RINDU

67 2 0
                                        

"Hoammmmm" Nadia mencoba membuka mata dan beranjak dari tempat tidurnya dan membuka jendela kamar.

Perlahan sinar mentari menyelinap masuk dari balik jendel, menyegarkan matanya yang masih sedikit buram itu "Kembali ku buka mata ini masih dengan rasa yang sama, yaitu rindu, Fik" gumamnya sambil tersenyum murung.

Fikri adalah sahabat Nadia saat SMA, namun sejak saat pertemuan pertama ada rasa yang aneh memenuhi hati dan fikirannya, ya, dia mencintai Fikri. Tetapi gadis ini memilih untuk menyembunyikan hal itu.

Dia tidak ingin jauh dari Fikri, jadi mungkin dengan adanya status sahabat dia bisa lebih dekat, lebih tahu tentang hidupnya, lebih bisa memandanginya tanpa rasa canggung, dan tetap bisa mencintainya walau hanya dalam diam meski itu sangat menyiksa hati Nadia.

Tapi sayangnya Fikri sama sekali tidak tahu tentang perasaan Nadia selama bertahun-tahun ini, karena setelah lulus SMA Fikri memutuskan untuk kuliah di Jogjakarta sedangkan Nadia kuliah di daerah Bandung, dan hingga kini mereka sama sekali tidak ada komunikasi.

"Apa mungkin semuanya harus ku akhiri sampai disini, Fik? aku yakin tidak ada orang yang senang menunggu tanpa kepastian, apalagi sampai bertahun-tahun seperti ini" ucap Nadia sambil membuang napas keras dan menyeka butiran-butiran bening yang mulai keluar dari kelopak matanya yang indah itu, kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke Butik miliknya.

Nadia adalah designer terkenal di Indonesia, dia juga mempunyai beberapa cabang butik yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua lelaki yang melihatnya pasti langsung jatuh hati, karena selain cantik Nadia adalah gadis yang baik dan berbakat, namun kehendak Tuhan tidak bisa dibantah, takdir gadis ini adalah menunggu.

When It's Too LateStories to obsess over. Discover now