"Nisa kembali nak ayah mohon, Nisa!!" teriak seorang pria paruh baya yang umurnya sekitar lima puluh tahun.
Wanita yang dipanggil Nisa oleh pria itu terus berlari menerobos derasnya hujan, dia seakan tidak mempedulikan teriakan yang memanggilnya untuk kembali.
"GUE BENCI AYAH, SELAMANYA!!" teriak seorang wanita.
Ya, wanita itu adalah Nisa lebih tepatnya Nisa Aliyah Mahendra putri sematang wayang dari keluarga Mahendra.
Nisa terus berjalan dan berjalan sampai akhirnya dia berhenti disebuah Club, saat ini pikirannya sedang kosong dia membutuhkan kesendirian sampai akhirnya dia masuk di Club itu dan memesan wine.
"gue capek, gue capek buat hidup kenapa ayah tidak mengerti dengan keadaan gue yang setiap hari melihat dia bertengkar dengan ibu,"gumamnya.
Nisa berjalan ke Luar dari Club itu dengan pandangan yang sulit diartikan, saat ini pikirannya benar-benar kosong.
*
Saat ini Nisa masih tertidur tiba-tiba suara pecahan kaca dari luar membangunkannya tetapi Nisa tidak ambil pusing dia berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri dan berangkat ke Kampus, tidak butuh waktu lama Nisa selesai membersihkan diri dan dia berjalan keluar kamar tampa meperdulikankeributan yang berasal dari kamar orang tuannya.
"AKU TIDAK SELINGKUH," kata seorang wanita dari dalam kamar itu.
Wanita itu adalah ibu dari Nisa istri dari Angga Mahendra yang saat ini sedang bertengkar didalam kamar itu.
"ASAL KAMU TAHU NISA MEMBUTUHKANMU, KAU IBU YANG TIDAK BECUS" teriak Angga.
Nisa terus berjalan dia seakan menulikan pendengarannya, dia capek melihat pertengkaran kedua orang tuanya. Kadang dia berpikir untuk pergi dari rumah itu tapi dia juga sangat menyangi ayahnya tapi tidak untuk ibunya dia sangan membenci ibunya tapi rasa sayangnya masih ada.
Dia hanya membutuhkan ayahnya disaat dia benar-benar kehilangan arah, dia capek mendengar setiap cacian dan makian dari teman kampus dan tetangannya. Yang setiap hari membicarakan kelakuan ibunya yang selalu jalan dengan pria lain.
*
"Eh liat deh itukan Nisa yang ibunya setiap hari jalan sama laki-laki kaya"
"Kasihan dia"
"Apa kasihan kelakuan anaknya sama seperti ibunya juga"
"Hahaha. . . bener tuh"
"gak ada yang mau berteman dengan dia"
"mereka malu kali berteman sama orang itu"
Setiap hari Nisa selalu mendengar bisikan tema kampusnya yang terus membicarakan kelakuan ibunya. Nisa terus berjalan tampa memperdulikan apa kata teman kampusnya.
"Nisa?" teriak seorang wanita.
"Fira," kata Nisa sambil berjalan menghampiri wanita itu.
Fira wanita itu adalah satu-satunya teman Nisa di kampus dan Fira selalu ada disamping Nisa disaat wanita itu sedang terpuruk, Fira tidak pernah memperdulikan perkataan teman kampusnya yang melarangnnya untuk berteman dengan Nisa karena Fira tau kalau Nisa adalah wanita baik-baik dia hanya terpuruk dengan pertengkaran orang tuannya dan kelakuan ibunya.
"Ayo kita ke Kantin," kata Fira sambil menarik Nisa untuk mengikutinya.
"Iya, sabar dong" ucapnya sambil mempercepat langkahnya.
Mereka sampai di Kantin dan Fira memesan makan sedangkan Nisa mencari bangku kosong dan tatapannya tertuju pada bangku yang ada di pojok kantin, dia lebih suka duduk di bangku pojok dia ingin menghindari tatapan teman-temanya.
YOU ARE READING
Ayah & Penyesalan
Short StoryDisaat aku kehilangan sosok seorang ayah disaat itu pula aku merasakan sakit dan siksaan dari seseorang yang melahirkanku. - Nisa Aliyah Mahendra Aku telah menyiksa anakku sendiri dan aku juga kehilana sosok suami yang sangat mencintaiku, aku men...
