Aku Nadya, mahasiswi disebuah universitas ternama dikota Jogja sebenarnya Aku baru 2 bulan dikota ini, kata Mama kami pindah karena Papa ada tugas disini dan bisa memakan waktu yang cukup lama, mungkin selamanya.
Aku masih belum terbiasa sama makanan disini sungguh nggak cocok dilidahku, apalagi sama orang disini karena Aku nggak begitu ngerti sama apa yang mereka omongin dengan logatnya yang medok khas jawa, apa lagi kalo bahasa kromonya udah keluar makin pusing nih kepala. Aku memang keturunan jawa tapi Mama sama Papa kalo ngobrol atau bicara sama Aku nggak pernah pake bahasa jawa jadi Aku nggak ngerti sama sekali.
Harusnya Aku bisa tetap tinggal di Bandung dan kuliah disana tapi karena sifat Aku yang manja ini,, jadi nggak bisa kalau harus jauh dari Mama, cuma Mama yang bisa manjain Aku karena Mama selalu tau apa yang Aku mau.
Eemmm... Kata Mama sih dulu Aku manjanya nggak sama Mama aja tapi sama temen kecil Aku bahkan manjanya aku kedia kalah sama manjanya aku keMama dan Papa,, kemana-mana selalu sama Dia mau main boneka-bonekaan, mau main masak-masakkan, mau main bola basket, jalan-jalan pokoknya sama dia melulu.
Eeiiitsss... Pasti kalian mikirnya temen kecil aku itu perempuan ya?? Karena mainnya masak-masakkan sama boneka-bonekaan, tadi aku mikirnya juga perempuan tapi kata Mama dia bukan perempuan, dia laki-laki.
Mau tau kenapa dari tadi Aku bilang kata Mama.. kata Mama terus?? Karena aku tak mengingatnya.
Sejak kecelakaan 5 tahun yang lalu aku jadi lupa masa kecilku, bahkan aku lupa nama sahabat kecilku itu siapa, apa lagi wajahnya sama sekali aku tak mengingatnya. Entah bagaimana rupanya sekarang dan apa dia masih ingat sama aku atau enggak.
Tadi sebelum aku berangkat kuliah mama memberikan foto sahabat kecilku itu dan barusan aku memperhatikannya yang aku lihat hanya foto seorang anak kecil sekitar 5 tahunan mengenakan baju kaos putih, celana panjang dan bedak yg cemot sana sini layaknya anak kecil yang baru selesai mandi dibedakin setebal mungkin pada umumnya. Mama juga bilang kalau Dia kuliah diuniversitas ini, universitas yang sama denganku.
Baru juga sampai dikampus udah ada aja kehebohan.
"Je.. Itu ada apaan sih?? "
Tanyaku pada Jessica, biasa dipanggil Jeje, Dialah orang yang pertama kali aku ajak bicara saat aku baru masuk dikampus ini karena keseringan sama Jessica sekarang kami jadi teman baik.
"Aahh.. Paling mereka heboh karena Dirga dan teman-temannya"
"Emang siapa mereka Je? Kok anak-anak pada heboh? Artis? "
Ucapku yang terus bertanya karena penasaran.
Jessica memutar bolamatanya. "Emmm.. Ya kali Nad, artis kuliah disini, mereka itu cowok-cowok terkeren, terpopuler, terganteng, dan terkaya dikampus ini Nad" jelas Jessica.
"Kamu nggak ikutan heboh seperti mereka?? ".
"Hadeehh.. Capek Nad, nggak pernah dilayan sama mereka".
"Loh.. Kenapa? ".
"Udah aahh.. Nanya melulu, kantin dulu yukk.. Aku laper nih belum sarapan".
Aku hanya pasrah mengikuti Jessica yang menarik lenganku. Saat Aku menaiki anak tangga dan Dia menuruni anak tangga wajahnya itu membuatku sakit dibagian kepala, Aku menghentikan langkahku sambil memegangi kepalaku yang terasa sakit membuat Jessica juga menghentikan langkahnya.
YOU ARE READING
You're My Little Friend
RomanceMama bilang kalau dia ada disekitarku.. Dia?? Dia siapa?? , Yaaa.. dia teman kecilku. Mama nggak mau ngasih tau siapa namanya,, namanya?? Jangankan namanya, wajahnya dan gimana orangnya aja aku enggak tau. Kalian heran kenapa aku bisa sampe nggak...
