenanglah putraku.. nanti kau juga akan melihatnya." Jawab Permaisuri dengan tenangnya,dan menyenandungkan lagu dengan lembut untuk sang bayi mungil. "Sekarang adikmu sedang tertidur dengan nyenyaknya.. apa kau mau membangunkannya huh ?" Tanya Permaisuri Kushina kepada putra pertamanya itu. Pangeran Kurama terlihat ragu dan segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.

"Yasudah.. lebih baik kau juga istirahat dikamarmu Kuu.. besok pagi kau bisa bermain dengan adik manismu ini.." tawar Permaisuri Kushina kepada Pangeran kecilnya yang sedang menundukan kepalanya. "Uhm.. baiklah ! Sampai besok pagi Kaa-sama !" Seru Pangeran Kurama lalu berlari meninggalkan kamar yang masih diisi oleh Baginda Raja, Permaisuri dan adik bayi mungil manisnya.

TBC....

Note :

Maaf minna aku newbie dalam hal tulis menulis dan sebenarnya aku kurang pede dengan tulisanku tapi aku suka membaca dan sekarang di pede-pedein deh maaf ya kalau cerita yang aku post ini kurang bagus, semoga pada suka ya.. (^~^)

"Prince or Princess ?"Where stories live. Discover now