"lea!", teriak seseorang. aku menoleh ke belakang mencari seseorang yang memanggilku dan aku mendapati Anisa, sahabatku sejak kelas 1 smp berlari kecil menghampiriku.
"ada apaan sa? kok wajah lo sumringah banget.."
"lea lo harus tau," Anisa mengambil nafas dalam "di kelas kita ada anak baru! cowo! ganteng buangeeet!" celoteh Anisa.
"masa sih?"
"beneran le, ganteng banget! manis pula!"
"seganteng itukah dia?"
"ihh! lo liat aja nanti le, pasti lo klepek klepek" Anisa tertawa terbahak mendengar ucapannya sendiri. "nah itu dia le! kalo tadi gua ngga salah denger sih namanya hmm.. siapa ya.. OOHH DAFFA NAMANYA!" teriak Anisa sembari menunjuk sosok lelaki dengan jari telunjuknya. Suara Anisa cukup menggelegar sehingga cowok bernama Daffa itu menoleh ke arahku dan tentunya Anisa. "Sa! lo yang bener aja! lo teriak sekencang itu tadi? cowok yang lo tunjuk tadi langsung noleh ke arah kita tau nggak?" omelku sedikit berbisik. Anisa hanya cengengesan sambil menatap ku "habisnya dia ganteng banget le..." memang benar kata Anisa, cowok bernama Daffa itu lumayan juga. Tanpa sadar aku berbisik sesuatu kepada Anisa yang kurang lebih bisikan ku adalah "Sa, kayaknya gua suka sama cowok itu deh," dan tebak apa yang dilakukan Anisa, sungguh memalukan.
"APA LE? LO SUKA SAMA DAFFA? BERARTI LO JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA DONG! HAHAHAHA," aku melotot dan aku yakin mataku akan copot sebentar lagi, "TUH KAN LE, APA GUA BILANG CAKEP KA-" aku membungkam mulut Anisa dengan sekali gerakan cepat. "Anisa, lo bisa diam nggak?" omelku kepada Anisa, dan saat itu juga bel berbunyi. Aku dan Anisa berjalan menuju kelas kami dan mendapati cowok bernama Daffa itu telah berada di dalam kelas.
Oke, aku akan memperkenalkan diriku dulu. Ehem, namaku Elena William, ya William adalah nama keluarga ku, tepatnya nama kakek ku. Sejak kecil aku memanggil diri ku sendiri dengan sebutan "lea" karena, ya, dulu aku nggak bisa meyebut nama "elena" dan malah terpeleset menjadi "elea" sungguh memalukan. Awalnya aku nggak punya banyak teman, tapi lama kelamaan aku mulai beradaptasi dan memiliki teman yang, yah, lumayan banyak menurutku. Tapi beberapa diantara mereka mencampakkan ku karena yah.. akupun tidak tahu apa penyebabnya. Aku pernah dicakar, dijambak, bahkan dimaki maki oleh salah satu dari mereka. Oke lanjut saja ya, Aku beberapa kali menggemari lelaki. Mulai dari kalangan selebriti bahkan sampai teman sekelas ku pun pernah. Tapi untuk yang kali ini, ku rasa ini bukan sekedar menggemari atau cinta monyet, tetapi ini jatuh cinta.
YOU ARE READING
Theory of Love and Life
Teen FictionCinta tidak perlu dirahasiakan. Tetapi cinta, wajib untuk untuk dimengerti. Mencintai bukan hanya sekedar perasaan, melainkan sesuatu yang harus disyukuri.
