Sakura POV
aku terburu-buru menaiki tangga karena saat ini aku sudah telat masuk kelas. Tak sengaja aku menabrak seseoang yang sedang berjalan. Huhh... ngeselin banget sih ni orang gak tau apa aku lagi buru-buru, ujar ku dalam hati. Semua buku yang ada ditanganku terjatuh dan berserakan dilantai. Tanpa jeda sekalipun aku langsung mengambil buku-buku itu. Dia? Hanya melihat tanpa ada niatan membantu.
"Maaf ya tadi gue gak sengaja nabrak lo," ucapku sambil merapikan bukuku.
Aku mendongakkan kepalaku untuk melihat siapa orang yang telah tertebrak olehku. Degh.. perasaanku jadi tidak menentu, ada rasa senang,malu, dan marah di dalam diriku. Senang karena bisa bertemu dengannya lagi, malu kerena tak sengaja menabraknya, dan marah karena dia sama sekali tidak membantuku mengambil buku yang berserakan.
"sekali lagi gue minta maaf ya kak.. gue lagi buru-buru, dah...." Ucapku meminta maaf sekali lagi mengurangi rasa gugup yg masih menjalar di tubuh ku.
Aku berlari secepat mungkin dan benar saja guru sudah masuk ke dalam kelas.
Tok tok tok...
Bunyi ketukan pintu yg baru saja ku ketuk.
"Assalamuallaikum bu, maaf saya datang terlambat," ucapku sambil berjalan dan salim kepada bu santi guru Bahasa Indonesia ku.
"Waalaikumsalam, kenapa kamu terlambat?" Tanya bu Santi pada ku.
"Macet bu..." jawab ku sambil memasang muka termelasku, agar aku diperbolehkan duduk.
"Ya sudah silahkan duduk, besok berangkat lebih awal ya supaya tidak kena macet dan terlambat lagi," peringat bu Santi.
Ahh... memang bu Santi yang paling the best deh diantara guru yang lain, ujarku di dalam hati.
"Terima kasih bu.." ucapku tersenyum.
Dua jam pelajaran bu Santi telah selesai dan sekarang pelajaran matematika, yang membuat kepala ku sangat pusing dan kantuk merajalela di kelasku.
Kriiingg.....kriiingg.....kriiingg.....
Bel istirahat berbunyi. Semua murid-murid SMA Nusa Cendikia berhamburan ke luar kelas menuju kantin.
"Sakura ke kantin kuy!" ajak sahabat ku yaitu Habika Akai. Ya, nama aku Sakura Labie Andomo Koto.
"Tunggu sebentar." ucapku sambil merapikan buku-buku dan alat tulis yang tadi dipakai.
"Yuk..." ajakku setelah selesai merapikan buku dan alat tulis.
***
makasih sudah baca...
voment jangan lupa ya..
aku sangat membutuhkan kritik dan saran kalian
maaf ya kalau jelek aku masih penulis amatir hehehe...
YOU ARE READING
Cinta Dalam Diam
Spiritualaku mencintainya. namun aku hanya bisa melihatnyanya dari kejauhan.
