Hai gays‼‼ Kenalin, aku Sani. Aku masih Newbie dalam dunia per-author-an di Watty ini. Dan ini adalah shortstory ku yang pertama. Semoga kalian suka dan mau ngebaca ya (.
Coment dan Vote, aku nantikan ya.
Oh iya, masih banyak typo disana sini. Makanya, aku minta pada sahabat Watty buat ngoment cerita aku. Biar kedepannya bisa lebih merhatiin ketikanku yahh……
Namanya juga shortstory, mungkin ga akan ada lanjutannya atau seguelnya.. maafin Sani ya Gays……
Akhir kata semoga cerita ku ga ngecewain kalian……
See You next time……
Salam cinta, dari Sani😘
☺☺☺☺☺☺☺☺☺☺
Ku susuri jalanan dengan tidak bernafsu. Sangat tidak bersemangat. Aku lelah. Sampai sangat lelah untuk berjalan pulang. Ku hela nafasku dengan berat, ingin mengakhiri ingatanku tentang kejadian tadi siang, namun kejian itu terus menghinggap dipikiranku. Slide demi slide bermain dengan pelan di ingatanku.
Mungkin ini terakhir kalinya aku memikirkan mereka, membiarkan mereka memainkan drama cinta mereka yang menjadi drama tragedi bagiku. Aku kecewa dengan mereka. Pengkhianatan yang mereka lakukan sangat menyesakkan dadaku. Sakit sekali rasanya. Mungkin jika aku menangis, air mataku pun tak akan sanggup mewakili perasaanku saat ini.
Ku tendang kerikil yang ada dihadapanku. Kutatapi jalanan di sekitar. Aku hampir sampai dirumah. Untung saja mama pulang kerja nanti malam. Jadi, aku tidak perlu membuatnya khawatir dengan penampilanku sekarang. Sangat berantakan. Banyak noda dibajuku. Celanaku berdebu dan rambutku tidak beraturan. Aku sempat bertengkar dengan sahabatku sendiri, pengkhianatannya membuatku begitu kesal dan menimbulkan pertengkara secara laki-laki diantara kami. Aku tak sempat merapikan bajuku, dan membuat diriku jadi terlihat berandalan dan berantakan.
Kulewati rumah besar yang terletak disebelah rumahku. Rumah itu setiap hari selalu sepi dan setiap malam kudengar pertengkaran kecil. Setahuku penghuninya adalah sepasang suami istri, namun mereka terlihat sibuk setiap hari dan hanya saling bertemu untuk menciptakan pertengkaran di rumah itu. Para tetangga sekitarpun telah memaklumi. Bahkan tahu jadwal kapan mereka bertengkar yaitu saat ada wanita lain datang ke rumah itu.
Seperti biasa keadaan rumahku sepi.
Aku hanya tinggal berdua dengan mamaku. Aku anak tunggal. Ayah meninggal saat aku berumur 2 tahun kurang. Masih terlalu tipis kasih sayang dari seorang ayah. Aku tak berniat masuk kedalam rumah, karena aku akan mati kebosanan jika di sana. Hidupku terasa sepi kembali tanpa mereka. Sahabat dan pacarku. Sebelum kejadian tadi siang, mereka selalu meramaikan hari-hariku yang sepi. Mereka sangat berharga bagiku. Tapi pengkhianatan yang mereka lakukan, membuat mereka sangat rendah dimataku.
Kuputar langkahku menuju halaman rumahku. Terdapat bangku kayu yang memanjang di bawah pohon jambu air yang besar dan rindang. Ku tenangkan pikiranku yang kacau berantakan ini. Ini tempat favoritku bila sedang mengalami masalah. Seperti ada bagian dari tempat ini yang membuat pikiranku jadi sedikit jernih
Pletak....!!
Sebuah benda kecil berbentuk bulat mendarat sempurna di kepalaku. Memang tidak sakit, tapi dapat kurasakan. Kulihat benda itu jatuh kebawah. Biji jambu air? Siapa yang melemparnya? Aku langsung beranjak bangkit dan berdiri berinisiatif melihat siapa gerangan yang telah melempar biji jambu itu. Aku sedikit kaget. Seorang laki-laki nangkring di atas pohon jambuku dan mencomot buahnya dengan sangat asyik. Ia melahap jambu tersebut. Ku perhatikan terus tingkahnya sampai ia menyadari tatapanku dan malah tersenyum mengejek.
ŞİMDİ OKUDUĞUN
MONKEY🙉
Kısa Hikaye~ ONESHOOT ~ SHORT STORY ~ Mengandung Unsur LGBT ~ Homophobic Go Away!!! ~ ANOTHER GAY REPOST STORY from @degrion ~ Original Writer = Yudhaniel
