prolog

66 7 0
                                        

Pov'zaurel

Zaurel aurelia hanya bisa meratapi rezka yang sedang berbaring di rumah sakit dan melihat rezka yang sedang tertidur dan entah kapan dia bisa terbangun

Rezka dibantu beberapa alat agar detak jantungnya terus berdetak .

Zaurel tidak henti meneteskan air mata, dan tidak henti merasa bersalah .

"Ka lo harus bangun , gue ga mau liat lo terus tidur begini , ka gue mau jawab perasaan lo yang udah lo ungkapan waktu itu ,please lo bangun ka ".

Bunda menghampiri zaurel yang sedang bersedih .
"Rel kamu harus kuat , kamu harus sabar , bunda yakin rezka pasti sembuh karna rezka tidak ingin kehilangan kita semua , dia pasti terus berjuang untuk sembuh." kata bunda.

"Tapi bun , kemungkin rezka bisa sadar itu cukup sulit , rezka mengalami kanker darah stadium 4". Kata gue

"Rel tante juga tidak tau dengan semua ini , selama ini rezka menutupi semuanya , sehingga kita semua tidak tau ,tante begitu takut kehilangan rezka "kata tante dirta

"Kita semua hanya bisa terus berdoa , dan sekarang kita pergi ke musolah untuk shalat ", ajak bunda

Zaurel, bunda ,tante dirta ,dan om zalfa memutuskan mengikuti saran bunda untuk pergi ke musolah.

Zaurel mulai memgambil air wudhu dan setelah itu melaksanakan shalat .
Dan setelah shalat mereka berdoa untuk kesembuhan rezka .

"Ya allah sembuhkanlah dan angkat penyakit rezka aku ingin rezka bisa membuka matanya kembali dan bisa beraktivitas seperti biasanya , dan izinkan aku untuk menjawab perasaannya, aku begitu merasa bersalah atas apa yang telah aku lakukan aku telah menggantung perasannya ". doa zaurel samabil mengalirkan air matanya.

Semuanya kembali ke kamar rezka untuk menjaganya karna takut terjadi sesuatu

Bunda mengizinkan gue untuk menjaga rezka di sini , bunda sungguh memaklumi perasaan yang telah terjadi saat ini kepada ku .

Bunda mengerti apa yg aku rasakan saat ini , kebetulan bunda adalah seorang dokter psikolog .

Dan kebetulan sekolah itu milik keluarga rezka, dan keluarga rezka mempunyai perusahanya yang mememiliki banyak cabang dan sekolah itu salah satu nya.

••••

Satu minggu ini zaurel telah menjaga rezka , namun belum ada tanda tanda bahwa rezka akan segera sadar , hal itu yang telah membuat zaurel sedih .

Dan sekarang saatnya zaurel harus pergi ke sekolah

Di saat zaurel pergi ke sekolah , zaurel hanya bisa bertanya keadaan rezka kepada ayahnya karna , ayah zaurel adalah dokter yg menangani rezka .

Zaurel begitu merasa kesepian , karna tak ada rezka yang selalu bersama di sekolah , rezka selalu menyapa zaurel ketika datang ke kelas , mengajari zaurel jika tidak bisa mengerjakan pr fisika , sekolah ini penuh dengan kisih indah bersama rezka.

Zaurel melirik ke arah bangku rezka , dan ia membayangkan rezka tersenyum kepadanya , dan pada saat itu air mata zaurel meneteskan kembali.

Zaurel hanya terus menerus menyalahkan dirinya karna selama ini dia tidak bisa membuat rezka bahagia, seharusnya ia membuat rezka bahagaia sebelum rezka mengahkiri hidupnya .

"Aduh zaurel lo harus optimis kalau rezka pasti sembuh." gerutunya dalam hati

Sahabat zaurel terus menenangkan zaurel.

"Rel lo harus kuat, lo gk bisa menyalahkan diri lo sendiri " kata tasya

"Bener apa yang tasya bilang , lo menyesal gue tau tapi kalau penyesalan lo ada di awal namanya bukan penyesalan tapi pendaftaran " kata ralyn

Why I Always Be LateWhere stories live. Discover now