Si Keparat, Temu

10 2 0
                                        

- Si Keparat, Temu -

Kulihat ditepi beranda,
Rindu lusuh bagai berandal.
Berserak menggonggong memelas diri,
Tak jua kau peduli hati barang sekali.
Menasbih hari dibulatan kancing,
Rindu menggigil seperti anak kecil menahan kencing.
Tatap aku, cincang aku dengan pelukmu.
Matipun aku sanggup, karena kau peti matiku.

(01-Des-2016, fachridzul maulana)

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 01, 2016 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Si Keparat, TemuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang