Chapter1

88 10 8
                                        

"Woy Li!!"

Lelaki tampan bernama Ali itu menghentikan aktifitas men-dribble bola basket yang ada di tangannya sejenak, membuang bola itu kesembarang arah.

"Kenapa?" tanyanya pada lelaki jangkung bernama Ryan itu.

"Itu bukannya cewe Lo!" Ali mengikuti arah tunjuk Ryan yang dapat Ali lihat ada seorang gadis yang tengah duduk disana seorang diri. Ali sangat mengenal perempuan itu.

Ali berdecak kesal seraya mulai menghampiri gadis itu yang tengah tertunduk. Ali berdeham ketika sudah berdiri tepat di samping gadis itu duduk membuat gadis itu mendongkakan wajahnya.

"Eh..Ali! ini minumnya Li. Maaf ya udah gak dingin" ucap gadis cantik bertubuh mungil itu menyerahkan sebotol air mineral pada lelaki di hadapannya.

Ali merebut botol air itu dengan kasar "Eh lo tuh denger gak? Punya kuping gak? Ah..perlu gue ulang kayanya. Denger ya Prilly sayang.. gue nyuruh Lo balik. Bukan nungguin gue kaya gini!" sentak Ali penuh penekanan

Gadis bernama yang memiliki mata hazel itu tersentak mendengar bentakan Ali, Prilly mengigit bibir bawahnya menahan air mata yang menggenang di pelupuk matanya itu.

Prilly menghela nafas beratnya mencoba memberanikan dirinya menatap Ali "Tapi Ali.. Aku..akukan mau jadi pacar yang baik buat kamu. Aku cuman mau nunjukin rasa sayang aku ke---"

"Diem. Gue bilang diem! Lo gak inget hah sama perjanjian kita. Lo mau jadi cewek gue, turunin semua perintah gue. Dan lo ngelanggar itu, gue gak suka!" Sentak Ali memotong ucapan Prilly.

Prilly menundukan wajahnya bersamaan dengan tya air mata yang sedari tadi ia tahan.

"Maaf Ali.." lirihnya di isak tangisnya dengan tubuhnya yang berguncang.

Ali mengeram ketika melihat gadis itu yang malah menangis "Nih! Gue balikin buat lo, karna kayanya lo lebih butuh air ini abis lo nangis!" Ali menarik telapak tangan gadis itu, mengembalikan botol air itu pada Prilly.

Prilly menatapnya kaget memandang Ali yang meninggalkannya. Prilly menghapus air matanya kasar berlari menyusul Ali yang kembali menuruni lapangan.

"Alii,,alii tunggu!"panggil prilly sambil meraih tanggan ali

Ali menghentakan tanggan prilly kasar "apaan lagi si,kan udah gua bilang pulang ya pulang punya kuping ga si lo!!" Sentak ali lalu berjalan menuju lapangan

"Kenapa si li kamu slalu gitu sama aku,apa di mata kamu aku gaada artinya sama sekali"lirih prilly sambil menghapus air matanya

***

"Prill"teriak seorang gadis bertubuh tinggi seraya berlari menghapiri prilly yang sedang terduduk di taman sekolah

"Ada apa ra" ucap prilly

Gadis itu bernama zahra dia sahabat prilly sejak kecil,suka maupun duka sudah mereka lewati sama sama,dan zahra mengetahui apa yang terjadi antara ali dan prilly.

"Ihh,Elo gua cariin dari tadi ternyata disin" ucap zahra sambil mendaratkan bokongnya di samping prilly

"Ko lo tumben si ga ke lapangan,ali lagi sparing kan sama sma tunas bangsa?"ucap zahra lagi

"Yaampun ra aku lupa"ucap prilly seraya bergegas berlari meninggalkan zahra

"Yee tu anak maen kabur kaburan aja,lagian kenpa masih aja bertahan ama ali si prill"ucap zahra

Haii haii haiii this is my frist storry so kalo ada keanehan maklumin aja yakk pendek banget lagi yakk wkwkwk jbj yakk...

Tuhan Ijinkan Aku BahagiaStories to obsess over. Discover now